dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Gunung Semeru Kembali Erupsi Rabu Pagi, Status Masih Level III Siaga

Oleh: Elfitrah
07 October 2026
1 kali dibaca

Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 05.06 WIB. Aktivitas vulkaniknya masih berada pada Level III atau Siaga, dengan pemantauan mencatat puluhan gempa letusan, gempa guguran, dan gempa tektonik jauh. PVMBG meminta masyarakat mematuhi zona bahaya, termasuk larangan beraktivitas hingga 13 kilometer di sektor tenggara Besuk Kobokan dan radius 5 kilometer dari kawah.

DengarInfo — Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Rabu (7/10/2026) pagi. Aktivitas vulkanik gunung yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang tersebut masih berada pada Level III atau Siaga.

Berdasarkan laporan aktivitas gunung api yang bersumber dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui MAGMA Indonesia, erupsi terjadi sekitar pukul 05.06 WIB. Saat laporan dibuat, visual letusan tidak teramati.

Aktivitas kegempaan Semeru juga masih tergolong tinggi. Data pemantauan MAGMA Indonesia menunjukkan adanya puluhan gempa letusan atau erupsi, selain gempa guguran dan gempa tektonik jauh dalam periode pengamatan.

Dalam laporan tersebut, Semeru tercatat mengalami 34 kali gempa letusan/erupsi dengan amplitudo 12-23 milimeter. Selain itu, tercatat empat kali gempa guguran serta tiga kali gempa tektonik jauh.

Aktivitas Semeru juga meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pada Selasa (6/10/2026), gunung tersebut kembali mengalami erupsi dengan kolom letusan mencapai sekitar 900 meter di atas puncak. Erupsi pada pukul 05.29 WIB tersebut menghasilkan kolom abu berwarna kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak ke arah timur laut.

Status Level III atau Siaga membuat masyarakat harus mematuhi zona bahaya yang ditetapkan PVMBG. Masyarakat dilarang melakukan aktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.

Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan aktivitas dalam jarak 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena wilayah tersebut berpotensi terdampak perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer dari puncak.

Aktivitas juga dilarang dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru karena kawasan tersebut berisiko terkena lontaran batu pijar. Masyarakat diminta mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta aliran lahar di sepanjang sungai dan lembah yang berhulu di kawasan puncak.

Data MAGMA Indonesia yang dikutip Katadata juga mencatat Semeru sebagai gunung api dengan jumlah erupsi terbanyak di Indonesia sepanjang 2026. Hingga 7 Oktober, aktivitas erupsi Semeru telah mencapai lebih dari 1.900 kali berdasarkan catatan MAGMA Indonesia.

 

Masyarakat di sekitar kawasan Semeru diimbau tetap mengikuti rekomendasi PVMBG dan tidak memasuki zona yang telah dinyatakan berbahaya. Informasi mengenai perkembangan aktivitas gunung api juga sebaiknya diperoleh melalui kanal resmi pemerintah dan lembaga pemantauan gunung api.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda