dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Trump Hubungi Putin soal Dugaan Pes di Siberia, Rusia Membantah

Oleh: Reva
07 October 2026
4 kali dibaca

Presiden AS Donald Trump berencana menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas laporan dugaan kasus pes di wilayah Irkutsk, Siberia. AS meminta Rusia terbuka mengenai kejadian tersebut, sementara pemerintah Rusia membantah adanya wabah pes. Otoritas Irkutsk menyatakan pemeriksaan justru menemukan pneumonia dengan penyebab yang belum diketahui dan tidak menemukan mikroorganisme terkait pekerjaan korban.

 

DengarInfo - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan akan menelepon Presiden Rusia Vladimir Putin dalam waktu dekat untuk membahas laporan mengenai dugaan kasus pes di wilayah Siberia. Rusia sendiri membantah adanya wabah pes di wilayah tersebut.

Trump menyampaikan rencana tersebut kepada wartawan di Gedung Putih, Rabu (7/10/2026), saat ditanya apakah dirinya telah berbicara dengan Putin mengenai laporan tersebut.

"Ya, saya sudah menjadwalkan panggilan telepon," ujar Trump, seperti dilansir AFP.

Trump mengatakan pembicaraan dengan Putin akan dilakukan dalam waktu dekat. Ketika ditanya mengenai tanggapan badan intelijen AS terhadap situasi tersebut, Trump mengatakan pemerintah akan terlebih dahulu mengkajinya.

"Kami sedang melakukan pembahasan yang sangat mendalam. Kami mungkin akan dapat memberikan laporan mengenainya besok," tutur Trump.

AS Minta Rusia Terbuka

Laporan mengenai dugaan kasus pes tersebut mendapat perhatian dari pemerintah AS. The Wall Street Journal melaporkan bahwa Departemen Luar Negeri AS telah mengirimkan komunikasi diplomatik rahasia atau demarche kepada Rusia.

Komunikasi tersebut dilaporkan berisi peringatan kepada Moskow bahwa kegagalan mengungkapkan rincian mengenai kejadian tersebut dapat bertentangan dengan kewajiban kesehatan internasional.

Di tengah laporan tersebut, otoritas Rusia membantah bahwa mereka sedang menerapkan langkah-langkah penanganan wabah. Pemerintah Rusia juga mengecilkan arti laporan mengenai insiden di sebuah institut penelitian wabah di wilayah Irkutsk, Siberia, yang terjadi pada pekan sebelumnya.

Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio sebelumnya mendesak Rusia agar lebih terbuka mengenai situasi tersebut. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) juga disebut menyerukan transparansi.

"Kami mendorong Rusia untuk bersikap transparan dan berbagi lebih banyak informasi dengan dunia agar kita semua dapat bereaksi secara tepat dan sesuai," ujar Rubio saat melakukan kunjungan ke Islandia.

Rusia Bantah Wabah Pes

Otoritas Rusia menegaskan bahwa pemeriksaan setelah kematian atau postmortem tidak menemukan bukti adanya penyakit pes pneumonik.

Gubernur Irkutsk Igor Kobzev mengatakan pada Senin (5/10) bahwa pemeriksaan yang dilakukan komisi ahli khusus Rospotrebnadzor di wilayah tersebut menyimpulkan penyebab kematian seorang teknisi laboratorium adalah pneumonia dengan etiologi yang belum diketahui.

Menurut Kobzev, lembaga pengawas kesehatan Rusia tersebut juga menyatakan tidak menemukan mikroorganisme yang berkaitan dengan pekerjaan perempuan tersebut dalam sampel biologisnya.

Kobzev menambahkan, hingga saat itu tidak terdapat kasus baru di antara staf institut anti-pes yang mencari pertolongan medis sejak kematian tersebut terjadi.

Dengan demikian, laporan mengenai dugaan wabah pes di Siberia masih menjadi perhatian internasional, sementara otoritas Rusia menyatakan belum menemukan bukti yang mengonfirmasi adanya wabah pes di wilayah tersebut.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda