DengarInfo - Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan perang antara Amerika Serikat dan Iran akan segera berakhir dengan kemenangan AS. Trump juga mengklaim berakhirnya konflik tersebut akan diikuti penurunan harga energi secara signifikan.
Pernyataan itu disampaikan Trump saat menjawab pertanyaan mengenai agenda kebijakan luar negeri pemerintahannya setelah menggelar konferensi pers di Gedung Putih.
Dalam kesempatan tersebut, Trump mengatakan pemerintahannya tengah mempersiapkan diri sebaik mungkin menghadapi pemilihan paruh waktu Kongres AS yang dijadwalkan berlangsung pada 3 November. Ia juga mengklaim pemerintahannya telah mencegah Iran memiliki senjata nuklir.
Menurut Trump, upaya mencegah Iran memiliki senjata nuklir merupakan pencapaian penting, bukan hanya bagi Amerika Serikat, tetapi juga bagi dunia.
“Iran tidak akan pernah memiliki senjata nuklir. Kami akan segera memenangkan perang ini dan semuanya akan berakhir. Harga bensin juga akan turun secara signifikan. Tidak ada orang lain selain kami yang bisa mencapai hal ini,” kata Trump.
Trump juga menyatakan bahwa jika Iran memiliki senjata nuklir, Israel disebut tidak akan lagi ada saat ini. Ia turut mengklaim kepemilikan senjata nuklir oleh Iran akan menimbulkan ancaman serius terhadap kawasan Timur Tengah dan Eropa.
Pertemuan dengan Xi Jinping Dinilai Sangat Sukses
Selain membahas konflik dengan Iran, Trump juga menyinggung pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Gedung Putih pada pekan sebelumnya.
Trump menyebut pertemuan tersebut berlangsung sangat sukses dan memiliki arti penting bagi hubungan antara Amerika Serikat dan China.
“Kami mengadakan pertemuan yang luar biasa dengan Presiden China Xi. Jika saya harus memberikan nilai dari 0 sampai 10, saya akan memberikan nilai 12 untuk pertemuan ini,” kata Trump.
Menanggapi laporan yang menyebut Amerika Serikat dapat menjual senjata buatan AS kepada China, Trump membantah informasi tersebut. Ia menegaskan bahwa persoalan penjualan senjata tidak dibahas dalam pertemuannya dengan Xi Jinping.
Trump Tanggapi Penahanan Sejumlah Orang di Inggris
Trump juga menjawab pertanyaan mengenai sejumlah orang yang ditahan di sekitar sebuah pangkalan udara di Inggris sebelum akhirnya dibebaskan dengan jaminan.
Trump mengatakan orang-orang tersebut kemungkinan memiliki hubungan dengan Iran.
“Mereka mungkin terkait dengan Iran. Inggris bekerja sangat erat dengan kami. Kami mengetahui semuanya tentang para tersangka. Kalau kami yang menangani, mereka tidak akan kami bebaskan. Itu mengejutkan kami,” ujar Trump.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump ketika menjelaskan tanggapannya terhadap penahanan dan pembebasan sejumlah orang yang berada di sekitar pangkalan udara tersebut.
Trump Klaim Kanada Akan Meminta Maaf soal Tarif
Dalam kesempatan yang sama, Trump juga mengklaim Kanada akan mengubah sikapnya terkait kebijakan tarif dalam waktu tiga hingga empat pekan mendatang.
Trump bahkan mengatakan Kanada nantinya akan meminta maaf kepada Amerika Serikat atas kebijakan tarif yang diterapkan.
Ia menyebut kebijakan Kanada terkait tarif sebagai tindakan yang “sangat tidak adil” terhadap AS.
“Namun, mereka akan datang kepada kami dan mengatakan, ‘Kami meminta maaf’,” kata Trump.
Dengan demikian, pernyataan Trump dalam konferensi pers tersebut mencakup sejumlah isu kebijakan luar negeri dan ekonomi, mulai dari konflik AS-Iran, ancaman senjata nuklir Iran, hubungan dengan China, penahanan sejumlah orang di Inggris, hingga kebijakan tarif Kanada.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar Anda