dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Banjir Jakarta Meluas Akibat Hujan Ekstrem, Waduk Pluit Berstatus Bahaya, Aktivitas Warga Lumpuh di Puluhan Titik

Oleh: dengarinfo
18 January 2026
65 kali dibaca

Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi, 18 Januari 2026, memicu banjir di berbagai kawasan Ibu Kota

Dengarinfo─Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Jakarta dan sekitarnya sejak Sabtu malam hingga Minggu pagi, 18 Januari 2026, memicu banjir di berbagai kawasan Ibu Kota. Curah hujan yang berlangsung berjam-jam tersebut menyebabkan sistem drainase tidak mampu menampung debit air, diperparah oleh limpasan dari wilayah hulu dan naiknya muka air sungai serta waduk.

Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, hingga Minggu siang pukul 14.00 WIB, banjir telah merendam 48 Rukun Tetangga (RT) dan 29 ruas jalan utama yang tersebar di Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, dan Jakarta Utara. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 10 sentimeter hingga mencapai 100 sentimeter, bergantung pada kondisi wilayah dan intensitas aliran air setempat .

Di Jakarta Barat, banjir dilaporkan terjadi di kawasan permukiman padat penduduk, terutama di wilayah yang berdekatan dengan aliran kali dan saluran air besar. Sementara itu, Jakarta Pusat mencatat genangan di sejumlah RT dan ruas jalan strategis yang berdampak langsung pada kelancaran lalu lintas dan aktivitas perkantoran. Di Jakarta Timur, banjir juga menggenangi kawasan perumahan dan akses jalan penghubung antarwilayah.

Kondisi paling krusial terjadi di Jakarta Utara, khususnya di wilayah Pluit dan sekitarnya. Pada Minggu pagi, Waduk Pluit dilaporkan berstatus bahaya, menyusul meningkatnya volume air secara signifikan akibat hujan ekstrem dan kiriman air dari daerah lain. Status bahaya ini menandakan bahwa muka air waduk telah mendekati ambang maksimum dan berpotensi meluap apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi .

Akibat meningkatnya debit air di Waduk Pluit, sejumlah wilayah di sekitarnya mengalami genangan cukup tinggi. Beberapa titik mencatat ketinggian air antara 50 hingga 90 sentimeter, merendam permukiman warga dan memaksa sebagian masyarakat mengamankan barang-barang berharga mereka. Kondisi ini juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi warga, terutama pedagang kecil dan pekerja harian.

Selain permukiman, banjir juga melumpuhkan akses transportasi dan ruas jalan utama. Jalan Pluit Selatan Raya, Jembatan Tiga Raya, Boulevard Barat Kelapa Gading, HBR Motik, hingga Cakung-Cilincing Raya dilaporkan tergenang air dengan ketinggian yang menyulitkan kendaraan melintas. Sejumlah kendaraan roda dua dan roda empat mengalami mogok, sementara arus lalu lintas sempat terhenti di beberapa titik .

Dampak banjir tidak hanya dirasakan di jalan raya, tetapi juga memengaruhi mobilitas warga secara luas. Ratusan warga di beberapa wilayah, termasuk di Kelapa Gading dan Jakarta Barat, terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Posko pengungsian sementara didirikan oleh aparat setempat untuk menampung warga terdampak, khususnya kelompok rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil .

Menanggapi situasi tersebut, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui BPBD, Dinas Sumber Daya Air, serta petugas gabungan melakukan berbagai langkah penanganan. Upaya tersebut meliputi pengoperasian pompa air secara maksimal, penyedotan genangan di titik-titik rawan, pemantauan pintu air dan waduk, serta koordinasi lintas wilayah untuk mengantisipasi kiriman air susulan.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi banjir lanjutan, mengingat prakiraan cuaca menunjukkan kemungkinan hujan masih akan terjadi. Warga diminta untuk terus memantau informasi resmi dari instansi terkait dan segera melapor kepada aparat apabila terjadi kenaikan debit air yang mengancam keselamatan jiwa dan harta benda .

Hingga Minggu sore, kondisi di beberapa lokasi dilaporkan mulai berangsur surut. Namun demikian, aparat tetap bersiaga penuh, mengingat pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa banjir dapat kembali terjadi dalam waktu singkat apabila hujan turun kembali dengan intensitas tinggi.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda