dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Banjir Rendam 31 RT di Jakarta Selatan, BPBD Kerahkan Pompa Portable untuk Sedot Genangan

Oleh: Anwar
20 February 2026
32 kali dibaca

Jakarta memang kerap mengalami banjir saat musim hujan tiba. Berdasarkan catatan, sejak awal tahun 2025, ibu kota telah mengalami puluhan kali genangan akibat kombinasi curah hujan tinggi, drainase yang kurang memadai, dan sampah yang menyumbat saluran air. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mengatasi masalah ini melalui normalisasi sungai dan peningkatan kapasitas drainase.

Hujan deras yang mengguyur wilayah Jakarta sejak dini hari membuat sebanyak 31 rukun tetangga (RT) di Jakarta Selatan tergenang banjir pada Jumat (20/2/2025). Genangan tertinggi mencapai 70 centimeter di Kelurahan Cipete Utara akibat luapan Kali Krukut.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta, genangan banjir tersebar di dua kelurahan utama. Di Kelurahan Petogogan, Kecamatan Kebayoran Baru, sebanyak 28 RT terdampak dengan ketinggian air bervariasi antara 10 hingga 20 centimeter. Sementara itu, di Kelurahan Cipete Utara, Kecamatan Cilandak, tercatat 3 RT terendam dengan ketinggian air mencapai 70 centimeter.

"Genangan di Petogogan disebabkan oleh luapan Kali PHB Nipam, sementara di Cipete Utara akibat meluapnya Kali Krukut," jelas Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD DKI Jakarta, M Ridwan, dalam keterangan tertulisnya, Jumat (20/2/2025).

Untuk meresponsi kondisi darurat ini, BPBD DKI Jakarta telah mengerahkan tim respons darurat ke lokasi terdampak. Personel dibekali dengan satu unit pompa portable untuk melakukan penyedotan genangan air di titik-titik kritis.

Sementara itu, warga diimbau untuk tetap waspada dan menghindari aktivitas di dekat bantaran sungai. BPBD juga meminta masyarakat untuk segera melaporkan jika terjadi kenaikan permukaan air yang signifikan atau situasi darurat lainnya melalui call center 112.

Jakarta memang kerap mengalami banjir saat musim hujan tiba. Berdasarkan catatan, sejak awal tahun 2025, ibu kota telah mengalami puluhan kali genangan akibat kombinasi curah hujan tinggi, drainase yang kurang memadai, dan sampah yang menyumbat saluran air. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya mengatasi masalah ini melalui normalisasi sungai dan peningkatan kapasitas drainase.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda