dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Bus ALS Tabrak Truk Tangki di Sumsel, 16 Orang Tewas Terbakar dalam Kecelakaan Maut di Jalinsum

Oleh: erik
07 May 2026
1 kali dibaca

Tragedi kecelakaan maut kembali mengguncang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum).

Dengarinfo — Tragedi kecelakaan maut kembali mengguncang Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum). Sebuah bus Antar Lintas Sumatera (ALS) bertabrakan hebat dengan truk tangki bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, menyebabkan sedikitnya 16 orang meninggal dunia dalam kondisi mengenaskan.

Insiden tersebut terjadi di kawasan Simpang Danau, Kecamatan Karang Jaya, salah satu jalur utama penghubung antardaerah di Pulau Sumatera yang dikenal padat kendaraan angkutan umum maupun logistik. Kecelakaan itu langsung menjadi perhatian warga setelah kobaran api besar terlihat membumbung tinggi dari lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, bus ALS yang tengah melaju membawa penumpang antarkota diduga kehilangan kendali sebelum akhirnya masuk ke jalur berlawanan dan menghantam truk tangki BBM dari arah berlawanan. Benturan keras membuat kedua kendaraan rusak parah dan langsung terbakar hebat.

Api disebut membesar hanya beberapa saat setelah tabrakan terjadi. Sejumlah penumpang diduga tidak sempat menyelamatkan diri karena terjebak di dalam badan bus yang dengan cepat dilalap api. Teriakan minta tolong sempat terdengar dari lokasi sebelum kobaran api semakin sulit dikendalikan.

Warga sekitar yang pertama kali tiba di lokasi berupaya membantu proses penyelamatan menggunakan alat seadanya. Namun besarnya kobaran api membuat evakuasi korban menjadi sangat sulit dilakukan. Asap hitam pekat membungkus area kejadian dan menyebabkan arus lalu lintas di Jalinsum lumpuh total selama proses penanganan berlangsung.

Petugas kepolisian, tim pemadam kebakaran, tenaga medis, dan relawan kemudian diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemadaman serta evakuasi korban. Setelah api berhasil dipadamkan, petugas menemukan banyak korban dalam kondisi hangus terbakar di dalam kendaraan.

Sebanyak 16 orang dipastikan meninggal dunia dalam kecelakaan tersebut. Korban terdiri dari penumpang bus ALS serta awak truk tangki BBM. Sementara beberapa korban lain berhasil selamat dan langsung dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani perawatan intensif akibat luka bakar dan cedera serius.

Proses identifikasi korban berlangsung cukup sulit karena sebagian besar jenazah mengalami luka bakar berat. Seluruh korban kemudian dibawa ke rumah sakit di Lubuklinggau untuk proses identifikasi lebih lanjut oleh tim forensik.

Dari hasil penyelidikan awal, polisi menduga kecelakaan bermula ketika sopir bus mencoba menghindari lubang di badan jalan. Manuver tersebut diduga membuat bus oleng ke kanan hingga melewati marka jalan dan bertabrakan frontal dengan truk tangki yang datang dari arah berlawanan.

Meski demikian, pihak kepolisian menegaskan bahwa penyebab pasti kecelakaan masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. Petugas juga akan memeriksa kondisi kendaraan, faktor kecepatan, hingga kemungkinan kelalaian manusia dalam insiden tersebut.

Dalam proses olah tempat kejadian perkara (TKP), polisi menemukan sejumlah barang tidak lazim di bagasi bus ALS. Barang-barang tersebut di antaranya tabung gas, sepeda motor, dipan kayu, hingga perlengkapan mesin motor. Temuan itu kini menjadi perhatian penyidik karena dinilai dapat memengaruhi aspek keselamatan kendaraan penumpang umum.

Selain itu, data dari aplikasi Mitra Darat Kementerian Perhubungan menunjukkan izin operasional bus ALS bernomor polisi BK 7778 DL diduga telah kedaluwarsa sejak November 2020. Namun kendaraan tersebut masih tercatat lulus uji berkala atau KIR hingga Mei 2026.

Fakta mengenai status izin operasional itu memunculkan sorotan terhadap pengawasan transportasi umum, khususnya kendaraan angkutan antarkota jarak jauh yang setiap hari membawa banyak penumpang di jalur lintas provinsi.

Peristiwa tragis ini juga kembali memunculkan kekhawatiran masyarakat terhadap kondisi Jalinsum yang kerap menjadi lokasi kecelakaan fatal. Selain kondisi jalan yang di beberapa titik mengalami kerusakan, tingginya aktivitas kendaraan besar dan minimnya penerangan di malam hari disebut menjadi faktor yang meningkatkan risiko kecelakaan.

Hingga kini aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kronologi lengkap kecelakaan maut tersebut. Sementara keluarga korban mulai berdatangan ke rumah sakit untuk mencari informasi mengenai anggota keluarga mereka yang menjadi korban dalam tragedi memilukan itu.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda