dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Dewan Majelis Hadat Kerajaan Tallo protes gelar yang diberikan kepada Roy Suryo

Oleh: idrus
02 December 2025
119 kali dibaca

hal ini di sebut sesuatu yang keliru dan menyesatkan masyarakat khususnya warga Sulawesi Selatan atas pengakuan sebagai perangkat Hadat dari kerajaan Gowa dan Tallo, tutur Dewan Majelis adat Kerajaan Tallo.

Dewan Majelis Hadat Kerajaan Tallo melalui salah satu pemimpinnya, atau dalam bahasa setempat di sebut "Gallarrang", yaitu  Karaeng Bombong menyikapi berita tentang adanya kegiatan pemberian simbol adat dari  kerajaan Gowa yang di lakukan  oleh oknum yang mengaku sebagai pemangku adat Kerajaan Gowa dan Tallo sebagai.

hal ini di sebut sesuatu yang keliru dan menyesatkan masyarakat khususnya warga Sulawesi Selatan atas pengakuan sebagai perangkat Hadat dari kerajaan Gowa dan Tallo, tutur Dewan Majelis adat Kerajaan Tallo.

Menurutnya Dewan Hadat Kerajaan Gowa adalah lembaga yang beranggotakan sembilan kepala wilayah di Kerajaan Gowa atau yang biasa disebut "Bate Salapang" yang terbentuk sejak awal berdirinya kerajaan dan saat ini semua prosesi adat harus atas sepengetahuan Raja Gowa yang dilaksanakan oleh pewaris takhta atau "Patimatarang" dan Batesalapang serta Keluarga Besar Raja Gowa .


Adapun klaim sebagai Pemangku Adat Kerajaan Tallo kami dari Dewan Majelis Hadat Kerajaan Tallo, tidak pernah mendapatkan informasi atas keabsahan kegiatan yang ditayangkan melalui media televisi acara ' Suara Rakyat' (26/11), baik dari "Patimatarang" ( Putra Mahkota ) maupun dari Batesalapang sebagai dewan adat yang sah dari Kerajaan Gowa. "ucap Karaeng Bombong".


Untuk itu kami dari Dewan Majelis Hadat Kerajaan Tallo menghimbau kepada semua pihak agar tidak menggunakan dan mengatasnamakan simbol-simbol Kerajaan atas kegiatan yang hanya boleh di laksanakan oleh  Raja Gowa dan perangkat Adat Kerajaan ( Batesalapang ) demi tidak merusak citra Kerajaan Gowa dan Turunan Keluarga besar Raja Gowa yang selama ini telah menjaga Marwah Kerajaan dan melestarikan adat budayanya.

mari kita menghormati dan menghargai Kerajaan Gowa dan Tallo beserta para turunannya Keluarga Besar Kerajaan jika memang kita ingin melestarikan adat budaya sebagai pemerhati budaya dengan mengedepankan "Siri na Pacce" sebagai ikon karakter suku Bugis Makassar,"ucap Karaeng Bombong".

 

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda