dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Dua pendaki diduga tersesat di Gunung Piramid Bondowoso, tim SAR gabungan dikerahkan

Oleh: riska
05 August 2026
23 kali dibaca

Tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap dua orang pendaki yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan pendakian di Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.

Dengarinfo - Tim SAR gabungan dikerahkan untuk melakukan pencarian terhadap dua orang pendaki yang dilaporkan hilang kontak saat melakukan pendakian di Gunung Piramid, Kecamatan Curahdami, Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Operasi pencarian dimulai setelah Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Banyuwangi menerima laporan mengenai dua pendaki yang belum kembali dari pendakian selama beberapa hari. Seluruh unsur penyelamat bergerak menuju lokasi untuk menyisir jalur pendakian yang dikenal memiliki medan terjal dan tingkat kesulitan tinggi.

Kepala Kantor SAR Banyuwangi I Made Oka Astawa menjelaskan bahwa laporan diterima pada Selasa, 4 Agustus 2026. Setelah menerima informasi tersebut, Tim Rescue Pos SAR Jember langsung diberangkatkan menuju Gunung Piramid untuk melaksanakan operasi pencarian bersama unsur SAR gabungan. Menurutnya, seluruh sumber daya yang tersedia dioptimalkan agar proses pencarian dapat berlangsung secepat mungkin dengan tetap mengutamakan keselamatan personel yang bertugas di lapangan.

Dua orang yang dilaporkan hilang diketahui berinisial MF (51), warga Surabaya, serta INL (35), seorang pemandu (guide) asal Kabupaten Bondowoso. Berdasarkan informasi yang dihimpun tim penyelamat, keduanya memulai pendakian pada Sabtu, 2 Agustus 2026, sekitar pukul 07.00 WIB. Sebelum mendaki, mereka menitipkan sepeda motor berwarna merah kepada warga setempat di sekitar kaki gunung. Namun hingga beberapa hari kemudian keduanya tidak kembali untuk mengambil kendaraan tersebut sehingga memunculkan kekhawatiran dari keluarga maupun masyarakat sekitar.

Setelah dilakukan koordinasi dengan Muspika Kecamatan Curahdami serta sejumlah pihak di lapangan, muncul dugaan bahwa kedua pendaki mengalami salah jalur atau tersesat ketika berada di kawasan Gunung Piramid. Dugaan tersebut menjadi dasar dimulainya operasi pencarian oleh tim SAR gabungan. Meski demikian, hingga operasi berlangsung belum terdapat kepastian mengenai posisi kedua pendaki sehingga pencarian dilakukan dengan menyisir sejumlah jalur yang diduga dilalui korban.

Operasi pencarian melibatkan berbagai unsur, antara lain Tim Rescue Pos SAR Jember, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, Pemerintah Kecamatan Curahdami, Palang Merah Indonesia (PMI) Bondowoso, komunitas relawan, serta potensi SAR lainnya. Seluruh unsur dibagi ke dalam beberapa tim agar penyisiran dapat dilakukan secara bersamaan di sejumlah titik yang dianggap memiliki kemungkinan menjadi lokasi keberadaan korban. Koordinasi antarlembaga juga terus dilakukan untuk mempercepat proses pencarian.

Gunung Piramid dikenal sebagai salah satu gunung dengan jalur pendakian yang relatif pendek, namun memiliki tingkat kesulitan tinggi. Jalur menuju puncak didominasi tanjakan curam, tebing sempit, dan sejumlah lintasan yang berada di sisi jurang. Salah satu bagian jalur yang paling dikenal adalah kawasan "Punggung Naga", yakni lintasan sempit dengan jurang di kedua sisi yang membutuhkan konsentrasi tinggi serta kondisi cuaca yang mendukung. Karakteristik medan tersebut membuat setiap operasi pencarian memerlukan perencanaan yang matang agar keselamatan personel tetap terjaga selama penyisiran berlangsung.

Dalam operasi tersebut, tim penyelamat tidak hanya melakukan penyisiran di jalur utama pendakian, tetapi juga memanfaatkan informasi dari masyarakat, pendaki lain, dan keluarga korban untuk mempersempit area pencarian. Seluruh perkembangan di lapangan terus dievaluasi secara berkala guna menentukan strategi pencarian berikutnya. Tim juga memperhitungkan kondisi cuaca, tingkat kemiringan medan, serta potensi bahaya longsoran batu maupun vegetasi rapat yang dapat menghambat mobilitas personel penyelamat.

Kepala Kantor SAR Banyuwangi menegaskan bahwa keselamatan personel tetap menjadi prioritas selama operasi berlangsung. Medan ekstrem di Gunung Piramid mengharuskan setiap anggota tim menggunakan peralatan keselamatan lengkap, termasuk tali penyelamat, perlengkapan navigasi, dan alat komunikasi yang memadai. Operasi dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lapangan agar tidak menimbulkan risiko tambahan bagi para penyelamat.

Pihak keluarga kedua pendaki terus menunggu perkembangan proses pencarian sambil berkoordinasi dengan tim SAR di lokasi. Pemerintah daerah juga mengimbau masyarakat yang memiliki informasi mengenai keberadaan korban agar segera melapor kepada petugas sehingga dapat membantu mempercepat proses pencarian. Informasi dari warga maupun pendaki lain dinilai sangat penting, terutama apabila ada yang sempat berpapasan atau melihat keberadaan kedua pendaki selama berada di jalur pendakian.

Gunung Piramid selama ini menjadi salah satu destinasi favorit pendaki di wilayah Bondowoso karena menawarkan panorama pegunungan yang menarik meskipun memiliki jalur yang cukup menantang. Kondisi tersebut membuat pendaki diimbau untuk selalu memperhatikan kesiapan fisik, membawa perlengkapan keselamatan yang memadai, menggunakan pemandu apabila belum mengenal medan, serta mematuhi seluruh prosedur pendakian yang telah ditetapkan. Peristiwa hilangnya dua pendaki ini kembali menjadi pengingat bahwa aktivitas pendakian di kawasan pegunungan memerlukan persiapan yang matang, kewaspadaan tinggi, dan kepatuhan terhadap standar keselamatan agar risiko kecelakaan maupun tersesat dapat diminimalkan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda