dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Era Baru UMKM: AI Bantu Pangkas Kerjaan Manual hingga 70 Persen

Oleh: Reva
04 October 2026
5 kali dibaca

Pemanfaatan AI dinilai dapat membantu UMKM meningkatkan efisiensi, menghemat waktu, dan mengurangi pekerjaan manual. Dalam SME DigitalFest 2026 di Jakarta, Exabytes Indonesia memperkenalkan program GROW AI untuk membantu UMKM memperkuat digitalisasi, meningkatkan omzet, hingga mengembangkan bisnis. AI juga dinilai membantu pekerjaan seperti desain produk, pembuatan konten, dan SEO.

 

DengarInfo — Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) mulai menjadi salah satu strategi yang didorong untuk membantu pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) meningkatkan efisiensi operasional. Teknologi tersebut dinilai dapat membantu pelaku usaha mengurangi pekerjaan manual sekaligus memberi lebih banyak waktu untuk mengembangkan bisnis.

Hal tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam SME DigitalFest 2026 bertema "UMKM + AI" yang diselenggarakan Exabytes Indonesia di Jakarta. Kegiatan tersebut diikuti lebih dari 100 pelaku UMKM dan mendapat dukungan dari Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenekraf).

VP & Country Manager Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, mengatakan perkembangan AI berlangsung semakin cepat. Menurut dia, pelaku UMKM perlu mulai beradaptasi agar tidak terus bergantung pada proses kerja manual.

"Teknologi AI yang dulunya menjadi hak istimewa perusahaan besar kini dapat diakses siapa saja," kata Indra dalam keterangannya, Minggu (4/10/2026).

Indra menyebut pemanfaatan AI dapat meningkatkan efisiensi waktu hingga 60–70 persen. Dengan pekerjaan operasional yang dapat diselesaikan lebih cepat, pemilik usaha dinilai dapat mengalokasikan lebih banyak waktu untuk pengembangan bisnis.

Exabytes Dorong UMKM Naik Kelas

Untuk membantu pelaku UMKM dalam melakukan transformasi digital, Exabytes memperkenalkan inisiatif GROW AI. Program tersebut membagi proses pengembangan usaha ke dalam tiga tahapan, yakni Naik Kelas, Naik Omzet, dan Naik Level.

Pada tahap Naik Kelas, pelaku usaha diarahkan membangun fondasi digital melalui penggunaan domain, website, dan email bisnis. Fondasi tersebut ditujukan untuk membantu merapikan berbagai proses kerja yang sebelumnya dilakukan secara manual.

Selanjutnya, tahap Naik Omzet berfokus pada pemanfaatan AI dalam aktivitas bisnis yang lebih spesifik. Penggunaannya mencakup pembuatan konten penjualan, otomatisasi iklan, hingga pelayanan pelanggan melalui berbagai kanal.

Sementara itu, tahap Naik Level diarahkan untuk mempersiapkan UMKM menghadapi ekspansi bisnis. Tahapan tersebut mencakup penggunaan infrastruktur yang aman, pengembangan kemitraan strategis, serta pembukaan peluang pendanaan.

AI Kurangi Beban Pekerjaan Operasional

Pengalaman pemanfaatan AI juga disampaikan Steven dari Reka Tridi, yang merupakan pemenang GROWpreneur Competition 2026. Ia mengatakan teknologi AI membantu menyederhanakan sejumlah pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan lebih banyak tenaga.

Menurut Steven, pekerjaan seperti membuat desain foto produk dan menulis deskripsi untuk kebutuhan SEO kini dapat dilakukan oleh satu orang dengan bantuan AI. Sebelumnya, pekerjaan tersebut disebut membutuhkan dua hingga tiga orang.

Di sisi lain, Marketing Lead Mekari Desty, Timothy Santoso, menilai integrasi teknologi dapat membantu pelaku usaha mengelola berbagai aktivitas bisnis dalam satu ekosistem. Pengelolaan tersebut antara lain mencakup inventaris, toko online, dan cabang offline.

Namun, Timothy mengatakan masih terdapat pelaku usaha kecil yang belum berani melakukan digitalisasi karena belum mengetahui langkah awal yang harus dilakukan. Karena itu, ia mendorong pelaku UMKM untuk mulai belajar dan beradaptasi dengan teknologi.

Upaya digitalisasi UMKM tersebut juga mendapat dukungan dari pemerintah. Direktur Aplikasi Kemenekraf Tri Wahyudi dan Direktur Pengembangan Bisnis SMESCO Indonesia M. Rizki Firdaus turut memaparkan peta jalan digitalisasi untuk mendorong produk UMKM lokal agar mampu memperluas pasar hingga tingkat global.

Dengan semakin mudahnya akses terhadap teknologi AI, digitalisasi tidak lagi hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat teknologi. Bagi UMKM, pemanfaatan AI juga diarahkan untuk mempercepat pekerjaan, meningkatkan efisiensi, dan memberi ruang bagi pelaku usaha untuk lebih fokus pada pengembangan bisnis.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda