dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Jumlah korban kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 bertambah menjadi 238 orang, pencarian masih berlangsung

Oleh: aris
05 August 2026
18 kali dibaca

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperbarui data korban insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Hingga Selasa, 4 Agustus 2026, total korban yang berhasil terdata mencapai 238 orang.

Dengarinfo - Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memperbarui data korban insiden kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Hingga Selasa, 4 Agustus 2026, total korban yang berhasil terdata mencapai 238 orang. Dari jumlah tersebut, 233 orang dinyatakan selamat, lima orang meninggal dunia, sementara puluhan lainnya masih dalam proses pencarian oleh tim SAR gabungan yang terus menyisir wilayah perairan di sekitar lokasi kejadian.

Pembaruan data tersebut disampaikan setelah tim SAR kembali menemukan dan mengevakuasi sejumlah korban yang sebelumnya belum masuk dalam pendataan awal. Proses verifikasi identitas dilakukan secara bertahap karena sebagian korban berhasil diselamatkan oleh kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi sebelum kemudian dibawa ke berbagai titik evakuasi yang berbeda. Kondisi itu menyebabkan proses pendataan memerlukan waktu agar seluruh informasi dapat dipastikan akurat dan tidak terjadi pencatatan ganda.

KMP Mutiara Sentosa 2 mengalami kebakaran saat berlayar dari Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menuju Pelabuhan Soekarno-Hatta, Makassar. Kebakaran terjadi ketika kapal berada di perairan sekitar Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep. Kobaran api yang dengan cepat membesar memicu kepanikan di atas kapal. Sejumlah penumpang mengenakan jaket pelampung dan sebagian lainnya terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri sambil menunggu pertolongan dari kapal-kapal yang melintas maupun tim penyelamat yang segera menuju lokasi.

Operasi penyelamatan melibatkan unsur Basarnas, TNI Angkatan Laut, Kepolisian Perairan, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), pemerintah daerah, nelayan, serta sejumlah kapal niaga yang berada tidak jauh dari lokasi kejadian. Berbagai kapal dikerahkan untuk mengevakuasi korban yang terapung di laut maupun yang masih bertahan di atas kapal. Selain armada laut, operasi juga didukung penggunaan helikopter untuk membantu pemantauan dari udara serta memperluas jangkauan pencarian terhadap korban yang belum ditemukan.

Korban yang berhasil diselamatkan dievakuasi ke sejumlah lokasi sebelum akhirnya dipusatkan di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Di pelabuhan tersebut pemerintah menyiapkan posko terpadu yang melibatkan tenaga kesehatan, aparat keamanan, petugas identifikasi, relawan, serta tim psikososial. Seluruh korban menjalani pemeriksaan kesehatan, pendataan identitas, dan mendapatkan bantuan logistik sebelum dipertemukan dengan keluarga masing-masing. Sebagian korban yang mengalami luka bakar, gangguan pernapasan akibat menghirup asap, maupun hipotermia langsung dirujuk ke rumah sakit untuk memperoleh perawatan lanjutan.

Data terbaru juga menunjukkan masih terdapat korban yang belum ditemukan sehingga operasi pencarian tetap dilanjutkan. Tim SAR membagi wilayah pencarian ke beberapa sektor dengan mempertimbangkan arah arus laut, kecepatan angin, kondisi cuaca, serta kemungkinan perpindahan korban sejak terjadinya kebakaran. Penyisiran dilakukan menggunakan kapal penyelamat, kapal perang TNI AL, kapal patroli, serta dukungan udara agar area pencarian dapat dijangkau secara lebih luas.

Sementara itu, kesaksian sejumlah korban selamat mulai memberikan gambaran mengenai detik-detik awal kebakaran. Salah seorang anak buah kapal (ABK) menyampaikan bahwa api diduga pertama kali muncul dari dek kendaraan sebelum kemudian membesar dan menjalar ke bagian lain kapal. Namun hingga kini penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan karena masih menunggu hasil penyelidikan resmi yang dilakukan oleh Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) bersama instansi terkait. Pemeriksaan akan mencakup kondisi teknis kapal, sistem kelistrikan, muatan kendaraan, hingga penerapan prosedur keselamatan selama pelayaran.

Kepala Basarnas menyatakan operasi pencarian akan terus dilakukan sesuai prosedur pencarian dan pertolongan. Apabila dalam perkembangan berikutnya tidak ditemukan lagi indikasi keberadaan korban, status operasi akan dievaluasi sesuai ketentuan yang berlaku. Meski demikian, pemerintah menegaskan seluruh upaya penyelamatan akan tetap dimaksimalkan dengan melibatkan seluruh potensi SAR agar setiap korban dapat ditemukan.

Peristiwa kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 kembali menjadi perhatian terhadap aspek keselamatan transportasi laut di Indonesia. Selain proses pencarian korban yang masih berlangsung, pemerintah juga menyiapkan evaluasi menyeluruh terhadap penyelenggaraan pelayaran, mulai dari pemeriksaan kelaikan kapal, sistem keselamatan, kesiapan awak kapal, hingga mekanisme penanganan keadaan darurat di atas kapal. Hasil investigasi nantinya diharapkan tidak hanya mengungkap penyebab pasti kebakaran, tetapi juga menjadi dasar perbaikan sistem keselamatan pelayaran agar kejadian serupa tidak kembali terulang di masa mendatang.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda