dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Kebakaran TPA Jatibarang Semarang Makin Meluas, Gas Metana Jadi Ancaman

Oleh: Reva
30 September 2026
13 kali dibaca

Kebakaran terjadi di TPA Jatibarang, Semarang, pada Rabu malam (30/9/2026). Api merembet dari Zona 1 ke Zona 2 dan 3. Damkar mengerahkan tujuh mobil pemadam, satu mobil penyelamatan, dan puluhan personel. Pemadaman dilakukan bertahap karena tingginya gas metana, sementara penyebab kebakaran belum diketahui.

DengarInfo — Kebakaran terjadi di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Jatibarang, Kecamatan Mijen, Kota Semarang, Jawa Tengah, Rabu (30/9/2026) malam. Api dilaporkan muncul dari Zona 1 dan kemudian merembet ke Zona 2 hingga Zona 3.

Kebakaran tersebut membuat petugas pemadam kebakaran melakukan penanganan secara bertahap. Petugas tidak langsung melakukan pemadaman secara menyeluruh karena kondisi di lokasi disebut memiliki kandungan gas metana yang tinggi.

Kepala Bidang Operasional dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Tantri Pradono, mengatakan api pertama kali terlihat di Zona 1. Dalam perkembangannya, kobaran api kemudian merambat ke zona lain di kawasan TPA Jatibarang.

“Awalnya dari zona satu, terus merambat ke zona dua, zona tiga,” kata Tantri.

Zona yang terdampak kebakaran merupakan bagian aktif dari kawasan TPA Jatibarang. Kondisi tersebut membuat petugas harus memperhitungkan aspek keselamatan dalam melakukan proses pemadaman.

Pada awal kejadian, sebanyak dua unit armada pemadam kebakaran dikerahkan menuju lokasi. Namun, seiring api yang semakin meluas, petugas kemudian menambah kekuatan untuk menangani kebakaran.

Secara keseluruhan, tujuh unit armada pemadam kebakaran dan satu unit mobil penyelamatan dikerahkan ke lokasi. Puluhan personel turut dilibatkan dalam penanganan kebakaran tersebut.

Meski demikian, petugas tidak langsung menyemprotkan air ke seluruh titik api. Tingginya kandungan gas metana di kawasan tersebut menjadi salah satu pertimbangan utama dalam proses penanganan.

“Kita melakukan penyekatan dulu, untuk memadamkan secara langsung tidak berani karena gas metananya tinggi,” ujar Tantri.

Karena itu, strategi awal yang dilakukan petugas adalah membuat penyekatan di sekitar area yang terbakar. Langkah tersebut dilakukan untuk mengendalikan pergerakan api sekaligus mencegah kobaran meluas ke bagian lain dari TPA.

Petugas juga melakukan pengamanan terhadap kawasan sekitar lokasi kejadian. Orang-orang yang tidak memiliki kepentingan di lokasi diarahkan untuk menjauh dari area TPA demi mengurangi risiko selama proses penanganan kebakaran berlangsung.

Sekitar pukul 19.00 WIB, kondisi di lokasi masih menunjukkan adanya kobaran api. Kawasan TPA Jatibarang juga mulai disterilkan dari aktivitas yang tidak berkaitan dengan proses penanganan kebakaran.

Kebakaran di TPA Jatibarang menjadi perhatian karena material yang berada di kawasan tempat pembuangan akhir dapat membuat proses pemadaman berlangsung tidak mudah. Selain api di permukaan, kondisi timbunan sampah juga perlu diperhatikan petugas selama penanganan.

Dalam situasi seperti itu, pengendalian api dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lingkungan dan keselamatan personel. Petugas terlebih dahulu berupaya membatasi area rambatan sebelum melakukan pemadaman pada titik-titik yang dinilai memungkinkan untuk ditangani secara langsung.

Laporan mengenai kebakaran tersebut juga menyebutkan api telah merembet dari Zona 1 menuju Zona 2 dan Zona 3. Perkembangan itu membuat petugas meningkatkan penanganan di lapangan.

Hingga laporan ini ditulis, penyebab awal kebakaran belum disampaikan secara resmi. Karena itu, tingginya kandungan gas metana di lokasi tidak dapat disebut sebagai penyebab kebakaran. Kondisi tersebut berdasarkan keterangan petugas merupakan faktor yang memengaruhi cara dan keamanan proses pemadaman.

Petugas Damkar Kota Semarang masih melakukan penanganan untuk mengendalikan kobaran api dan mencegah kebakaran semakin meluas. Perkembangan kondisi di kawasan TPA Jatibarang masih dipantau oleh petugas di lapangan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda