dengarinfo - Badan Gizi Nasional (BGN) mengambil tindakan tegas menyusul insiden gangguan kesehatan massal setelah konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah. Kepala SPPG dicopot dari jabatannya, sementara operasional dapur dihentikan sementara dengan kategori suspend berat untuk kepentingan investigasi.
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana menyatakan tindakan tersebut diambil setelah pemeriksaan awal menemukan sejumlah ketidakpatuhan terhadap standar operasional prosedur dalam pengelolaan makanan.
BGN juga menemukan adanya makanan yang dibawa pulang oleh sebagian penerima manfaat, sesuatu yang menurut lembaga tersebut termasuk pelanggaran serius dalam pelaksanaan program MBG.
Perhatian terutama mengarah pada proses pengolahan makanan. Pemeriksaan awal menemukan telur untuk menu MBG telah mulai diolah sekitar pukul 19.30 WIB pada malam sebelumnya, kemudian dipanaskan kembali sekitar pukul 02.30 WIB sebelum didistribusikan.
Selain persoalan waktu pengolahan, kondisi kebersihan pada sejumlah bagian SPPG juga menjadi perhatian tim pemeriksa. Namun BGN menegaskan temuan awal tersebut belum dapat langsung disimpulkan sebagai penyebab gangguan kesehatan yang dialami para penerima manfaat.
Investigasi dilakukan terhadap seluruh rantai penyediaan makanan, mulai dari penerimaan bahan baku, proses memasak, penyimpanan, pemorsian hingga distribusi. BGN menyatakan tidak akan menyimpulkan penyebab kejadian sebelum pemeriksaan selesai dan didukung fakta serta hasil investigasi.
Jumlah korban sendiri terus berkembang seiring pendataan. Laporan awal hingga Kamis, 24 September 2026 pukul 03.00 WIB mencatat 219 orang terdampak, terdiri atas 132 orang menjalani rawat inap dan 87 orang mendapat penanganan rawat jalan di tujuh fasilitas kesehatan.
Namun pada Kamis siang, Bupati Batang M. Faiz Kurniawan menyampaikan jumlah warga yang terdampak telah mencapai lebih dari 411 orang. Sekitar 170 orang di antaranya disebut masih menjalani rawat inap, sementara lebih dari 200 lainnya telah diperbolehkan pulang.
Menu yang dikonsumsi sebelum munculnya keluhan kesehatan disebut terdiri atas nasi putih, telur bumbu balado, campuran sayuran, tahu goreng, serta buah anggur. Menu tersebut berasal dari SPPG Bawang yang dikelola Yayasan Bela Batang Sejahtera.
BGN kini berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Batang, fasilitas kesehatan, Dinas Kesehatan serta Satgas MBG Kabupaten Batang untuk menangani korban sekaligus menelusuri penyebab kejadian.
Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan tindakan lebih lanjut terhadap SPPG tersebut. BGN menegaskan keamanan pangan menjadi bagian yang tidak dapat ditawar dalam pelaksanaan program MBG dan tindakan lanjutan akan diberikan apabila investigasi membuktikan adanya pelanggaran terhadap standar keamanan pangan maupun operasional.
Pencopotan kepala SPPG dan penghentian sementara operasional dapur menjadi langkah awal sembari penyebab pasti gangguan kesehatan massal tersebut masih ditelusuri. Hingga proses investigasi selesai, temuan terkait waktu pengolahan makanan, kebersihan dapur maupun dugaan pelanggaran SOP belum dinyatakan sebagai penyebab final insiden keracunan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar Anda