Dengarinfo - Proses evakuasi korban selamat kebakaran Kapal Motor Penumpang (KMP) Mutiara Sentosa 2 terus dilakukan oleh tim SAR gabungan setelah insiden kebakaran yang terjadi di perairan utara Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, Minggu, 2 Agustus 2026. Sebagian besar korban yang berhasil diselamatkan kini dalam perjalanan menuju Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, menggunakan sejumlah kapal evakuasi yang dikerahkan dari berbagai unsur maritim. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh korban memperoleh penanganan medis, pendataan identitas, serta dapat segera dipertemukan dengan keluarga yang telah menunggu di daratan.
Operasi penyelamatan berlangsung sejak pagi setelah KMP Mutiara Sentosa 2 yang melayani rute Surabaya menuju Makassar mengalami kebakaran ketika berada di wilayah perairan sekitar Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep. Kobaran api disertai kepulan asap hitam pekat menyebabkan kepanikan di atas kapal. Sejumlah penumpang terlihat mengenakan jaket pelampung, sementara sebagian lainnya terpaksa melompat ke laut untuk menyelamatkan diri sembari menunggu pertolongan dari kapal-kapal yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Kantor SAR Kelas A Surabaya, Nanang Sigit P.H., menjelaskan bahwa proses penyelamatan melibatkan unsur SAR gabungan yang terdiri atas Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP), nelayan, kapal-kapal niaga yang sedang melintas, serta berbagai instansi terkait lainnya. Menurutnya, seluruh unsur bergerak secara terpadu untuk mempercepat evakuasi penumpang dan awak kapal yang berada di laut maupun yang masih bertahan di atas kapal yang terbakar.
Dalam pelaksanaan operasi, Basarnas membagi area pencarian dan evakuasi ke beberapa sektor agar seluruh korban dapat dijangkau secepat mungkin. Selain mengerahkan kapal penyelamat milik Basarnas, operasi juga dibantu sejumlah kapal yang berada paling dekat dengan lokasi kejadian. Kapal-kapal tersebut berperan mengangkut korban dari titik penyelamatan menuju kapal yang lebih besar sebelum akhirnya diberangkatkan menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Strategi tersebut dipilih untuk mempercepat proses penyelamatan mengingat jumlah korban yang cukup banyak serta kondisi di sekitar lokasi kebakaran yang masih berisiko.
Berdasarkan data sementara yang disampaikan Basarnas hingga Minggu petang, sebanyak 232 korban telah berhasil dievakuasi. Dari jumlah tersebut, 227 orang dinyatakan selamat, sementara lima orang dilaporkan meninggal dunia. Tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian terhadap korban lain yang diduga belum ditemukan dengan memperluas area operasi berdasarkan perhitungan arah arus laut, kecepatan angin, serta kemungkinan pergerakan korban dari lokasi awal kejadian. Data tersebut masih bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti perkembangan proses evakuasi di lapangan.
Korban selamat yang dievakuasi menuju Surabaya sebagian besar mengalami kelelahan akibat berada cukup lama di laut. Beberapa korban juga memerlukan penanganan medis karena mengalami luka ringan, sesak napas akibat menghirup asap, maupun hipotermia setelah berada di dalam air. Setibanya di Pelabuhan Tanjung Perak, mereka akan menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim medis yang telah disiapkan sebelum diperbolehkan melanjutkan perjalanan atau dijemput keluarga masing-masing.
Untuk mendukung proses evakuasi, PT Pelindo Regional 3 mengerahkan empat kapal yang difungsikan sebagai armada penjemput korban dari laut menuju Pelabuhan Tanjung Perak. Kapal-kapal tersebut dijadwalkan tiba secara bertahap mulai sekitar pukul 23.00 WIB hingga dini hari. Selain menyediakan fasilitas sandar, pihak pelabuhan juga menyiapkan posko pelayanan, ruang tunggu, serta dukungan logistik guna membantu proses penerimaan korban yang baru tiba dari lokasi kejadian.
Di Pelabuhan Tanjung Perak, sejumlah keluarga korban telah berdatangan sejak sore hari setelah memperoleh informasi mengenai proses evakuasi. Mereka menunggu dengan harapan dapat segera bertemu anggota keluarga yang menjadi penumpang kapal tersebut. Petugas pelabuhan bersama aparat keamanan mengatur area kedatangan agar proses identifikasi, pendataan, serta penyerahan korban kepada keluarga dapat berlangsung secara tertib. Tim psikososial juga disiapkan untuk memberikan pendampingan kepada keluarga maupun korban yang mengalami trauma akibat peristiwa tersebut.
Sementara itu, penyebab pasti kebakaran KMP Mutiara Sentosa 2 masih dalam penyelidikan. Otoritas terkait menyatakan investigasi akan dilakukan setelah proses penyelamatan selesai dilaksanakan. Pemeriksaan akan mencakup kondisi teknis kapal, sistem kelistrikan, prosedur keselamatan pelayaran, hingga kemungkinan faktor lain yang menjadi penyebab munculnya api di atas kapal. Hasil investigasi tersebut nantinya akan menjadi dasar untuk menentukan langkah-langkah evaluasi guna meningkatkan standar keselamatan transportasi laut di Indonesia.
Operasi pencarian dan penyelamatan hingga Minggu malam masih terus berlangsung. Tim SAR gabungan tetap menyisir wilayah perairan di sekitar lokasi kejadian dengan dukungan kapal penyelamat, kapal perang, kapal patroli, serta berbagai armada lain yang dikerahkan dalam operasi kemanusiaan tersebut. Pemerintah mengimbau masyarakat, khususnya keluarga penumpang, agar mengikuti perkembangan informasi melalui saluran resmi sehingga data mengenai jumlah korban, proses evakuasi, maupun identitas penumpang dapat diperoleh secara akurat dan tidak menimbulkan simpang siur informasi di tengah proses penyelamatan yang masih berlangsung.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar Anda