dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Kronologi Pesawat ATR 42/400 IAT Hilang Kontak di Maros

Oleh: Antasena
17 January 2026
67 kali dibaca

Berdasarkan kronologi awal, pada pukul 04.23 UTC, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan pendaratan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Dengarinfo-Berdasarkan kronologi awal, pada pukul 04.23 UTC, Air Traffic Control (ATC) Makassar Area Terminal Service Center (MATSC) mengarahkan pesawat untuk melakukan pendekatan pendaratan ke landasan pacu RWY 21 Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar. Namun, pesawat teridentifikasi tidak berada pada jalur pendekatan yang semestinya.

Menindaklanjuti kondisi tersebut, ATC memberikan arahan ulang disertai sejumlah instruksi lanjutan agar pesawat kembali ke jalur pendaratan sesuai prosedur. Setelah instruksi terakhir disampaikan, komunikasi dengan pesawat terputus atau mengalami loss contact.

Atas situasi tersebut, ATC segera mendeklarasikan fase darurat DETRESFA (distress phase). AirNav Indonesia Cabang MATSC kemudian berkoordinasi dengan Rescue Coordination Center (RCC) Basarnas Pusat serta Kepolisian Resor Maros guna mendukung upaya pencarian dan pertolongan.

Pihak Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar turut menyiapkan Crisis Center di Terminal Keberangkatan sebagai pusat koordinasi dan penyampaian informasi. Area pencarian difokuskan di wilayah pegunungan kapur Bantimurung, tepatnya di Desa Leang-Leang, Kabupaten Maros, yang juga merupakan lokasi posko Basarnas terdekat.

Pencarian lanjutan direncanakan dilakukan melalui penerbangan helikopter TNI Angkatan Udara bersama Basarnas pada pukul 16.25 WITA. Selain itu, AirNav Indonesia menyiapkan penerbitan Notice to Airmen (NOTAM) terkait kegiatan pencarian dan pertolongan di wilayah udara tersebut.

Berdasarkan data sementara, terdapat 11 orang di dalam pesawat, yang terdiri dari 8 awak pesawat dan 3 penumpang. Delapan awak pesawat tersebut masing-masing adalah: Capt. Andi Dahananto, Yudha Mahardika, Xcu Capt. Sukardi, Hariadi, Franky D. Tanamal, Junaidi, Florencia Lolita, dan Esther Aprilita S.

Sementara itu, tiga penumpang yang berada di dalam pesawat diketahui bernama: Deden, Ferry, dan Yoga.

Informasi awal menyebutkan bahwa kondisi cuaca saat kejadian relatif baik, dengan jarak pandang sekitar delapan kilometer dan kondisi cuaca sedikit berawan. Kendati demikian, rincian data cuaca secara lengkap masih menunggu konfirmasi lanjutan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda