dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Mencekam, Meksiko Kerahkan 10.000 Personel Militer Redam Kekerasan Pasca Tewasnya Gembong Narkoba

Oleh: Anwar
24 February 2026
19 kali dibaca

Kematian El Mencho, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), memicu reaksi keras dari anggota kartel. Kelompok bersenjata membalas dengan membakar kendaraan dan memblokir jalan raya di lebih dari enam negara bagian

Dengarinfo- Meksiko mengerahkan setidaknya 10.000 personel militer dalam operasi besar untuk meredam kekerasan dan mengamankan wilayah strategis pasca tewasnya gembong narkoba Nemesio Oseguera Cervantes alias El Mencho. Operasi militer skala besar tersebut diluncurkan untuk mengatasi gelombang kekerasan yang pecah di sejumlah wilayah negara bagian.

Kematian El Mencho, pemimpin Kartel Generasi Baru Jalisco (CJNG), memicu reaksi keras dari anggota kartel. Kelompok bersenjata membalas dengan membakar kendaraan dan memblokir jalan raya di lebih dari enam negara bagian. Situasi mencekam terjadi di Guadalajara, ibu kota Jalisco yang dijadwalkan menjadi salah satu tuan rumah pertandingan Piala Dunia FIFA mendatang.

Pengiriman 10.000 personel militer merupakan respons cepat pemerintah Meksiko terhadap eskalasi keamanan yang mengancam stabilitas nasional. Pasukan tersebut dikerahkan ke berbagai titik kritis, termasuk bandara, jalan tol, dan fasilitas publik yang menjadi sasaran serangan kelompok kriminal.

Kementerian Pertahanan Meksiko menyatakan El Mencho tewas setelah terluka dalam baku tembak dengan pasukan militer di Kota Tapalpa, Jalisco, pada Minggu (22/2/2026) waktu setempat. Ia meninggal dunia saat diterbangkan menuju Mexico City untuk mendapatkan perawatan medis.

Dalam operasi yang menewaskan El Mencho, empat anggota CJNG tewas di lokasi, sementara dua lainnya meninggal saat proses pemindahan ke Mexico City. Dua tersangka lain berhasil ditangkap. Tiga anggota militer dilaporkan mengalami luka dan sedang menjalani perawatan medis.

Aparat juga menyita sejumlah kendaraan lapis baja, peluncur roket, serta berbagai jenis senjata berat dari lokasi pertempuran. Operasi tersebut dilakukan dengan dukungan informasi tambahan dari otoritas Amerika Serikat.

Gelombang kekerasan yang dipicu kematian El Mencho mengakibatkan setidaknya 73 orang tewas dalam kerusuhan di berbagai wilayah Meksiko. Korban tewas tersebut terdiri dari personel keamanan dan anggota kartel yang terlibat dalam bentrokan bersenjata.

Kota-kota di Jalisco berubah sepi pada Minggu malam, setelah warga memilih bertahan di rumah demi keamanan. Video yang beredar di media sosial memperlihatkan kepanikan penumpang di Bandara Guadalajara, sementara asap tebal terlihat membumbung di kawasan wisata Puerto Vallarta.

Pablo Lemus, Gubernur Jalisco, mengimbau warga untuk tetap berada di rumah serta menghentikan sementara layanan transportasi publik. Kegiatan sekolah juga diliburkan di sejumlah wilayah terdampak. Gubernur Lemus juga menangguhkan layanan transportasi umum hingga situasi terkendali.

Presiden Meksiko Claudia Sheinbaum memuji operasi aparat keamanan dan meminta masyarakat tetap tenang. Ia menyatakan bahwa ada koordinasi penuh dengan pemerintah seluruh negara bagian. "Di sebagian besar wilayah nasional, aktivitas tetap berjalan normal," tulisnya melalui media sosial X.

Departemen Luar Negeri Amerika Serikat mengeluarkan peringatan bagi warga negaranya yang berada di Jalisco, Tamaulipas, sebagian Michoacán, Guerrero, dan Nuevo Leon untuk berlindung di tempat aman hingga pemberitahuan lebih lanjut.

Kanada juga mengeluarkan peringatan serupa bagi warganya di Puerto Vallarta untuk tetap waspada dan mengurangi aktivitas di luar ruangan. Beberapa maskapai penerbangan termasuk Air Canada, United Airlines, Aeromexico, dan American Airlines menangguhkan penerbangan ke wilayah tersebut.

Pemerintah AS mengklasifikasikan CJNG sebagai organisasi teroris dan menuduh kartel tersebut menjadi pemasok utama kokain, heroin, metamfetamin, serta fentanyl ke wilayah AS. Christopher Landau, Wakil Menteri Luar Negeri AS, menyambut operasi tersebut dan menyebut El Mencho sebagai salah satu gembong narkoba paling brutal. "Ini perkembangan besar bagi Meksiko, Amerika Serikat, Amerika Latin, dan dunia," ujarnya.

Kejatuhan El Mencho membuka babak baru dalam perang narkoba di Meksiko. Analis keamanan memperkirakan akan terjadi pergeseran kekuasaan internal di CJNG dan potensi peningkatan kekerasan di wilayah-wilayah yang dikuasai kartel tersebut. Persaingan untuk menggantikan El Mencho diperkirakan akan memicu konflik antarfaksi dalam organisasi kriminal tersebut.

Operasi ini menjadi kemenangan signifikan bagi strategi keamanan pemerintahan Presiden Sheinbaum yang dipimpin oleh Sekretaris Keamanan Omar García Harfuch. Keberhasilan ini datang pada saat pemerintah Meksiko menghadapi tekanan besar dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menunjukkan hasil nyata dalam pemberantasan perdagangan narkoba.

Dengan dikerahkannya 10.000 personel militer, pemerintah Meksiko menunjukkan komitmen kuat untuk mengendalikan situasi dan mencegah eskalasi kekerasan lebih lanjut. Langkah ini juga menjadi sinyal bagi komunitas internasional bahwa Meksiko serius menangani ancaman keamanan pasca kematian gembong narkoba paling dicari.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda