Dengarinfo─ Tim SAR gabungan akhirnya menemukan satu korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan pesawat ATR 42-500 yang dilaporkan menabrak kawasan pegunungan di wilayah Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan. Korban ditemukan pada Minggu di area lereng gunung yang dikenal memiliki kontur ekstrem dan sulit dijangkau.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari lapangan, korban ditemukan tidak jauh dari puing-puing pesawat. Lokasi temuan berada di ketinggian dengan kondisi kabut tebal, vegetasi rapat, dan jalur terjal, sehingga menyulitkan proses pencarian maupun evakuasi. Tim membutuhkan waktu berjam-jam untuk mencapai titik lokasi dengan berjalan kaki dan peralatan terbatas.
Operasi pencarian melibatkan unsur Basarnas, TNI, Polri, relawan, serta warga setempat yang memahami medan pegunungan. Sinergi ini dinilai krusial mengingat jalur menuju lokasi tidak dapat dilalui kendaraan dan harus ditempuh secara manual.
Evakuasi korban dilakukan secara bertahap dengan memperhatikan faktor keselamatan petugas. Cuaca yang tidak menentu memaksa tim beberapa kali menghentikan pergerakan. Untuk mempercepat proses, pos lapangan sementara didirikan di sekitar area pencarian guna memantau kondisi cuaca dan mengatur pergerakan personel.
Hingga saat ini, korban lainnya masih dalam pencarian. Tim SAR memperluas area penyisiran di sekitar titik jatuh pesawat dengan metode darat dan pemantauan visual. Pihak berwenang menyatakan pencarian akan terus dilanjutkan selama kondisi memungkinkan.
Sementara itu, tim DVI Polri telah disiagakan untuk melakukan proses identifikasi korban. Setelah berhasil dievakuasi, jenazah akan dibawa ke fasilitas yang telah ditentukan untuk pemeriksaan lebih lanjut sesuai prosedur.
Pihak berwenang mengimbau masyarakat agar tidak menyebarkan spekulasi terkait penyebab kecelakaan dan menunggu keterangan resmi dari instansi berwenang. Masyarakat juga diminta tidak mendekati lokasi kejadian demi menjaga keselamatan serta kelancaran operasi SAR.
Perkembangan terbaru terkait pencarian dan evakuasi korban akan terus diperbarui seiring masuknya informasi resmi dari lapangan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar Anda