dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Pandji Terima Sanksi Adat di Toraja, Tegaskan Hormati Tradisi Rambu Solo

Oleh: dengarinfo
10 February 2026
58 kali dibaca

Komika Pandji Pragiwaksono secara resmi menjalani peradilan adat di Tongkonan Layuk Kaero, Tana Toraja, Selasa (10/2/2026).

DengarInfo — Komika Pandji Pragiwaksono secara resmi menjalani peradilan adat di Tongkonan Layuk Kaero, Tana Toraja, Selasa (10/2/2026). Prosesi tersebut menjadi penutup dari polemik panjang yang dipicu oleh beredarnya kembali potongan video stand up comedy lama miliknya yang dinilai menyinggung adat Toraja, khususnya tradisi Rambu Solo.

Sidang adat dimulai sekitar pukul 10.00 Wita dan dihadiri perwakilan dari 32 wilayah adat se-Toraja. Dalam forum yang berlangsung khidmat itu, Pandji hadir didampingi kuasa hukumnya, Haris Azhar. Ia tampak tenang mengenakan kemeja lengan panjang abu-abu dan celana cargo, berdiri di hadapan para pemangku adat untuk mengikuti seluruh rangkaian mekanisme hukum adat yang dikenal dengan sebutan “Ma’ Buak Burun Mangkaloi Oto”.

Dalam putusannya, perwakilan adat menjatuhkan sanksi berupa denda satu ekor babi dan lima ekor ayam. Bagi masyarakat Toraja, sanksi tersebut bukan sekadar bentuk hukuman material, melainkan simbol pemulihan dan penyucian atas kesalahan yang telah terjadi. Denda adat dimaknai sebagai jalan untuk mengembalikan keseimbangan hubungan antara individu, komunitas, dan nilai-nilai leluhur yang dijunjung tinggi.

Tokoh adat menegaskan bahwa keputusan tersebut merupakan hasil musyawarah bersama seluruh unsur adat yang terlibat. Mereka juga mengingatkan bahwa apabila di kemudian hari terjadi pengulangan perbuatan serupa, maka konsekuensi adat akan berlaku sesuai prinsip hukum adat yang hidup di tengah masyarakat Toraja. Penegasan itu disampaikan sebagai bentuk komitmen menjaga martabat budaya dan kehormatan tradisi.

Di hadapan para perwakilan adat, Pandji secara terbuka menyampaikan permohonan maaf. Ia mengakui bahwa materi komedi yang dibawakannya pada 2013 itu tidak didasari pemahaman mendalam mengenai makna sakral Rambu Solo. Menurutnya, keterbatasan riset dan perspektif saat itu menjadi bagian dari kekeliruan yang kini ia sadari.

“Saya menerima keputusan adat ini dan berjanji tidak akan mengulangi,” ujarnya usai prosesi peradilan adat berakhir.

Video lama yang kembali viral pada 2025 memicu reaksi luas di media sosial dan memunculkan tudingan bahwa ia menghina adat Toraja. Potongan materi tersebut menyinggung besarnya biaya pelaksanaan Rambu Solo, sebuah tradisi pemakaman yang bagi masyarakat Toraja memiliki dimensi spiritual, sosial, dan kekerabatan yang sangat dalam. Upacara tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan penghormatan terakhir kepada anggota keluarga yang wafat sekaligus simbol solidaritas dalam struktur sosial masyarakat.

Peradilan adat ini dinilai banyak pihak sebagai pendekatan restoratif yang mengedepankan dialog dan tanggung jawab moral. Dalam sistem adat Toraja, penyelesaian perkara dilakukan melalui musyawarah untuk mencapai keseimbangan dan harmoni sosial. Sanksi yang dijatuhkan bertujuan memulihkan, bukan semata-mata menghukum.

Pandji menyebut proses tersebut sebagai momen perjumpaan budaya yang hangat dan penuh pelajaran. Ia mengaku tersentuh dengan cara masyarakat Toraja menyikapi persoalan melalui jalur adat yang terbuka dan bermartabat.

Sebelumnya, Pandji juga menjalani pemeriksaan di Bareskrim Polri terkait laporan dugaan penghinaan adat. Ia menyatakan menghormati proses hukum yang berjalan serta berkomitmen kooperatif dalam setiap tahapan.

Peristiwa ini kembali memunculkan diskusi publik mengenai batas kebebasan berekspresi dalam karya komedi, sensitivitas terhadap nilai budaya, serta pentingnya memahami konteks lokal sebelum menyampaikan kritik atau humor di ruang publik. Di tengah derasnya arus media sosial, jejak digital masa lalu dapat muncul kembali dan memantik dinamika baru yang tak terduga.

Dengan diterimanya sanksi adat tersebut, masyarakat berharap polemik yang sempat menghangat dapat berakhir dan menjadi pembelajaran bersama tentang pentingnya saling menghormati dalam keberagaman budaya Indonesia.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda