dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Pesawat wisata jatuh di dekat Garis Nazca, seluruh penumpang dan awak dilaporkan tewas

Oleh: erick
02 August 2026
15 kali dibaca

Sebuah pesawat wisata jatuh di wilayah selatan Peru, tidak jauh dari kawasan Garis Nazca (Nazca Lines), salah satu situs arkeologi paling terkenal di dunia yang berstatus Warisan Dunia UNESCO.

Dengarinfo - Sebuah pesawat wisata jatuh di wilayah selatan Peru, tidak jauh dari kawasan Garis Nazca (Nazca Lines), salah satu situs arkeologi paling terkenal di dunia yang berstatus Warisan Dunia UNESCO. Kecelakaan tersebut menewaskan seluruh 13 orang yang berada di dalam pesawat, terdiri atas 11 wisatawan mancanegara dan dua awak pesawat. Otoritas Peru menyatakan pesawat mengalami kecelakaan saat menjalankan penerbangan wisata yang bertujuan memberikan kesempatan kepada para penumpang untuk melihat Garis Nazca dari udara, aktivitas yang selama ini menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang berkunjung ke wilayah tersebut.

Insiden terjadi pada Sabtu, 1 Agustus 2026, ketika pesawat jenis Cessna Caravan C-208 milik maskapai lokal Aerodiana lepas landas dari Bandara Pisco menuju kawasan wisata udara Garis Nazca. Penerbangan tersebut merupakan salah satu layanan wisata yang rutin dioperasikan untuk membawa wisatawan mengelilingi kawasan gurun Nazca dari udara. Sekitar 50 menit setelah lepas landas, awak pesawat dilaporkan mengirimkan sinyal darurat kepada menara pengawas penerbangan di Nazca. Tidak lama kemudian, seluruh komunikasi radio dengan pesawat terputus.

Berdasarkan keterangan Kementerian Transportasi dan Komunikasi Peru, pesawat jatuh di kawasan Socos, sekitar enam kilometer dari Kota Nazca dan kurang lebih 19 kilometer dari lokasi Garis Nazca. Setelah menghantam permukaan tanah, badan pesawat langsung terbakar sehingga menyulitkan proses penyelamatan. Tim pemadam kebakaran, kepolisian, serta petugas tanggap darurat segera menuju lokasi setelah menerima laporan dari otoritas penerbangan, namun seluruh penumpang dan awak pesawat dipastikan meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban dalam kecelakaan tersebut terdiri atas sebelas wisatawan asing yang berasal dari Jerman, Italia, dan Spanyol, serta dua awak pesawat yang bertugas menerbangkan pesawat wisata tersebut. Hingga kini identitas lengkap seluruh korban masih dalam proses verifikasi oleh otoritas Peru sebelum disampaikan kepada keluarga masing-masing melalui perwakilan diplomatik negara asal. Pemerintah Peru juga berkoordinasi dengan kedutaan besar negara-negara terkait untuk membantu proses identifikasi dan pemulangan jenazah para korban.

Otoritas penerbangan Peru langsung membuka penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan tersebut. Tim investigasi akan memeriksa kondisi teknis pesawat, riwayat perawatan, komunikasi antara pilot dengan petugas pengawas lalu lintas udara, kondisi cuaca, hingga kemungkinan adanya faktor teknis maupun operasional yang berkontribusi terhadap kecelakaan. Hingga proses investigasi selesai, pemerintah belum menyampaikan dugaan resmi mengenai penyebab jatuhnya pesawat tersebut.

Perhatian juga tertuju pada kondisi cuaca di wilayah Nazca sebelum kecelakaan terjadi. Sehari sebelumnya, penerbangan wisata di atas Garis Nazca sempat dihentikan sementara akibat kecepatan angin yang mencapai lebih dari 40 kilometer per jam. Kondisi tersebut menyebabkan debu beterbangan dan mengurangi jarak pandang di sekitar kawasan wisata udara. Meski demikian, belum ada pernyataan resmi yang mengaitkan kondisi cuaca tersebut dengan penyebab kecelakaan pesawat yang terjadi pada Sabtu. Seluruh aspek masih menjadi bagian dari proses penyelidikan yang dilakukan otoritas penerbangan Peru.

Garis Nazca merupakan salah satu destinasi wisata paling terkenal di Peru. Kawasan ini dikenal karena memiliki ratusan gambar raksasa berbentuk hewan, tumbuhan, dan pola geometris yang digambar di permukaan gurun sejak ribuan tahun lalu. Karena bentuknya hanya dapat terlihat secara utuh dari udara, penerbangan wisata menggunakan pesawat kecil menjadi salah satu aktivitas yang paling diminati wisatawan domestik maupun mancanegara. Setiap tahun, sekitar 100 ribu wisatawan mengunjungi kawasan tersebut untuk melihat langsung keunikan situs bersejarah tersebut dari udara.

Kecelakaan ini menjadi salah satu insiden penerbangan wisata paling mematikan di Peru dalam beberapa tahun terakhir. Pemerintah Peru menyatakan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap standar keselamatan penerbangan wisata, termasuk prosedur operasional maskapai, kelayakan armada, serta sistem pengawasan penerbangan yang melayani rute-rute wisata udara. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan tingkat keselamatan penerbangan tetap terjaga, mengingat sektor wisata udara memiliki peran penting dalam industri pariwisata negara tersebut.

Selain proses investigasi, pemerintah Peru juga memberikan perhatian terhadap keluarga korban yang berasal dari berbagai negara. Otoritas setempat bekerja sama dengan kementerian luar negeri dan perwakilan diplomatik untuk memberikan pendampingan, memfasilitasi proses identifikasi jenazah, serta mengurus berbagai kebutuhan administrasi yang diperlukan. Sementara itu, lokasi jatuhnya pesawat masih dipasang garis pengamanan agar proses olah tempat kejadian perkara dan pemeriksaan puing-puing pesawat dapat dilakukan secara menyeluruh oleh tim investigasi kecelakaan penerbangan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda