dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Power bank terbakar di kabin Batik Air rute Makassar-Jakarta, awak pesawat berhasil kendalikan situasi

Oleh: Oskar
31 July 2026
17 kali dibaca

Sebuah power bank milik penumpang mengeluarkan asap dan percikan api di dalam kabin pesawat Batik Air pada penerbangan rute Makassar menuju Jakarta.

Dengarinfo - Sebuah power bank milik penumpang mengeluarkan asap dan percikan api di dalam kabin pesawat Batik Air pada penerbangan rute Makassar menuju Jakarta. Insiden yang terjadi saat pesawat sedang mengudara itu sempat mengundang perhatian para penumpang, namun berhasil ditangani dengan cepat oleh awak kabin sesuai prosedur keselamatan penerbangan sehingga situasi dapat segera dikendalikan tanpa menimbulkan dampak lebih lanjut terhadap keselamatan penerbangan.

Corporate Communications Strategic Batik Air, Danang Mandala Prihantoro, menjelaskan bahwa peristiwa tersebut terjadi pada Rabu, 29 Juli 2026, di dalam penerbangan Batik Air nomor ID-6143 yang melayani rute Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar (UPG), menuju Jakarta (CGK). Saat pesawat berada dalam fase penerbangan, salah satu power bank milik penumpang tiba-tiba mengeluarkan asap yang kemudian disusul percikan api.

Mengetahui adanya kondisi darurat tersebut, awak kabin yang telah memperoleh pelatihan penanganan keadaan darurat segera menjalankan prosedur keselamatan sesuai standar operasional maskapai. Penanganan dilakukan secara cepat menggunakan peralatan keselamatan yang tersedia di dalam pesawat sehingga sumber api dapat segera dikendalikan dan tidak menyebar ke bagian kabin lainnya. Berkat respons cepat kru kabin, kondisi penerbangan tetap aman dan pesawat dapat melanjutkan perjalanan hingga mendarat sesuai rencana.

Pihak Batik Air menyampaikan bahwa tidak terdapat laporan mengenai korban jiwa maupun penumpang yang mengalami luka serius akibat insiden tersebut. Meski sempat memicu kepanikan di dalam kabin, seluruh penumpang tetap berada dalam pengawasan awak pesawat hingga kondisi dinyatakan aman. Setelah pesawat mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, petugas melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap perangkat yang terbakar serta mendokumentasikan kejadian sebagai bagian dari proses investigasi.

Batik Air menegaskan bahwa penggunaan power bank selama penerbangan telah diatur melalui ketentuan keselamatan yang wajib dipatuhi seluruh penumpang. Sesuai regulasi yang berlaku, power bank tidak diperkenankan digunakan untuk mengisi daya perangkat elektronik selama pesawat berada dalam penerbangan. Selain itu, perangkat tersebut wajib dibawa ke dalam kabin dan tidak diperbolehkan dimasukkan ke bagasi tercatat (checked baggage). Penumpang juga dilarang menyimpan power bank di kompartemen bagasi atas (overhead compartment) karena perangkat tersebut harus tetap berada dalam pengawasan pemiliknya selama penerbangan berlangsung.

Maskapai menjelaskan bahwa lokasi penyimpanan yang dianjurkan adalah di kantong kursi (seat pocket), saku pakaian, atau di dalam tas kecil yang diletakkan di bawah kursi di depan penumpang. Kebijakan tersebut diterapkan agar apabila terjadi peningkatan suhu, muncul asap, atau gangguan lain pada perangkat, awak kabin dapat segera mengetahui dan melakukan penanganan sebelum berkembang menjadi keadaan yang lebih berbahaya. Ketentuan tersebut merupakan bagian dari standar keselamatan penerbangan yang diterapkan untuk meminimalkan risiko yang berkaitan dengan baterai lithium.

Hingga saat ini, Batik Air masih melakukan investigasi untuk mengetahui penyebab pasti terjadinya insiden tersebut. Perusahaan menyatakan seluruh data dan informasi yang berkaitan dengan kejadian sedang dikumpulkan untuk dianalisis. Hasil investigasi nantinya akan menjadi dasar evaluasi lebih lanjut guna meningkatkan aspek keselamatan penerbangan serta memastikan kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.

Pihak maskapai juga memberikan apresiasi kepada seluruh awak kabin yang dinilai telah bertindak cepat, profesional, dan sesuai prosedur dalam menangani keadaan darurat tersebut. Respons kru yang sigap dinilai menjadi faktor penting sehingga insiden dapat dikendalikan dalam waktu singkat tanpa mengganggu keselamatan penerbangan maupun proses operasional pesawat secara keseluruhan.

Insiden ini kembali menjadi pengingat mengenai pentingnya kepatuhan terhadap aturan membawa dan menggunakan perangkat elektronik berbaterai lithium selama berada di dalam pesawat. Berbagai maskapai penerbangan di dunia menerapkan ketentuan serupa karena baterai lithium memiliki potensi mengalami panas berlebih (thermal runaway) apabila mengalami kerusakan, hubungan arus pendek, atau gangguan teknis lainnya. Oleh karena itu, kepatuhan penumpang terhadap prosedur keselamatan menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keamanan penerbangan bagi seluruh pengguna jasa transportasi udara.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda