dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Prabowo dan Trump Teken Perjanjian Dagang Bersejarah, Tonggak Baru Aliansi Ekonomi RI-AS

Oleh: Anwar
20 February 2026
23 kali dibaca

Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia-Amerika Serikat (IACEPA) dalam upacara kenegaraan di Gedung Putih

Dengarinfo – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menandatangani Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia–Amerika Serikat atau Indonesia–United States Comprehensive Economic Partnership Agreement (IACEPA) dalam upacara kenegaraan di Gedung Putih, Washington DC, Kamis, 19 Februari 2025 waktu setempat. Kesepakatan tersebut bernilai total komitmen perdagangan dan investasi sebesar USD 75 miliar dan disebut sebagai perjanjian dagang bilateral terbesar antara kedua negara hingga saat ini.

Penandatanganan dilakukan di Oval Office dan disaksikan sejumlah pejabat tinggi dari kedua negara, termasuk Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, Menteri Perdagangan RI, serta United States Trade Representative dan Secretary of Commerce Amerika Serikat. Setelah prosesi penandatanganan, kedua kepala negara menyampaikan pernyataan pers bersama di Rose Garden Gedung Putih.

Dalam sambutannya, Presiden Donald Trump menyatakan bahwa perjanjian ini akan memperluas akses pasar bagi produk dan jasa Amerika Serikat di Indonesia serta memperkuat rantai pasok strategis di kawasan Indo-Pasifik. Ia menegaskan bahwa kerja sama tersebut mencakup sektor energi, pertahanan, teknologi digital, pertanian, manufaktur, dan industri penerbangan. Menurut Trump, Indonesia akan meningkatkan pembelian produk industri strategis Amerika Serikat, termasuk pesawat komersial, peralatan pertahanan, serta teknologi energi.

Presiden Prabowo Subianto dalam pidatonya menyampaikan bahwa IACEPA merupakan bagian dari strategi jangka panjang Indonesia untuk mempercepat industrialisasi nasional dan memperluas akses ekspor ke pasar global. Ia menekankan bahwa kerja sama ini dirancang berdasarkan prinsip saling menghormati kedaulatan dan kepentingan nasional masing-masing negara. Prabowo juga menyatakan bahwa kemitraan ini diharapkan dapat mendukung pencapaian visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045 melalui peningkatan investasi, transfer teknologi, dan penciptaan lapangan kerja.

Berdasarkan keterangan resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian RI, ruang lingkup IACEPA meliputi pengurangan tarif bea masuk secara bertahap untuk sejumlah komoditas unggulan, penyederhanaan prosedur kepabeanan, perlindungan investasi, kerja sama pengembangan industri hilir mineral, serta kemitraan dalam pengembangan energi terbarukan. Selain itu, terdapat ketentuan mengenai peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui program pelatihan teknis dan kolaborasi pendidikan vokasi.

Data Kementerian Perdagangan RI menunjukkan bahwa total perdagangan Indonesia dan Amerika Serikat pada tahun 2024 mencapai lebih dari USD 38 miliar, dengan Indonesia mencatatkan surplus perdagangan. Amerika Serikat merupakan salah satu tujuan ekspor utama Indonesia, khususnya untuk produk tekstil dan produk tekstil, alas kaki, karet, elektronik, serta produk perikanan. Dengan adanya IACEPA, pemerintah menargetkan peningkatan volume perdagangan bilateral secara signifikan dalam lima tahun ke depan.

Dari pihak Amerika Serikat, Kantor Perwakilan Dagang AS menyatakan bahwa perjanjian ini juga memberikan kepastian hukum bagi pelaku usaha Amerika yang berinvestasi di Indonesia, termasuk dalam sektor infrastruktur dan ekonomi digital. Pemerintah AS menilai Indonesia sebagai mitra penting di Asia Tenggara dengan pertumbuhan ekonomi yang stabil dan populasi besar yang potensial bagi ekspansi pasar.

Dalam konferensi pers, Presiden Trump menyebut perjanjian ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat hubungan ekonomi kedua negara. Ia menyatakan bahwa kerja sama tersebut akan mendukung penciptaan lapangan kerja di Amerika Serikat melalui peningkatan ekspor produk manufaktur dan pertanian. Ketika ditanya mengenai isu hak asasi manusia yang pernah menjadi perhatian sejumlah pihak, Trump menyatakan bahwa perjanjian yang ditandatangani berfokus pada kerja sama ekonomi dan kepentingan bersama kedua negara.

Sementara itu, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah Indonesia telah melakukan serangkaian negosiasi intensif selama beberapa bulan terakhir sebelum mencapai kesepakatan final. Ia menjelaskan bahwa tim perunding dari kedua negara telah menyelaraskan sejumlah kepentingan strategis, termasuk perlindungan industri dalam negeri dan peningkatan nilai tambah produk ekspor Indonesia. Pemerintah Indonesia, menurutnya, akan memastikan implementasi perjanjian berjalan sesuai dengan regulasi nasional dan tetap melindungi kepentingan pelaku usaha domestik.

Penandatanganan IACEPA juga diikuti dengan sejumlah nota kesepahaman antara perusahaan dari kedua negara. Beberapa di antaranya mencakup rencana pembelian pesawat komersial, kerja sama pengembangan fasilitas pemurnian mineral, serta investasi di bidang teknologi informasi dan pusat data. Nilai keseluruhan komitmen investasi dan perdagangan yang tercantum dalam dokumen kerja sama tersebut mencapai USD 75 miliar.

Pengamat ekonomi dari sejumlah lembaga riset yang dihubungi secara terpisah menyatakan bahwa keberhasilan implementasi perjanjian ini akan sangat bergantung pada kejelasan aturan turunan, kesiapan infrastruktur, dan konsistensi kebijakan kedua pemerintah. Mereka menilai bahwa akses pasar yang lebih luas berpotensi meningkatkan daya saing ekspor Indonesia, namun juga menuntut peningkatan kualitas produk dan efisiensi industri nasional.

Upacara kenegaraan ditutup dengan jamuan makan malam resmi di Gedung Putih yang dihadiri delegasi kedua negara. Pemerintah Indonesia menyatakan akan segera menyampaikan dokumen perjanjian tersebut kepada Dewan Perwakilan Rakyat untuk proses ratifikasi sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Dengan penandatanganan IACEPA, Indonesia dan Amerika Serikat memasuki fase baru hubungan ekonomi bilateral yang diharapkan dapat memberikan manfaat konkret bagi pertumbuhan ekonomi, stabilitas perdagangan, dan penguatan posisi kedua negara dalam dinamika ekonomi global.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda