dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Ratusan Ojol Bentrok dengan Mahasiswa UNM, Saling Serang Pakai Batu

Oleh: Anwar
06 March 2026
50 kali dibaca

Ratusan pengemudi ojek online terlibat bentrok dengan mahasiswa di kawasan kampus Universitas Negeri Makassar, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kericuhan terjadi pada Kamis (5/3/2026) malam dan mengakibatkan ketegangan di area kampus.

Dengarinfo- Ratusan pengemudi ojek online terlibat bentrok dengan mahasiswa di kawasan kampus Universitas Negeri Makassar, Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Kericuhan terjadi pada Kamis (5/3/2026) malam dan mengakibatkan ketegangan di area kampus.

Kedua kelompok massa sempat saling serang menggunakan batu. Situasi menjadi kacau saat aksi lempar-melempar berlangsung di ruas jalan utama kawasan kampus. Tidak ada laporan korban jiwa dalam insiden tersebut, namun kerusakan fasilitas dan kendaraan diduga terjadi.

Kericuhan bermula saat sejumlah mahasiswa UNM menggelar aksi unjuk rasa di depan kampus. Aksi tersebut menyoroti insiden tertembaknya remaja bernama Bertrand Eka Prasetyo berusia 18 tahun. Kejadian penembakan yang diduga melibatkan seorang anggota kepolisian tersebut memicu kemarahan kalangan mahasiswa.

Mahasiswa menuntut keadilan dan transparansi dalam penanganan kasus penembakan Bertrand. Spanduk dan poster yang membawa nama korban terlihat dalam aksi unjuk rasa tersebut. Yel-yel menuntut pertanggungjawaban aparat menggema di sepanjang Jalan AP Pettarani.

Pengemudi ojek online yang beroperasi di sekitar kawasan kampus terkena dampak langsung dari aksi tersebut. Arus lalu lintas tersendat dan akses jalan terhambat oleh kerumunan massa. Beberapa pengemudi ojol diduga merasa terganggu dan melakukan konfrontasi dengan mahasiswa.

Konflik dimulai dari perdebatan verbal antara beberapa pengemudi ojol dan demonstran mahasiswa. Suasana memanas saat kata-kata kasar saling dilontarkan dari kedua belah pihak. Kericuhan kecil kemudian meluas saat lebih banyak pengemudi ojol datang ke lokasi.

Ratusan pengemudi ojol yang berkumpul membentuk barisan menghadap barisan mahasiswa. Situasi semakin tegang saat batu-batu mulai dilempar dari kedua arah. Pengemudi ojol menggunakan helm dan payung sebagai tameng, sementara mahasiswa menggunakan tameng darurat dari papan dan karton.

Polisi yang berjaga di lokasi aksi berusaha melerai namun kewalahan menghadapi massa yang besar. Permintaan untuk membubarkan diri diabaikan oleh kedua belah pihak yang sudah terbawa emosi. Penguatan personel kepolisian dilakukan dengan memanggil unit tambahan dari Polrestabes Makassar.

Kepala Polrestabes Makassar dan pejabat keamanan kampus UNM turun langsung ke lokasi. Negosiasi intensif dilakukan untuk menghentikan aksi saling serang. Barikade polisi kemudian dibentuk untuk memisahkan kedua kelompok massa yang bertikai.

Situasi mulai terkendali setelah lebih dari satu jam kericuhan. Kedua belah pihak akhirnya membubarkan diri secara bertahap setelah mediasi dari aparat. Beberapa orang diamankan polisi untuk diperiksa terkait peranannya dalam memicu bentrok.

Kasus penembakan Bertrand Eka Prasetyo menjadi latar belakang aksi mahasiswa. Remaja tersebut diduga tertembak oleh anggota polisi dalam suatu insiden di wilayah Makassar. Propam Polri telah menurunkan tim untuk menginvestigasi dugaan penyalahgunaan wewenang tersebut.

Rektor UNM mengeluarkan pernyataan menyesalkan bentrok yang terjadi di depan kampusnya. Beliau menegaskan bahwa aksi unjuk rasa harus dilakukan dengan cara-cara damai dan konstitusional. Kerusakan fasilitas kampus akan ditindaklanjuti sesuai prosedur hukum.

Pengurus organisasi ojek online di Makassar juga menyampaikan permintaan maaf atas insiden tersebut. Mereka menegaskan bahwa tindakan pengemudi yang terlibat bentrok adalah inisiatif individu dan tidak mewakili organisasi. Sanksi organisasional akan diberikan kepada pengemudi yang terbukti melakukan tindak kekerasan.

Dinas Perhubungan Kota Makassar menutup sementara sebagian Jalan AP Pettarani untuk evakuasi dan pembersihan. Puing-puing batu dan puing kaca berserakan di lokasi bentrok. Kerja sama Dishub, Satpol PP, dan petugas kebersihan dilakukan untuk normalisasi kondisi jalan.

Warga sekitar kampus UNM mengaku ketakutan saat bentrok terjadi. Beberapa toko dan warung tutup lebih awal untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Trauma masyarakat terhadap kericuhan massa kembali terpicu oleh insiden ini.

Aksi unjuk rasa menuntut keadilan untuk Bertrand akan dilanjutkan dengan pendekatan yang berbeda. Koordinator aksi mahasiswa menyatakan akan menggelar aksi damai di depan Mapolrestabes Makassar. Tuntutan tetap sama yaitu pengusutan tuntas dan transparan kasus penembakan.

Pengemudi ojek online yang tidak terlibat bentrok menyesalkan aksi kekerasan tersebut. Mereka menegaskan bahwa konflik seharusnya tidak diselesaikan dengan cara-cara anarkis. Mediasi dan dialog dianggap sebagai solusi lebih baik daripada bentrok fisik.

Pemerintah Kota Makassar menggelar rapat koordinasi terkait keamanan di kawasan kampus. Langkah preventif akan diperkuat untuk mencegah terulangnya insiden serupa. Kerja sama antara kampus, aparat keamanan, dan komunitas ojek online ditingkatkan.

Kasus ini menjadi peringatan akan pentingnya manajemen konflik dalam aksi unjuk rasa. Emosi massa yang mudah terpicu dapat mengakibatkan eskalasi kekerasan yang tidak terduga. Pendidikan demokrasi dan budaya dialog perlu diperkuat di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda