Dengarinfo- Polemik dugaan rasisme yang melibatkan bintang Real Madrid Vinicius Jr dan gelandang muda Benfica, Gianluca Prestianni, terus bergulir jelang leg kedua play-off Liga Champions versus Real Madrid. Di tengah sorotan tajam terhadap komentar pelatih Benfica, Jose Mourinho, mantan bek Manchester United, Rio Ferdinand, angkat suara memberikan pembelaan.
Insiden terjadi pada leg pertama play-off Liga Champions di Estadio da Luz, Lisbon, akhir pekan lalu. Dalam laga tersebut, Vinicius mencetak gol tunggal kemenangan Real Madrid. Namun, perayaan sang pemain justru memicu ketegangan.
Vinicius merayakan gol dengan berjoget di pinggir lapangan, yang memancing emosi suporter Benfica. Jelang kick-off setelah gol, Prestianni berbisik kepada Vinicius yang membuat sang pemain Brasil marah dan mendekati wasit Francois Letexier. Wasit kemudian menghentikan pertandingan sekitar 10 menit dan memulai protokol anti-rasisme UEFA.
Prestianni dituduh menggunakan kata rasis "monyet" dalam bahasa Spanyol. Namun, pemuda 20 tahun tersebut membantah tuduhan tersebut. Ia mengklaim hanya menyebut "hermano" yang berarti saudara, bukan "el mono" yang berarti monyet. Prestianni menyatakan Vinicius salah dengar karena jarak yang cukup jauh dan suara stadion yang riuh.
Dalam konferensi pers pasca laga, Jose Mourinho ditanya apakah Vinicius memprovokasi kerumunan sebelum insiden dengan Prestianni. Mourinho menjawab, "Ya. Saya percaya begitu. Seharusnya ini adalah momen gila dari pertandingan, gol yang luar biasa. Sayangnya ia tidak hanya bahagia mencetak gol yang menakjubkan itu. Ketika Anda mencetak gol seperti itu, Anda merayakannya dengan cara yang hormat".
Komentar Mourinho tersebut menuai kritik keras dari berbagai pihak. Gary Lineker menuduh Mourinho melakukan gaslighting terhadap Vinicius. Organisasi anti-diskriminasi Kick It Out juga mengecam pernyataan Mourinho yang dinilai mengalihkan fokus dari isu rasisme.
Namun, Rio Ferdinand membela Mourinho. Dalam acara YouTube-nya, Rio Ferdinand Presents, mantan kapten Manchester United tersebut menyatakan Mourinho bukanlah orang rasis.
"Saya pikir Jose, seiring waktu, akan duduk di sana dan berkata, 'Mungkin saya mendekati situasi ini dengan cara yang salah.' Dan itu tidak membuat Jose Mourinho menjadi rasis. Saya pikir Jose Mourinho telah melakukan cukup banyak untuk pemain sepak bola kulit hitam dari seluruh dunia, yang memandangnya seperti sosok ayah, untuk menunjukkan bahwa pria ini tidak memiliki tulang rasis dalam dirinya," ujar Ferdinand.
Ferdinand menambahkan bahwa Mourinho hanya salah pendekatan dalam menangani situasi sensitif tersebut. Ia ingin mendengar pemikiran Mourinho saat ini setelah semua kontroversi yang terjadi.
Sementara itu, UEFA telah mengambil langkah tegas dengan menangguhkan Prestianni untuk satu pertandingan secara sementara. Keputusan ini diambil berdasarkan laporan inspektur etik dan disiplin UEFA terkait dugaan pelanggaran Pasal 14 Peraturan Disiplin UEFA tentang perilaku diskriminatif.
Real Madrid telah menyerahkan bukti terkait insiden tersebut kepada UEFA. Klub berkomitmen melawan rasisme di sepak bola dan berharap UEFA mengambil langkah tegas.
Benfica juga mengeluarkan pernyataan resmi membela Prestianni. Klub asal Portugal tersebut menilai aksi Vinicius dan Madrid berlebihan dan manipulatif. Benfica menayangkan rekaman yang menunjukkan jarak antara Prestianni dan Vinicius cukup jauh, sehingga ada potensi kesalahpahaman.
Jose Mourinho menghadapi tekanan besar jelang leg kedua di Santiago Bernabeu. Pelatih asal Portugal tersebut memilih bungkam dan tidak memberikan komentar lebih lanjut tentang kasus ini.
Vincent Kompany, pelatih Bayern Munich, juga mengkritik Mourinho. Menurutnya, komentar Mourinho soal Vinicius adalah kesalahan besar dan tidak bisa diterima.
Presiden FIFA, Gianni Infantino, membuka suara soal kasus ini. Ia menegaskan bahwa FIFA berdiri teguh melawan rasisme dalam sepak bola dan akan mendukung investigasi UEFA.
Leg kedua play-off Liga Champions antara Real Madrid dan Benfica akan digelar di Santiago Bernabeu, Rabu (26/2/2026). Laga ini tidak hanya menjadi penentu tiket babak 16 besar, tetapi juga ajang pembuktian bagi Mourinho dan Prestianni di tengah badai kontroversi.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar Anda