dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Rupiah Dibuka Melemah ke Rp17.903 per Dolar AS, Pasar Masih Berfluktuasi

Oleh: Elfitrah
05 October 2026
1 kali dibaca

Rupiah dibuka melemah pada perdagangan Senin, 5 Oktober 2026, ke level Rp17.903 per dolar AS atau turun 21 poin dari penutupan sebelumnya Rp17.882. Pelemahan terjadi di tengah pergerakan mata uang Asia yang cenderung tertekan terhadap dolar AS. Analis memperkirakan rupiah masih berpeluang menguat terbatas, tetapi pergerakannya tetap dipengaruhi sentimen global dan tingginya imbal hasil obligasi AS.

DengarInfo - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pembukaan perdagangan Senin, 5 Oktober 2026. Rupiah berada di level Rp17.903 per dolar AS, turun 21 poin atau sekitar 0,12 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya di Rp17.882 per dolar AS.

Pergerakan tersebut tercatat pada awal perdagangan ketika sejumlah mata uang Asia juga berada di bawah tekanan dolar AS. Data Bloomberg yang dikutip detikFinance menunjukkan dolar AS menguat 0,12 persen terhadap rupiah pada level Rp17.903.

Di pasar valuta asing, pergerakan rupiah pada awal pekan berlangsung bervariasi. Bisnis.com mencatat data Doo Financial Futures pada pukul 09.05 WIB menempatkan rupiah di level Rp17.889 per dolar AS atau melemah 7 poin. Perbedaan angka tersebut terjadi karena pergerakan nilai tukar berlangsung secara dinamis sepanjang perdagangan.

Analis Mata Uang Doo Financial Futures Lukman Leong memperkirakan rupiah masih memiliki peluang menguat secara terbatas. Menurutnya, penurunan harga minyak mentah dunia dan rencana pelepasan cadangan minyak oleh negara-negara G7 menjadi salah satu faktor yang dapat memberikan sentimen positif bagi rupiah.

Namun, ruang penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas karena imbal hasil obligasi Amerika Serikat tetap berada pada level tinggi. Lukman memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.800 hingga Rp17.850 per dolar AS pada perdagangan Senin.

Sementara itu, sejumlah mata uang Asia juga mengalami pelemahan terhadap dolar AS pada awal perdagangan. Kondisi tersebut menunjukkan pasar valuta asing masih dipengaruhi perkembangan ekonomi global dan pergerakan aset keuangan internasional.

Pergerakan rupiah selanjutnya akan bergantung pada perkembangan pasar global, sentimen terhadap dolar AS, harga komoditas, serta kondisi pasar keuangan domestik.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda