DengarInfo - Pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengenai kemampuan memengaruhi informasi melalui ponsel dan media sosial kembali menjadi sorotan. Pernyataan tersebut disampaikan Netanyahu dalam wawancara dengan CBS News yang ditayangkan pada 10 Mei 2026.
Dalam wawancara bersama jurnalis Major Garrett, Netanyahu membahas pengaruh media sosial terhadap persepsi publik mengenai Israel. Saat menjelaskan hal tersebut, Netanyahu mengambil ponsel milik Garrett dan mengatakan bahwa perangkat tersebut dapat “ditembus” serta digunakan untuk menyampaikan berbagai narasi mengenai seseorang.
Netanyahu kemudian memberikan contoh bahwa jika suatu informasi mengenai seseorang disampaikan berulang kali, publik dapat mempercayainya. Pernyataan itu disampaikan ketika ia membahas media sosial sebagai salah satu medan penting dalam konflik dan perang informasi.
Pernyataan tersebut kemudian dikaitkan dengan kekhawatiran yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi pengawasan dan spyware. Salah satu kasus yang mendapat perhatian adalah kontrak senilai 2 juta dolar AS antara U.S. Immigration and Customs Enforcement (ICE) dan perusahaan spyware Paragon Solutions.
Kontrak tersebut sebelumnya dihentikan sementara untuk ditinjau oleh pemerintahan Joe Biden. Pada September 2025, ICE mencabut perintah penghentian pekerjaan sehingga kontrak kembali aktif, berdasarkan catatan pengadaan pemerintah yang dikutip TechCrunch.
Pada April 2026, TechCrunch melaporkan bahwa pejabat sementara ICE menyatakan lembaga tersebut telah membeli dan menggunakan spyware Paragon dalam kasus perdagangan narkoba. Laporan itu juga menyebut penggunaan teknologi tersebut diklaim dilakukan dengan memperhatikan persyaratan konstitusional.
Meski demikian, tidak ada dasar dalam sumber tersebut untuk menyatakan bahwa Netanyahu menggunakan spyware Paragon atau memiliki hubungan langsung dengan kontrak ICE tersebut. Keduanya merupakan informasi berbeda yang dapat ditempatkan dalam konteks yang lebih luas mengenai perkembangan teknologi pengawasan dan kemampuan memengaruhi informasi.
Perkembangan teknologi tersebut membuat persoalan privasi, keamanan perangkat, dan penyebaran informasi menjadi perhatian dalam ruang digital. Di tengah penggunaan AI dan teknologi pengawasan yang semakin berkembang, kemampuan membedakan informasi faktual, manipulasi, dan klaim yang belum terverifikasi menjadi semakin penting.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar Anda