DengarInfo — Polisi mengungkap dugaan motif penganiayaan terhadap empat anak buah kapal (ABK) kapal ikan. Keempat korban diduga mengalami kekerasan setelah tidak mencapai target tangkapan yang ditetapkan pengurus kapal.
Kapolres Pelabuhan Tanjung Priok AKBP Alrasyidin Fajri mengatakan, dugaan sementara penganiayaan berkaitan dengan target penangkapan cumi-cumi dan komoditas lainnya.
“Dugaan sementara korban memang dilakukan penganiayaan apabila tidak mencapai satu target untuk menangkap cumi-cumi maupun komoditi lainnya,” kata Alrasyidin saat dihubungi, Minggu (4/10/2026).
Empat ABK yang menjadi korban yakni Ilham Shalahudin, Oktavian Makhreza, Syawal Suswono, dan Johan Saputra. Mereka diketahui baru sekitar dua bulan bekerja di kapal tersebut.
Menurut Alrasyidin, target tangkapan yang harus dipenuhi disebut mencapai 3 kilogram. Jika target tidak terpenuhi, terdapat dugaan adanya tindakan tertentu terhadap ABK.
“(Target tangkapan) 3 kilo harus tercapai, kalau tidak tercapai, maka akan dilakukan tindakan-tindakan tertentu. Tapi ini harus kita dapatkan bukti dan data yang faktual,” ujarnya.
Polisi juga mendalami dugaan adanya upaya menutupi kondisi korban dari pihak keluarga. Pengurus kapal disebut sempat menghubungi keluarga salah satu korban dan menyampaikan bahwa korban mengalami sakit beri-beri.
“Pada awal Agustus, pengurus kapal ini juga melakukan komunikasi dengan ibu korban atas nama Ilhash ini bahwa menyatakan, ‘Anak Ibu sakit beri-beri dan sudah dilakukan perawatan di Rumah Sakit Dobo di wilayah hukum Kepulauan Aru,’” kata Alrasyidin.
Namun, berdasarkan pendalaman sementara polisi, informasi mengenai perawatan korban tersebut belum terbukti dilakukan oleh pengurus kapal.
“Dan setelah kita dalami juga, rupanya dugaan sementara informasi tersebut bahwa korban dilakukan perawatan dan lain-lain itu tidak dilakukan perawatan oleh pengurus kapal,” ujarnya.
Saat ini, polisi masih memprioritaskan pemulihan kondisi para korban. Penyidik juga masih mendalami pihak-pihak yang diduga terlibat dalam penganiayaan tersebut.
Alrasyidin mengatakan, terdapat sekitar 14 ABK di kapal tersebut. Polisi belum memastikan jumlah orang yang terlibat dalam dugaan penganiayaan karena masih membutuhkan pemeriksaan dan bukti pendukung.
“Dari ABK tersebut sekitar ada 14 orang ya, ada 14 orang. Tapi tentunya bisa jadi semuanya, bisa jadi beberapa, bisa jadi hanya satu, bisa jadi hanya dua, itu tentu tentunya harus kita temukan data faktual melalui pemeriksaan,” tuturnya.
Dugaan penganiayaan tersebut juga terekam dalam sebuah video yang beredar di media sosial. Dalam rekaman itu, seorang ABK terlihat berada di dalam tong berisi air.
Seorang pria kemudian terlihat melakukan kekerasan terhadap korban. Dalam video tersebut, korban tampak diinjak dan dipukul. Korban juga terlihat disemprot air ke bagian wajah.
Pria lain yang mengenakan pakaian berwarna biru juga terlihat berada di lokasi. Ia tampak memukul korban dan menarik bagian belakang pakaian korban.
Polisi masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap kronologi lengkap, memastikan pihak yang terlibat, serta mengumpulkan bukti terkait dugaan penganiayaan tersebut.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar Anda