dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Trump Klaim Board of Peace Janjikan Rp84,2 Triliun untuk Rekonstruksi Gaza

Oleh: erick
17 February 2026
40 kali dibaca

Donald Trump, menyatakan bahwa negara-negara anggota Board of Peace telah berkomitmen menggalang dana lebih dari US$5 miliar atau setara sekitar Rp84,2 triliun untuk mendukung rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan di Gaza Strip.

Dengarinfo - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa negara-negara anggota Board of Peace telah berkomitmen menggalang dana lebih dari US$5 miliar atau setara sekitar Rp84,2 triliun untuk mendukung rekonstruksi dan bantuan kemanusiaan di Gaza Strip. Pernyataan tersebut disampaikan menjelang pertemuan perdana forum itu yang dijadwalkan berlangsung di Washington, D.C. pada 19 Februari 2026, sebuah agenda yang disebut Gedung Putih sebagai momentum awal konsolidasi dukungan internasional bagi pemulihan wilayah pascakonflik.

Trump menyebut komitmen tersebut sebagai bentuk tanggung jawab kolektif komunitas global untuk membantu warga sipil yang terdampak konflik berkepanjangan. Ia menegaskan bahwa rekonstruksi Gaza bukan hanya soal membangun kembali gedung dan jalan yang hancur, tetapi juga memulihkan sistem layanan dasar seperti rumah sakit, sekolah, jaringan listrik, air bersih, serta fasilitas sanitasi. Menurutnya, stabilitas kawasan tidak akan tercapai tanpa fondasi ekonomi dan sosial yang layak bagi masyarakat setempat.

Board of Peace merupakan inisiatif multinasional yang dibentuk pada awal 2026 dengan mandat mendorong stabilisasi dan pemulihan pascaperang melalui kerja sama lintas negara. Forum ini disebut melibatkan puluhan negara dari berbagai kawasan, termasuk Timur Tengah, Eropa, dan Asia. Selain komitmen pendanaan, sejumlah anggota juga dikabarkan siap mengirim personel untuk mendukung pasukan stabilisasi internasional serta membantu penguatan kapasitas keamanan dan administrasi sipil di Gaza.

Dalam pernyataannya, Trump menekankan bahwa dana yang dijanjikan masih berada pada tahap komitmen awal atau pledge. Detail mekanisme distribusi, pengawasan, dan prioritas proyek akan dibahas lebih lanjut dalam pertemuan resmi Board of Peace. Ia menggarisbawahi pentingnya transparansi dan akuntabilitas agar bantuan yang disalurkan benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan serta tidak terhambat persoalan birokrasi maupun dinamika politik di lapangan.

Kehadiran pengamat dari Uni Eropa dalam pertemuan tersebut disebut sebagai sinyal dukungan diplomatik yang lebih luas. Sejumlah negara Asia juga menyatakan kesiapan berkontribusi dalam berbagai bentuk, baik pendanaan, bantuan teknis, maupun dukungan kemanusiaan. Dari Asia Tenggara, Indonesia dilaporkan menyampaikan komitmen untuk mendukung upaya stabilisasi sesuai kerangka kerja sama internasional dan prinsip politik luar negeri yang dianutnya.

Pengamat hubungan internasional menilai bahwa angka US$5 miliar merupakan langkah awal yang signifikan, namun kebutuhan riil rekonstruksi Gaza diperkirakan jauh lebih besar mengingat luasnya kerusakan infrastruktur dan dampak sosial ekonomi yang ditimbulkan konflik. Tantangan lain yang disorot adalah jaminan keamanan di lapangan, koordinasi antaraktor internasional, serta keberlanjutan pendanaan dalam jangka menengah hingga panjang.

Di sisi lain, inisiatif Board of Peace juga menuai perhatian terkait implikasi geopolitik dan keseimbangan kepentingan di kawasan. Beberapa analis menilai bahwa keberhasilan program ini akan sangat bergantung pada kesediaan para pihak yang bertikai untuk menjaga stabilitas dan membuka ruang bagi proses rekonstruksi berjalan tanpa gangguan signifikan. Tanpa stabilitas keamanan, bantuan dan investasi berisiko tersendat atau bahkan gagal terealisasi.

Meski demikian, pengumuman komitmen pendanaan tersebut dipandang sebagai sinyal bahwa sebagian komunitas internasional mulai menggeser fokus dari fase konflik menuju fase pemulihan. Bagi warga Gaza, janji miliaran dolar itu diharapkan bukan sekadar angka dalam forum diplomatik, melainkan awal dari proses panjang membangun kembali ruang hidup yang porak-poranda. Realisasi konkret dari komitmen tersebut akan menjadi ujian berikutnya bagi Board of Peace dan negara-negara yang terlibat dalam upaya rekonstruksi ini.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda