dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Muktamar XXIV IPM Resmi Ditutup di Makassar, Dany Rahmat Muharram Nahkodai PP IPM 2026–2028

Oleh: dengarinfo
10 February 2026
34 kali dibaca

Dalam sidang tim formatur, ditetapkan susunan pimpinan inti Pimpinan Pusat IPM periode 2026–2028. Dany Rahmat Muharram terpilih sebagai Ketua Umum

DengarInfo – Ikatan Pelajar Muhammadiyah resmi menutup rangkaian Muktamar XXIV IPM pada Minggu, 8 Februari 2026, di Aula Arafah, Asrama Haji Sudiang, Makassar, Sulawesi Selatan. Forum tertinggi pelajar Muhammadiyah ini tidak sekadar menjadi ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga menandai penegasan arah baru gerakan IPM untuk periode 2026–2028.

Penutupan muktamar dilakukan oleh Ketua Umum PP IPM periode 2023–2026, Riandy Prawita. Dalam sambutannya, ia menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya muktamar dengan lancar serta memohon maaf atas berbagai kekurangan selama masa kepemimpinannya. Ia menegaskan bahwa IPM merupakan ruang pembentukan karakter dan kepemimpinan kader Muhammadiyah sejak usia pelajar, sebuah “laboratorium nilai” tempat gagasan ditempa sebelum diterjunkan ke tengah masyarakat.

Dany Rahmat Muharram Terpilih sebagai Ketua Umum

Dalam sidang tim formatur, ditetapkan susunan pimpinan inti Pimpinan Pusat IPM periode 2026–2028. Dany Rahmat Muharram terpilih sebagai Ketua Umum setelah meraih 750 suara, didampingi Tsabita Ikrima Al Arify sebagai Sekretaris Jenderal dan Rizki Anugrah Robby sebagai Bendahara Umum.

Terpilihnya Dany menjadi simbol regenerasi kepemimpinan di tubuh IPM. Dalam pidato perdananya, ia menekankan bahwa arah gerakan IPM ke depan merupakan tanggung jawab kolektif seluruh kader di berbagai tingkatan. Ia mengajak kader untuk membaca persoalan pelajar secara nasional, bukan hanya dalam lingkup lokal atau regional, agar IPM mampu menjawab tantangan pendidikan, karakter, dan dinamika sosial generasi muda.

Dany juga menegaskan pentingnya memperkuat konsolidasi organisasi, meningkatkan kualitas kaderisasi, serta memperluas ruang kreativitas pelajar dalam bidang intelektual, seni, dan sosial kemasyarakatan.

Apresiasi dari Muhammadiyah

Apresiasi turut disampaikan oleh Azaki Khoirudin, Sekretaris Majelis Pemberdayaan Kader dan Sumber Daya Insani PP Muhammadiyah. Ia menilai Muktamar XXIV IPM sukses dalam tiga aspek utama, yaitu sidang, syiar, dan suksesi. Menurutnya, keberhasilan forum ini menunjukkan kematangan IPM sebagai organisasi kader.

Azaki mengingatkan bahwa IPM memiliki peran strategis dalam melahirkan generasi pelajar yang berlandaskan nilai Al Quran dan Sunnah. Ia berharap kepengurusan baru dapat memperkuat posisi IPM sebagai pilar pembinaan pelajar Muhammadiyah sekaligus agen perubahan di tengah masyarakat.

Jejak Perjalanan Dany Rahmat Muharram

Dany Rahmat Muharram lahir di Watampone pada 15 Maret 2003. Ia menempuh pendidikan di SD Negeri 24 Macanang, MTs Negeri 1 Watampone, dan MAN 1 Bone. Saat ini, ia tercatat sebagai mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Makassar.

Aktif di IPM sejak 2016, Dany memulai kiprah organisasinya sebagai Ketua Bidang Kajian Dakwah Islam PD IPM Bone. Pada 2019, ia dipercaya menjadi Ketua Umum PD IPM Bone. Karier organisasinya berlanjut di tingkat wilayah sebagai Sekretaris Bidang Apresiasi Seni, Budaya, dan Olahraga PW IPM Sulawesi Selatan, kemudian menjabat Sekretaris Umum PW IPM Sulawesi Selatan sejak 2023.

Ia juga telah mengikuti jenjang kaderisasi Taruna Melati hingga tingkat utama serta pelatihan fasilitator pendamping. Di luar IPM, Dany aktif dalam berbagai komunitas seni, kepemudaan, dan relawan. Ia bahkan memiliki publikasi ilmiah berjudul “The Impact of Money Politics” yang terbit pada 2022.

Tonggak Baru Gerakan Pelajar

Berakhirnya Muktamar XXIV bukanlah titik akhir, melainkan gerbang pembuka bagi periode baru kepemimpinan IPM. Dengan komposisi pimpinan yang telah ditetapkan, IPM diharapkan mampu memperkuat gerakan literasi, dakwah pelajar, advokasi pendidikan, serta pengembangan potensi generasi muda Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Muktamar XXIV menjadi momentum konsolidasi sekaligus kompas arah. Dari Makassar, estafet kepemimpinan diserahkan, gagasan diperbarui, dan semangat kolektif ditegaskan kembali. Kini, IPM memasuki babak baru dengan harapan besar: menjadi rumah kader yang progresif, berkarakter, dan siap menjawab denyut zaman.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda