dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Bahlil Akui “Pusing” Lihat Appi dan IAS Berebut Golkar Sulsel

Oleh: erick
15 February 2026
46 kali dibaca

Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan semakin menghangat.

Dengarinfo — Dinamika menjelang Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan semakin menghangat. Bursa calon ketua kian ramai diperbincangkan, terutama setelah Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, secara terbuka melontarkan pernyataan yang memantik perhatian. Di hadapan kader Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dalam sebuah agenda di Makassar, Bahlil mengaku “pusing” menghadapi situasi di mana dua tokoh yang sama-sama memiliki rekam jejak kuat justru berpotensi saling berhadapan dalam perebutan kursi Ketua Golkar Sulsel.

Dua nama yang dimaksud adalah Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, dan mantan Wali Kota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin. Keduanya bukan hanya figur politik dengan pengalaman pemerintahan, tetapi juga memiliki kedekatan historis dengan HIPMI, organisasi yang selama ini menjadi ruang tumbuh banyak kader pengusaha dan politisi nasional. Dalam sambutannya, Bahlil bahkan memperkenalkan keduanya di hadapan ribuan kader yang hadir, seolah menegaskan bahwa kontestasi di tubuh Golkar Sulsel bukan sekadar isu internal, melainkan sorotan publik yang lebih luas.

Bahlil menyebut situasi tersebut sebagai dilema yang wajar dalam organisasi besar yang memiliki banyak kader potensial. Ia menilai baik Munafri maupun Ilham mempunyai kapasitas, jaringan, dan pengalaman yang cukup untuk memimpin partai di tingkat provinsi. Pernyataan “pusing” yang ia lontarkan bukan dalam konteks negatif, melainkan menggambarkan posisi sulit ketika harus menyaksikan dua kader dengan kualitas mumpuni bersaing dalam satu panggung yang sama. Menurutnya, hal ini justru menjadi indikator bahwa Golkar di Sulawesi Selatan memiliki stok kepemimpinan yang kuat.

Menjelang Musda, komunikasi politik antar kader disebut-sebut semakin intens. Sejumlah pengurus kabupaten dan kota mulai memetakan arah dukungan. Selain dua nama tersebut, figur lain seperti Adnan Purichta Ichsan juga sempat masuk dalam perbincangan sebagai kandidat potensial, meski hingga kini belum ada deklarasi resmi terkait pencalonan. Situasi ini membuat peta persaingan dinilai masih cair, dengan berbagai kemungkinan konfigurasi dukungan yang bisa berubah menjelang hari pemilihan.

Pengamat politik lokal menilai persaingan ini bukan semata perebutan posisi struktural, tetapi juga soal arah konsolidasi partai di provinsi yang selama ini dikenal sebagai salah satu basis penting Golkar. Sulawesi Selatan memiliki dinamika politik yang khas dan kontribusi signifikan dalam kontestasi nasional, sehingga kepemimpinan DPD I akan sangat menentukan strategi partai ke depan. Figur yang terpilih nantinya diharapkan mampu menjaga soliditas internal sekaligus memperluas jejaring eksternal untuk memperkuat elektabilitas partai.

Bahlil dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa mekanisme organisasi harus menjadi rujukan utama dalam menentukan kepemimpinan. Ia berharap proses Musda berjalan demokratis, terbuka, dan tetap mengedepankan semangat persaudaraan di antara kader. Menurutnya, kompetisi adalah bagian dari dinamika organisasi, tetapi persatuan tetap menjadi fondasi utama agar partai tetap solid menghadapi agenda politik berikutnya.

Hingga saat ini, jadwal resmi pelaksanaan Musda Golkar Sulsel masih menunggu keputusan internal partai. Namun suhu politik di tingkat daerah sudah mulai terasa meningkat. Dengan sejumlah figur berpengaruh berada dalam radar pencalonan, Musda kali ini diperkirakan menjadi salah satu momentum penting yang akan membentuk arah kepemimpinan dan konsolidasi Golkar di Sulawesi Selatan dalam beberapa tahun mendatang.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda