dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Kebakaran Maut di Jalan Tanjung Alang Makassar, Dua Orang Tewas dan Satu Korban Luka Bakar

Oleh: erick
24 July 2026
4 kali dibaca

Musibah kebakaran kembali mengguncang Kota Makassar. Sebuah rumah kontrakan yang juga difungsikan sebagai indekos dan salon di Jalan Tanjung Alang, Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, ludes dilalap api pada Kamis (23/7) malam.

dengarinfo – Musibah kebakaran kembali mengguncang Kota Makassar. Sebuah rumah kontrakan yang juga difungsikan sebagai indekos dan salon di Jalan Tanjung Alang, Kelurahan Sambung Jawa, Kecamatan Mamajang, ludes dilalap api pada Kamis (23/7) malam. Peristiwa tragis tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia, satu orang mengalami luka bakar serius, sementara dua unit rumah kontrakan mengalami kerusakan berat dan sedang.

Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 19.02 WITA. Warga yang melihat kobaran api segera menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kota Makassar. Belasan armada pemadam bersama personel gabungan langsung dikerahkan ke lokasi untuk mencegah api merambat ke rumah-rumah lain di kawasan permukiman yang cukup padat tersebut.

Menurut hasil asesmen awal Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Makassar, api pertama kali diketahui warga setelah terdengar suara kaca jendela pecah akibat panas yang sangat tinggi dari salah satu kamar kos. Dalam waktu singkat, kobaran api membesar dan melahap sebagian besar bangunan yang didominasi material mudah terbakar, sehingga proses penyelamatan menjadi sangat sulit.

Kepala Pelaksana BPBD Kota Makassar, Fadli Tahar, menyampaikan belasungkawa atas musibah tersebut. Ia menegaskan keselamatan warga menjadi prioritas utama sehingga seluruh unsur pemerintah bergerak cepat melakukan evakuasi korban, pendataan kerusakan, serta penanganan terhadap warga terdampak.

"Duka cita kami sampaikan kepada keluarga korban. Tim langsung melakukan evakuasi, asesmen, dan menyiapkan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak kebakaran," ujar Fadli dalam keterangannya.

Korban meninggal dunia diketahui bernama Dg. Fuji (57) dan Ariani (47). Keduanya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam bangunan yang terbakar. Sementara itu, seorang korban lainnya, Aldi Muslim (27), mengalami luka bakar dan segera dievakuasi ke Rumah Sakit Bhayangkara Makassar untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Dalam proses evakuasi, petugas menghadapi kondisi yang cukup berat karena api telah menghanguskan hampir seluruh bagian rumah. Berdasarkan keterangan kepolisian dan petugas di lapangan, kedua korban meninggal ditemukan dalam posisi saling berpelukan di dalam bangunan, sebuah pemandangan yang menggambarkan besarnya kepanikan saat kobaran api membesar dan mengurung penghuni di dalam rumah.

Polisi bersama Tim Inafis telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab kebakaran. Dugaan awal mengarah pada lilin yang dinyalakan di dalam rumah, namun aparat menegaskan penyebab tersebut masih bersifat sementara dan masih memerlukan penyelidikan lebih lanjut, termasuk pemeriksaan terhadap para saksi serta barang bukti yang ditemukan di lokasi.

Bangunan yang terbakar diketahui tidak hanya digunakan sebagai tempat tinggal, tetapi juga sebagai salon dan rumah indekos. Kondisi bangunan yang sebagian besar menggunakan material kayu dan papan, ditambah jarak antarrumah yang berdekatan, membuat api dengan cepat membesar. Beruntung, petugas pemadam berhasil mengendalikan kobaran api sebelum menjalar lebih luas ke permukiman di sekitarnya.

Data sementara BPBD menunjukkan lima kepala keluarga dengan total sepuluh jiwa terdampak akibat kebakaran tersebut. Satu unit rumah kontrakan mengalami kerusakan berat, sedangkan satu unit lainnya mengalami kerusakan sedang. Pemerintah Kota Makassar telah melakukan pendataan untuk menyalurkan bantuan darurat kepada para korban yang kehilangan tempat tinggal.

Musibah ini kembali menjadi pengingat akan pentingnya kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di kawasan permukiman padat. Penggunaan sumber api terbuka, instalasi listrik yang tidak memenuhi standar, maupun kelalaian dalam penggunaan peralatan rumah tangga dapat memicu kebakaran dengan dampak yang sangat besar. Karena itu, masyarakat diimbau untuk rutin memeriksa instalasi listrik, memastikan penggunaan alat penerangan dan peralatan elektronik dilakukan dengan aman, serta segera menghubungi petugas apabila melihat tanda-tanda kebakaran.

Hingga kini, aparat kepolisian masih melanjutkan penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kebakaran tersebut. Sementara itu, pemerintah bersama BPBD, Damkar, dan instansi terkait terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta menyalurkan bantuan kepada warga yang terdampak, sembari berharap peristiwa serupa tidak kembali terjadi di kemudian hari.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda