dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Korban tewas akibat ambruknya AEON Mall di Jepang bertambah menjadi tiga orang

Oleh: Irham, SH
30 July 2026
12 kali dibaca

Jumlah korban meninggal dunia akibat ambruknya bangunan AEON Mall di Prefektur Kumamoto, Jepang, bertambah menjadi tiga orang setelah tim penyelamat kembali menemukan korban di dalam reruntuhan pusat perbelanjaan tersebut.

Dengarinfo - Jumlah korban meninggal dunia akibat ambruknya bangunan AEON Mall di Prefektur Kumamoto, Jepang, bertambah menjadi tiga orang setelah tim penyelamat kembali menemukan korban di dalam reruntuhan pusat perbelanjaan tersebut. Hingga Rabu, 29 Juli 2026, operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan karena diduga masih terdapat korban lain yang terjebak di bawah material bangunan. Insiden tersebut terjadi setelah gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,1 mengguncang wilayah Kumamoto pada Selasa, 28 Juli 2026, yang menyebabkan kerusakan pada berbagai bangunan dan infrastruktur, termasuk runtuhnya sebagian bangunan pusat perbelanjaan AEON Mall.

Menurut laporan otoritas setempat, gempa yang terjadi pada sore hari waktu Jepang memicu keruntuhan sebagian bangunan pusat perbelanjaan sehingga banyak pengunjung dan pekerja berada dalam situasi darurat. Sesaat setelah guncangan terjadi, petugas pemadam kebakaran, kepolisian, tim medis, serta personel tanggap bencana langsung dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap korban yang terjebak. Operasi penyelamatan berlangsung sepanjang malam dengan menggunakan alat berat, peralatan pencarian, serta anjing pelacak guna menemukan korban yang masih berada di bawah reruntuhan.

Hingga Rabu pagi, tiga orang dipastikan meninggal dunia setelah berhasil dievakuasi dari dalam bangunan. Sebelumnya, dinas pemadam kebakaran melaporkan adanya sejumlah orang yang terjebak di dalam pusat perbelanjaan tersebut. Selain keruntuhan bangunan, saksi dan petugas juga menerima laporan mengenai suara ledakan yang terdengar dari area pusat perbelanjaan sesaat setelah gempa terjadi. Penyebab pasti ledakan tersebut masih dalam penyelidikan otoritas Jepang, sementara fokus utama tim di lapangan tetap diarahkan pada pencarian korban yang kemungkinan masih berada di dalam bangunan.

Gempa Magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto tidak hanya menyebabkan kerusakan pada AEON Mall, tetapi juga berdampak luas terhadap berbagai wilayah di sekitarnya. Sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan, jaringan listrik dan air bersih sempat terganggu, serta puluhan ribu warga terdampak akibat bencana tersebut. Pemerintah Jepang juga melaporkan adanya kerusakan pada fasilitas kesehatan, bangunan bersejarah, jalan, dan infrastruktur lainnya sehingga proses pemulihan dilakukan secara bertahap bersamaan dengan operasi penyelamatan korban.

Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menginstruksikan pengerahan ribuan personel untuk mempercepat proses penyelamatan dan penanganan dampak gempa. Tim penyelamat bekerja tanpa henti untuk melakukan pencarian di lokasi-lokasi yang diperkirakan masih terdapat korban, termasuk di area pusat perbelanjaan AEON Mall yang mengalami kerusakan paling parah. Selain melakukan evakuasi, pemerintah juga memprioritaskan pemulihan layanan dasar, pemeriksaan keamanan bangunan, serta distribusi bantuan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Berdasarkan informasi dari otoritas penanggulangan bencana Jepang, keruntuhan AEON Mall diduga dipicu oleh kombinasi guncangan gempa yang sangat kuat dan laporan adanya ledakan di area bangunan. Sebagian lantai dua pusat perbelanjaan dilaporkan runtuh sehingga menyebabkan banyak orang terjebak di dalamnya. Petugas masih melakukan penyelidikan teknis untuk memastikan penyebab pasti keruntuhan, termasuk menelusuri kemungkinan adanya kebocoran gas atau faktor lain yang memperburuk dampak gempa terhadap struktur bangunan.

Di lokasi kejadian, tim penyelamat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kondisi bangunan yang tidak stabil hingga risiko runtuhan susulan akibat gempa susulan yang masih mungkin terjadi. Oleh karena itu, proses evakuasi dilakukan secara hati-hati dengan mengutamakan keselamatan petugas dan korban. Area sekitar pusat perbelanjaan juga telah dipasangi garis pembatas untuk mencegah masyarakat mendekati lokasi yang dinilai masih berbahaya. Tim teknis terus memantau kondisi struktur bangunan sebelum personel memasuki area tertentu dalam proses pencarian.

Gempa di Kumamoto menjadi salah satu bencana terbesar yang terjadi di Jepang sepanjang tahun 2026. Selain korban jiwa di AEON Mall, pemerintah Jepang juga melaporkan adanya korban meninggal di lokasi lain akibat dampak gempa, sehingga jumlah korban tewas secara keseluruhan mencapai sedikitnya 13 orang. Sementara itu, proses pencarian terhadap korban di pusat perbelanjaan AEON Mall masih terus berlangsung hingga seluruh area reruntuhan selesai diperiksa oleh tim penyelamat. Pemerintah Jepang menyatakan akan terus memperbarui informasi mengenai jumlah korban dan perkembangan operasi penyelamatan sesuai hasil yang diperoleh di lapangan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda