Ledakan dahsyat mengguncang kawasan permukiman di Bandar Abbas, Iran selatan, pada Jumat malam waktu setempat. Dentuman keras yang terdengar hingga radius beberapa kilometer itu mengakibatkan bangunan rusak parah, kendaraan hancur, serta menelan korban jiwa dan luka-luka.
Menurut laporan media setempat, ledakan terjadi di sebuah gedung bertingkat di area padat penduduk. Bagian fasad bangunan runtuh, jendela pecah berhamburan, dan puing beton menutupi jalan di sekitarnya. Warga yang berada di lokasi sempat panik dan berhamburan keluar rumah, sementara tim penyelamat bergegas mengevakuasi korban dari reruntuhan.
Otoritas setempat menyebutkan, sedikitnya satu orang dilaporkan tewas dan belasan lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda. Korban luka langsung dilarikan ke sejumlah rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif. Petugas medis masih melakukan pendataan, sehingga jumlah korban berpotensi bertambah.
Kepala layanan darurat wilayah Hormozgan menjelaskan bahwa proses evakuasi berlangsung hingga larut malam. “Tim penyelamat menghadapi kesulitan karena struktur bangunan yang rusak berat. Kami menggunakan alat berat untuk menyingkirkan puing dan memastikan tidak ada korban yang terjebak,” ujarnya kepada media lokal.
Terkait penyebab ledakan, pemerintah Iran menyatakan dugaan awal mengarah pada kebocoran gas di dalam bangunan. Meski demikian, pihak berwenang menegaskan penyelidikan menyeluruh masih berlangsung untuk memastikan sumber ledakan dan menepis berbagai spekulasi yang berkembang di masyarakat. Hingga kini, belum ada indikasi resmi yang mengarah pada aksi teror atau serangan dari pihak luar.
Insiden ini terjadi di wilayah pelabuhan strategis Iran yang kerap menjadi jalur utama aktivitas logistik dan perdagangan. Aparat keamanan memperketat penjagaan di sekitar lokasi kejadian untuk mengantisipasi risiko lanjutan serta menjaga ketertiban umum.
Pemerintah Iran menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban dan berjanji akan memberikan bantuan kepada warga terdampak, termasuk perbaikan bangunan yang rusak. “Keselamatan warga adalah prioritas utama. Kami akan memastikan investigasi dilakukan secara transparan,” kata seorang pejabat pemerintah.
Hingga Sabtu pagi, situasi di lokasi ledakan dilaporkan mulai kondusif, meski garis polisi masih terpasang dan aktivitas warga dibatasi. Tim teknis terus memeriksa keamanan struktur bangunan di sekitar area ledakan guna mencegah kemungkinan runtuhan susulan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar Anda