dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

DVI Tuntaskan Identitas Sembilan Korban KM Virgo, Jenazah Telah Kembali ke Keluarga

Oleh: oskar
20 September 2026
27 kali dibaca

Tim Disaster Victim Identification Polri telah berhasil mengidentifikasi sembilan korban meninggal dunia dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 dan seluruh jenazah yang telah teridentifikasi tersebut telah diserahkan kepada keluarga masing-masing.

dengarinfo - Tim Disaster Victim Identification Polri telah berhasil mengidentifikasi sembilan korban meninggal dunia dalam kecelakaan KM Virgo Transport 8 dan seluruh jenazah yang telah teridentifikasi tersebut telah diserahkan kepada keluarga masing-masing. Proses identifikasi dilakukan sebagai bagian dari penanganan korban setelah kapal yang membawa ratusan penumpang dan awak tersebut mengalami kecelakaan dalam perjalanan dari Surabaya menuju Banjarmasin. Berdasarkan rekapitulasi operasi DVI hingga 19 September 2026, sembilan korban meninggal yang ditemukan seluruhnya telah memiliki identitas yang terkonfirmasi.

Proses identifikasi terhadap para korban dilakukan melalui prosedur DVI dengan membandingkan data ante mortem yang diperoleh dari keluarga dengan data post mortem hasil pemeriksaan terhadap jenazah. Data ante mortem mencakup informasi mengenai korban sebelum ditemukan, sedangkan data post mortem diperoleh setelah korban dievakuasi dan menjalani pemeriksaan. Kedua kelompok data tersebut kemudian dicocokkan untuk memperoleh kepastian identitas sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga.

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko menjelaskan bahwa setiap korban yang ditemukan menjalani proses identifikasi berdasarkan data ante mortem dan post mortem. Setelah identitas dapat dipastikan melalui proses rekonsiliasi, jenazah selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga. Prosedur tersebut diterapkan untuk memastikan bahwa penyerahan dilakukan berdasarkan identitas yang telah terverifikasi.

Sembilan korban yang telah berhasil diidentifikasi terdiri atas Reyner Fausta Yosilianto, laki-laki berusia 22 tahun asal Jawa Timur; Nurul Rian Hidayat, laki-laki berusia 33 tahun asal Jawa Timur; Imam Soeparno, laki-laki berusia 66 tahun asal Jawa Timur; Denny Ridzal Saputra, laki-laki berusia 30 tahun asal Jawa Timur; Erik Maousul Latip, laki-laki berusia 37 tahun asal Jawa Barat; serta Risyan Kurnia Putra, laki-laki berusia 28 tahun asal Jawa Barat.

Tiga korban lainnya berasal dari Kalimantan Selatan, yaitu Muhammad Abdianoor, laki-laki berusia 30 tahun; Surya, laki-laki berusia 59 tahun; dan Yuli, perempuan berusia 29 tahun. Ketiganya menjalani proses identifikasi sebelum jenazah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemakaman. Muhammad Abdianoor teridentifikasi melalui karakteristik medis, Yuli melalui struktur gigi, sedangkan Surya diidentifikasi menggunakan sidik jari dan karakteristik medis.

Selain menangani korban meninggal, tim gabungan juga melakukan pendataan terhadap korban yang ditemukan dalam kondisi selamat. Hingga 19 September 2026, sebanyak 117 orang dari keseluruhan manifes telah ditemukan. Jumlah tersebut terdiri atas 108 korban hidup dan sembilan korban meninggal dunia. Seluruh 108 korban yang ditemukan dalam keadaan hidup telah dipulangkan dan pada saat rekapitulasi tersebut tidak terdapat lagi korban selamat yang masih menjalani perawatan di rumah sakit.

KM Virgo Transport 8 tercatat membawa 243 orang dalam pelayaran dari Surabaya menuju Banjarmasin sebelum mengalami kecelakaan pada 13 September 2026. Berdasarkan jumlah manifes tersebut dan data pencarian hingga 19 September, sebanyak 126 orang masih tercatat dalam proses pencarian. Operasi pencarian dilakukan secara bersamaan dengan proses identifikasi terhadap setiap korban yang berhasil ditemukan oleh tim SAR gabungan.

Untuk mendukung identifikasi korban yang masih dalam pencarian, tim DVI terus mengumpulkan data ante mortem dari keluarga. Hingga 19 September 2026, tercatat sebanyak 153 data ante mortem telah diterima dari sejumlah daerah. Data tersebut berasal dari keluarga korban di Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah, dan Jawa Barat.

Dari keseluruhan data ante mortem tersebut, sebanyak 74 data berasal dari Kalimantan Selatan, 63 dari Jawa Timur, satu dari Sulawesi Selatan, dua dari Jawa Tengah, serta 13 dari Jawa Barat. Setelah dilakukan pemeriksaan, ditemukan 18 data yang terduplikasi sehingga jumlah data ante mortem yang digunakan dalam proses selanjutnya menjadi 135 data.

Dari 135 data ante mortem tersebut, sembilan telah direkonsiliasi dan menghasilkan identitas korban yang telah dipastikan, sedangkan 126 data lainnya masih belum direkonsiliasi. Data tersebut akan digunakan sebagai bahan pembanding apabila tim pencarian kembali menemukan korban dalam operasi lanjutan. Proses pencocokan dilakukan menggunakan informasi identitas, pemeriksaan medis, data gigi, sidik jari, serta DNA apabila diperlukan.

Pengumpulan sampel DNA juga dilakukan terhadap keluarga korban untuk memperkuat proses identifikasi. Di Jawa Barat, petugas pada 15 September 2026 mengambil sampel DNA dari 13 keluarga korban menggunakan metode buccal swab atau pengambilan sampel dari bagian dalam pipi. Sampel tersebut berasal dari dua keluarga korban meninggal dunia dan 11 keluarga korban yang masih dalam pencarian. Sampel kemudian dikirim ke pusat pemeriksaan pada 16 September 2026 untuk menjalani proses analisis lebih lanjut.

Di Jawa Timur, Posko DVI Tanjung Perak hingga 18 September 2026 telah menerima 76 data ante mortem dari keluarga maupun pihak terkait. Tim juga melakukan pengambilan 42 sampel DNA melalui metode buccal swab. Seluruh data dan sampel tersebut digunakan untuk membantu pencocokan apabila korban ditemukan dan membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan identitas.

Polri menyiapkan sebanyak 140 personel DVI untuk mendukung penanganan dan identifikasi korban KM Virgo Transport 8. Jumlah tersebut terdiri atas 66 personel dari tim DVI Polda Kalimantan Selatan, 56 personel dari tim DVI Polda Jawa Timur, dan 18 personel dari Pusdokkes Polri. Personel yang dikerahkan mencakup dokter spesialis, dokter gigi spesialis, dokter umum, dokter gigi, perawat, tenaga kesehatan lainnya, serta personel pendukung.

Sebelumnya, enam posko DVI juga disiapkan di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan untuk mendukung pengumpulan data ante mortem, pemeriksaan post mortem, pelayanan terhadap keluarga, serta kebutuhan identifikasi lainnya selama operasi pencarian berlangsung. Posko-posko tersebut menjadi tempat keluarga menyerahkan data identitas dan informasi yang dapat digunakan sebagai bahan pembanding apabila korban ditemukan.

Setelah proses identifikasi selesai, penyerahan jenazah dilakukan kepada keluarga masing-masing. Di Banjarmasin, proses pemulangan jenazah korban dari Rumah Sakit Bhayangkara menuju rumah duka pada Sabtu, 19 September 2026, mendapat pengawalan kepolisian. Pengawalan dilakukan setelah tim DVI menyelesaikan pemeriksaan dan identitas korban dinyatakan sesuai dengan data keluarga.

Proses DVI tetap dilanjutkan selama operasi pencarian terhadap korban KM Virgo Transport 8 berlangsung. Setiap korban yang ditemukan akan menjalani pemeriksaan post mortem dan hasilnya dibandingkan dengan data ante mortem yang telah dihimpun dari keluarga. Apabila pemeriksaan menghasilkan kecocokan dan identitas telah dipastikan melalui proses rekonsiliasi, jenazah kemudian diserahkan kepada keluarga untuk dibawa ke daerah asal dan dimakamkan.

Hingga data DVI per 19 September 2026, seluruh sembilan korban meninggal dunia yang telah ditemukan telah teridentifikasi dan diserahkan kepada keluarga, sementara 108 korban yang ditemukan dalam kondisi selamat juga telah dipulangkan. Pada saat yang sama, proses pencarian terhadap 126 orang berdasarkan data manifes masih berlangsung dan tim DVI tetap menyiapkan personel, data ante mortem, pemeriksaan medis, serta sampel DNA untuk mendukung identifikasi terhadap korban yang ditemukan dalam operasi selanjutnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda