dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Sudah Diberi Dua Dosis Obat Eksekusi, Christa Pike Masih Hidup

Oleh: Reva
08 October 2026
3 kali dibaca

Christa Pike, terpidana mati di Tennessee, AS, mulai sadar dan berkomunikasi pada 7 Oktober 2026, sepekan setelah eksekusinya dengan suntik mati gagal. Ia masih dirawat karena mengalami sejumlah komplikasi kesehatan.

 

DengarInfo — Narapidana hukuman mati di Tennessee, Amerika Serikat, Christa Pike, sadar dan mulai berbicara beberapa hari setelah upaya eksekusinya dengan suntik mati gagal pada 30 September 2026.

Pengacara Pike, Randy Spivey, mengatakan kondisi tersebut mengejutkan banyak pihak. Pike sebelumnya sempat dinyatakan dalam kondisi sangat kritis setelah menerima dua dosis obat eksekusi di ruang eksekusi Riverbend Maximum Security Institution, Nashville.

Menurut laporan sejumlah media AS, Pike tidak meninggal setelah obat eksekusi diberikan. Ia kemudian dibawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Beberapa hari setelah kejadian, Pike dilaporkan kembali sadar dan mulai berbicara.

Spivey mengatakan Pike sempat mengalami kondisi serius dan tim hukumnya bahkan diberi tahu bahwa kondisi neurologisnya sangat buruk. Namun, kondisi tersebut kemudian berubah setelah Pike sadar dan mulai berkomunikasi.

Kata-kata pertama Pike setelah sadar, menurut Spivey, adalah pertanyaan tentang keberadaannya dan orang-orang di sekitarnya.

"Saya tidak memiliki penjelasan atas apa yang terjadi," kata Spivey setelah menghadiri persidangan di Davidson County, seperti dikutip sejumlah media.

Spivey mengatakan Pike awalnya mengalami kebingungan dan disorientasi. Namun, pada 7 Oktober, Pike mulai mengingat sejumlah detail mengenai upaya eksekusi yang dialaminya.

Kondisi Pike

Setelah upaya eksekusi tersebut, Pike mengalami sejumlah masalah kesehatan. Pengacaranya mengatakan ia menderita pneumonia, mengalami penggumpalan darah dan pembengkakan pada bagian tubuhnya. Ia juga mengalami kesulitan menelan serta masalah pada fungsi lengan dan tangannya.

Kondisi Pike membuat kasus tersebut mendapat perhatian luas. Death Penalty Information Center menyebut peristiwa itu sebagai kasus yang sangat tidak biasa dalam sejarah eksekusi dengan suntik mati di Amerika Serikat.

Pike dijatuhi hukuman mati atas pembunuhan Colleen Slemmer pada 1995. Eksekusi terhadap Pike dijadwalkan setelah proses hukum yang berlangsung selama puluhan tahun.

Pada 30 September, petugas Tennessee memberikan dua dosis pentobarbital dalam upaya eksekusi tersebut. Namun, Pike tetap hidup dan kemudian dibawa ke rumah sakit.

Kegagalan eksekusi itu kemudian memicu pemeriksaan terhadap pelaksanaan prosedur suntik mati di Tennessee. Pemerintah negara bagian juga menyatakan akan meninjau kejadian tersebut.

Hingga perkembangan terakhir, Pike masih menjalani perawatan medis dan masa depan kondisi kesehatannya belum dapat dipastikan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda