dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Gempa M 7,4 di Kolombia Rusak Hampir 5.000 Rumah, 126 Orang Meninggal

Oleh: riska
11 August 2026
32 kali dibaca

Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada hampir 5.000 rumah serta sejumlah fasilitas publik di berbagai wilayah.

Dengarinfo - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,4 mengguncang wilayah Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026. Gempa tersebut menyebabkan kerusakan pada hampir 5.000 rumah serta sejumlah fasilitas publik di berbagai wilayah.

Juru Bicara Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), Jens Laerke, menyampaikan bahwa hampir 5.000 rumah mengalami kerusakan. Dari jumlah tersebut, 387 rumah dilaporkan hancur, sementara 61 bangunan lainnya runtuh.

Berdasarkan data resmi pemerintah Kolombia yang disampaikan OCHA, sedikitnya 126 orang meninggal dunia dan 1.495 orang mengalami luka-luka akibat gempa tersebut. Data korban masih dapat berubah seiring proses pendataan dan penanganan di wilayah terdampak.  

Kerusakan juga terjadi pada fasilitas kesehatan. Sebanyak 24 fasilitas kesehatan dilaporkan terdampak akibat gempa. Gangguan layanan juga terjadi pada sejumlah fasilitas penting, termasuk jaringan listrik, pasokan air, layanan kesehatan, dan konektivitas.

Sektor pendidikan turut terdampak. Lebih dari 550 lembaga pendidikan dilaporkan mengalami dampak akibat gempa. Sedikitnya 350 pusat komunitas juga terdampak di berbagai wilayah.

Selain bangunan dan fasilitas pelayanan masyarakat, infrastruktur transportasi mengalami kerusakan. Sebanyak 53 ruas jalan dilaporkan terdampak akibat gempa tersebut.  

Gempa mengguncang wilayah barat Kolombia dan getarannya dirasakan di sejumlah kota. Kerusakan bangunan dilaporkan terjadi di beberapa daerah, sementara tim penyelamat dikerahkan untuk melakukan pencarian dan penanganan terhadap warga yang terdampak.

Sejumlah bangunan mengalami keruntuhan setelah guncangan kuat. Tim penyelamat dan masyarakat setempat melakukan pencarian terhadap korban yang kemungkinan masih berada di bawah reruntuhan.

Pemerintah Kolombia menetapkan kondisi darurat nasional untuk mempercepat penanganan bencana. Operasi penyelamatan, pelayanan medis, pendataan kerusakan, serta penyaluran bantuan dilakukan di sejumlah wilayah terdampak.  

Gempa tersebut juga menyebabkan gangguan terhadap sejumlah layanan dasar. Kerusakan jaringan listrik, air, fasilitas kesehatan, jalan, serta konektivitas membuat proses penanganan membutuhkan koordinasi antara pemerintah dan berbagai lembaga terkait.

Organisasi kemanusiaan internasional turut memantau perkembangan situasi di Kolombia. Data mengenai jumlah korban dan kerusakan terus diperbarui seiring berlangsungnya proses pencarian, evakuasi, dan pendataan di lapangan.

Hingga Selasa, 11 Agustus 2026, proses penanganan korban dan pendataan dampak gempa masih berlangsung. Pemerintah dan tim penyelamat terus melakukan pemeriksaan terhadap wilayah yang mengalami kerusakan.

Data OCHA mencatat hampir 5.000 rumah rusak, 387 rumah hancur, 61 bangunan runtuh, 24 fasilitas kesehatan terdampak, lebih dari 550 lembaga pendidikan terdampak, serta 350 pusat komunitas dan 53 ruas jalan mengalami dampak akibat gempa.

Sedikitnya 126 orang meninggal dunia dan 1.495 orang mengalami luka-luka berdasarkan data resmi pemerintah yang disampaikan OCHA

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda