dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Mentan Ajak Mahasiswa Berinovasi untuk Kedaulatan Pangan, Mahasiswa Soroti Beban Perubahan Jangan Hanya Diletakkan pada Generasi Muda

Oleh: riska
11 August 2026
86 kali dibaca

Ajakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada mahasiswa baru Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk berinovasi dan mengambil peran dalam mewujudkan kedaulatan pangan mendapat tanggapan kritis dari mahasiswa.

Dengarinfo — Ajakan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman kepada mahasiswa baru Universitas Hasanuddin (Unhas) untuk berinovasi dan mengambil peran dalam mewujudkan kedaulatan pangan mendapat tanggapan kritis dari mahasiswa.

Dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Unhas 2026, Amran mendorong mahasiswa untuk mengembangkan kreativitas, memanfaatkan teknologi, mengubah pola pikir, serta menghasilkan inovasi yang dapat mendukung swasembada dan kedaulatan pangan.

Namun, mahasiswa menilai dorongan kepada generasi muda untuk melakukan perubahan perlu diikuti dengan penjelasan yang lebih konkret mengenai peran dan tanggung jawab pemerintah dalam menciptakan ekosistem pertanian yang memungkinkan inovasi benar-benar diterapkan.

"Mahasiswa tentu harus belajar, berinovasi dan menciptakan solusi. Tetapi jangan sampai persoalan besar pertanian seolah-olah hanya bisa diselesaikan dengan perubahan mindset mahasiswa," ujarnya.

Menurutnya, persoalan pangan tidak semata-mata berkaitan dengan kemampuan generasi muda menghasilkan inovasi. Di lapangan terdapat berbagai persoalan yang berkaitan dengan biaya produksi, akses teknologi, pembiayaan, distribusi, pemasaran, harga hasil pertanian, hingga kesejahteraan petani.

Ia mempertanyakan bagaimana pemerintah memastikan inovasi yang lahir dari kampus dapat benar-benar diterapkan dan memberikan manfaat bagi petani.

"Kalau mahasiswa menghasilkan teknologi atau inovasi pertanian, bagaimana mekanisme pemerintah untuk mengadopsinya? Apakah ada akses pendanaan, lahan uji coba, pendampingan, sampai akses pasar? Ini yang menurut saya perlu dijelaskan," katanya.

para Mahasiswa juga menilai istilah seperti kedaulatan pangan, swasembada, inovasi dan peningkatan produktivitas perlu disertai indikator yang jelas agar tidak berhenti sebagai slogan.

Menurutnya, pemerintah perlu menunjukkan ukuran keberhasilan yang dapat dilihat secara nyata, termasuk peningkatan produktivitas, penurunan biaya produksi, peningkatan pendapatan petani, serta kemampuan petani memperoleh teknologi dan akses pasar.

menurut tanggapan dari salah satu mahasiswa yang ikut dalam kegiatan tersebut, "Kalau bicara kedaulatan pangan, menurut saya ukuran utamanya bukan hanya berapa banyak inovasi yang dihasilkan mahasiswa, tetapi apakah petani menjadi lebih sejahtera dan sistem pangan kita menjadi lebih kuat," ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya menghadirkan suara petani dalam pembicaraan mengenai masa depan pangan nasional. Menurutnya, mahasiswa memang merupakan bagian penting dari generasi penerus, tetapi petani merupakan pihak yang secara langsung menjalankan produksi pangan di lapangan.

"Mahasiswa bisa menciptakan teknologi, tetapi petani yang menggunakannya. Karena itu kebijakan pangan seharusnya tidak hanya berbicara tentang bagaimana generasi muda berinovasi, tetapi juga bagaimana pemerintah memastikan petani memiliki kemampuan dan kesempatan untuk menggunakan inovasi tersebut," katanya.

Ia mengapresiasi dorongan Mentan kepada mahasiswa untuk berani berinovasi. Namun, menurutnya, pesan tersebut akan jauh lebih kuat apabila disertai komitmen dan program konkret pemerintah untuk menjembatani dunia kampus dengan kebutuhan sektor pertanian.

"Mahasiswa memang harus didorong untuk menciptakan solusi. Tetapi pemerintah juga harus memastikan solusi itu tidak berhenti sebagai penelitian atau gagasan di kampus. Harus ada jalan agar inovasi tersebut sampai kepada petani dan menjadi bagian dari kebijakan pertanian," katanya.

Sebelumnya, dalam kegiatan PKKMB Unhas 2026, Amran mengajak mahasiswa baru untuk berkreasi dan berinovasi dalam mendukung swasembada serta kedaulatan pangan. Ia juga menekankan pentingnya penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, inovasi, kemampuan beradaptasi, perubahan pola pikir, serta kejujuran sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia.

PKKMB Unhas 2026 sendiri diikuti 10.401 mahasiswa baru dengan tema "Tumbuh dengan Inovasi, Bergerak dengan Sinergi, Berdampak untuk Negeri".

Bagi mahasiswa yang memberikan tanggapan tersebut, tantangan berikutnya bukan sekadar mendorong mahasiswa untuk memiliki gagasan baru, tetapi memastikan terdapat ekosistem yang memungkinkan gagasan tersebut diterapkan dan menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat.

"Kalau pemerintah meminta generasi muda ikut menyelesaikan persoalan pangan, pemerintah juga harus membuka ruang agar generasi muda benar-benar bisa menjadi bagian dari penyelesaiannya," ujarnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda