dengarinfo - Aktivitas distribusi komoditas di Sulawesi Selatan menunjukkan pertumbuhan kuat sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Arus peti kemas di Makassar New Port (MNP) dan Pelabuhan Parepare sama-sama tumbuh dua digit, ditopang meningkatnya pengiriman hasil pertanian, nikel, beras, serta kebutuhan masyarakat.
PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Regional 4 mencatat MNP menjadi pelabuhan dengan pertumbuhan arus peti kemas tertinggi di wilayah kerjanya. Hingga Agustus 2026, trafik peti kemas di MNP mencapai 317.219 TEUs, melonjak 24,2 persen dibanding periode yang sama pada 2025 sebesar 255.378 TEUs.
Executive Director 4 Pelindo Regional 4 Abdul Azis menyebut kenaikan tersebut terutama didorong peningkatan muatan hasil pertanian dan komoditas nikel yang melewati MNP. Pertumbuhan itu dinilai mencerminkan semakin kuatnya peran pelabuhan dalam mendukung konektivitas dan mobilitas barang di kawasan timur Indonesia.
Tidak hanya Makassar, Pelabuhan Parepare juga mencatat pertumbuhan signifikan. Arus peti kemas di pelabuhan tersebut mencapai 8.190 TEUs hingga Agustus 2026, naik 16,3 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7.040 TEUs.
Kenaikan di Parepare antara lain ditopang tambahan layanan peti kemas untuk kegiatan muat beras serta bongkar barang kebutuhan masyarakat. Tambahan layanan tersebut ikut meningkatkan aktivitas logistik dan distribusi komoditas dari dan menuju wilayah tersebut.
Division Head Operasi Pelindo Regional 4 Yusida M. Palesang menjelaskan, pertumbuhan trafik pada setiap pelabuhan dipengaruhi karakteristik ekonomi dan potensi komoditas masing-masing daerah.
Selain MNP dan Parepare, pertumbuhan arus peti kemas juga tercatat di Kendari sebesar 15,7 persen, Jayapura 11,2 persen, dan Merauke 10,6 persen.
Secara keseluruhan, arus peti kemas di wilayah kerja Pelindo Regional 4 mencapai 1,70 juta TEUs sepanjang Januari hingga Agustus 2026. Jumlah tersebut meningkat 3,9 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sekitar 1,64 juta TEUs.
Pertumbuhan dua digit di MNP dan Parepare menunjukkan pergerakan komoditas pertanian dan pertambangan masih menjadi salah satu motor aktivitas logistik di Sulawesi Selatan, sekaligus memperkuat posisi pelabuhan sebagai jalur utama distribusi barang dari kawasan timur Indonesia.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar Anda