dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Bukan Sekadar Kantor, Tempat Ini Jadi Ruang untuk Berbagai Skena dan Event

Oleh: Irfansyah
29 September 2026
16 kali dibaca

Sebuah ruang di Makassar dikembangkan dengan fungsi yang lebih luas dari sekadar kantor. Selain menjadi tempat aktivitas perusahaan, ruang ini juga dapat digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari musik, olahraga, F&B, hingga aktivitas kreatif dan komunitas.

DengarInfo — Sebuah ruang di Jalan Sunu 3, Makassar, dikembangkan dengan konsep yang menggabungkan fungsi perkantoran dan ruang kegiatan. Tempat tersebut tidak hanya digunakan untuk aktivitas internal perusahaan, tetapi juga disiapkan untuk menampung berbagai kegiatan yang melibatkan komunitas dan publik.

Ruang ini berada di bawah PT DEIT Kabar Indonesia yang bergerak di bidang media dan event organizer. Dua bidang tersebut menjadi bagian dari aktivitas yang berjalan di dalam tempat yang sama, sehingga ruang kerja sekaligus venue dapat digunakan sesuai kebutuhan.

Pada fungsi utamanya sebagai kantor, tempat ini menjadi ruang bagi aktivitas perusahaan sehari-hari. Namun, ketika terdapat kegiatan tertentu, ruang yang sama dapat dimanfaatkan untuk penyelenggaraan event dengan konsep dan karakter yang berbeda.

Pemanfaatan ruang dengan fungsi ganda tersebut memungkinkan berbagai aktivitas berlangsung dalam satu lokasi. Musik, olahraga, F&B, lifestyle, dan kegiatan kreatif menjadi beberapa skena yang dapat masuk dan beraktivitas di dalam ruang tersebut.

Musik menjadi salah satu bagian yang dapat dihadirkan melalui kegiatan seperti gigs maupun pertunjukan. Kehadiran kegiatan musik memberikan ruang bagi musisi, penikmat musik, dan komunitas untuk bertemu dalam suasana yang berbeda dari aktivitas perkantoran sehari-hari.

Sementara itu, aktivitas olahraga juga menjadi bagian dari skena yang ingin dirangkul. Komunitas lari, misalnya, dapat memanfaatkan ruang untuk kegiatan yang berkaitan dengan komunitas maupun aktivitas lain yang mendukung gaya hidup aktif.

Selain musik dan olahraga, sektor F&B juga memiliki keterkaitan dengan konsep ruang tersebut. Aktivitas makan dan minum sering menjadi bagian dari berbagai kegiatan komunitas dan lifestyle. Karena itu, F&B dapat hadir berdampingan dengan kegiatan lainnya dalam satu rangkaian acara.

Ruang tersebut juga dapat digunakan untuk aktivitas kreatif. Pertemuan komunitas, diskusi, pameran, kegiatan kreator, hingga kolaborasi antarkelompok dapat disesuaikan dengan kebutuhan kegiatan yang berlangsung.

Dengan fungsi yang beragam, suasana tempat dapat berubah mengikuti kegiatan yang sedang berlangsung. Saat digunakan sebagai kantor, aktivitas pekerjaan menjadi bagian utama. Ketika sebuah event digelar, ruang yang sama dapat berfungsi sebagai tempat berkumpul dan berinteraksi.

Konsep tersebut membuat fungsi ruang tidak terpaku pada satu kegiatan. Kantor tetap digunakan untuk menjalankan aktivitas perusahaan, sementara fungsi sebagai venue memberikan kesempatan bagi masyarakat dan komunitas untuk menggunakan ruang tersebut dalam kegiatan tertentu.

Kehadiran berbagai skena dalam satu tempat juga membuka peluang terjadinya pertemuan antarkomunitas. Kelompok yang biasanya bergerak di bidang masing-masing dapat bertemu melalui kegiatan yang diselenggarakan dalam ruang yang sama.

Skena musik, misalnya, dapat berinteraksi dengan pelaku F&B, kreator konten, maupun komunitas olahraga. Begitu juga kegiatan olahraga dapat menjadi ruang pertemuan dengan komunitas lifestyle dan kelompok kreatif lainnya.

Interaksi tersebut dapat berkembang menjadi kolaborasi karena setiap komunitas membawa karakter dan kebutuhan yang berbeda. Sebuah kegiatan yang awalnya berasal dari satu skena dapat melibatkan pihak lain untuk mendukung konsep maupun pelaksanaannya.

Fungsi sebagai venue juga membuat ruang ini tidak hanya aktif ketika jam kerja berlangsung. Ketika ada event, aktivitas dapat berlangsung dengan karakter yang berbeda dan melibatkan lebih banyak orang di luar lingkungan perusahaan.

Bagi perusahaan yang bergerak di bidang media dan event organizer, keberadaan ruang seperti ini juga memiliki hubungan dengan aktivitas kerja mereka. Media membutuhkan ruang untuk produksi dan pengembangan konten, sementara event organizer membutuhkan ruang untuk menjalankan kegiatan.

Kedua kebutuhan tersebut dapat berjalan dalam satu lingkungan. Aktivitas produksi dan pekerjaan kantor tetap dilakukan, sedangkan kegiatan event dapat diselenggarakan sesuai jadwal dan kebutuhan.

Konsep ruang multifungsi juga sejalan dengan kebutuhan terhadap tempat yang dapat digunakan untuk berbagai aktivitas. Bagi komunitas, keberadaan ruang menjadi salah satu unsur penting dalam menjalankan kegiatan secara langsung, baik untuk berkumpul, berkolaborasi maupun menyelenggarakan acara.

Hal tersebut membuat sebuah tempat tidak hanya dinilai dari fungsi fisiknya. Aktivitas yang berlangsung di dalamnya turut membentuk karakter dan identitas ruang. Ketika berbagai kelompok menggunakan tempat yang sama, setiap kegiatan ikut memberikan warna terhadap suasana yang terbentuk.

Musik, olahraga, F&B, dan kegiatan kreatif memiliki karakter yang berbeda. Namun, masing-masing membutuhkan ruang untuk bertemu dengan audiens maupun komunitasnya. Dengan menyediakan satu tempat yang dapat menampung berbagai kebutuhan tersebut, aktivitas yang berbeda dapat berjalan berdampingan.

Dalam penerapannya, penggunaan ruang tetap disesuaikan dengan kebutuhan setiap kegiatan. Tidak semua event memiliki konsep maupun bentuk yang sama. Karena itu, fleksibilitas menjadi salah satu bagian penting dalam pemanfaatan tempat tersebut.

Bagi penyelenggara, ruang seperti ini dapat menjadi alternatif untuk menghadirkan kegiatan dengan suasana yang berbeda. Event tidak selalu harus berlangsung di venue yang secara khusus dibangun hanya untuk acara, tetapi juga dapat memanfaatkan ruang yang memiliki fungsi lain.

Bagi komunitas, ruang tersebut memberikan kesempatan untuk memiliki titik pertemuan yang dapat digunakan sesuai kebutuhan. Mulai dari kegiatan sederhana hingga acara yang melibatkan lebih banyak peserta dapat dikembangkan berdasarkan konsep masing-masing.

Keberadaan ruang ini di Jalan Sunu 3, Makassar, menjadi bagian dari upaya menghadirkan tempat yang dapat mempertemukan aktivitas perusahaan dengan kegiatan publik. Fungsi kantor tetap berjalan, tetapi ruang yang sama dapat digunakan untuk berbagai kegiatan ketika dibutuhkan.

Dengan konsep tersebut, tempat ini tidak diarahkan untuk memiliki satu identitas yang hanya berkaitan dengan satu jenis aktivitas. Sebaliknya, berbagai skena dapat hadir dan menggunakan ruang sesuai karakter kegiatan masing-masing.

Pendekatan tersebut juga membuat batas antara ruang kerja dan ruang kegiatan menjadi lebih fleksibel. Pada satu waktu, tempat dapat digunakan untuk pekerjaan dan produksi. Pada waktu lain, ruang yang sama dapat dipenuhi aktivitas komunitas, pertunjukan, maupun event.

Pada akhirnya, konsep yang dikembangkan berangkat dari pemanfaatan satu ruang untuk berbagai kebutuhan. Kantor tetap menjadi tempat bekerja, sementara fungsi venue memberikan ruang bagi musik, olahraga, F&B, lifestyle, dan aktivitas kreatif untuk bertemu.

Melalui konsep “satu tempat, banyak skena”, ruang tersebut diharapkan dapat menjadi titik temu berbagai aktivitas dan komunitas. Bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya sebuah acara, tetapi juga menjadi ruang yang memungkinkan berbagai skena saling bertemu dan berkembang dalam satu lingkungan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda