dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Pantai Losari hingga Panambungan Dibersihkan, 85 Kilogram Sampah dan Limbah Laut Diangkut

Oleh: riska
20 September 2026
16 kali dibaca

Pemerintah Kota Makassar bersama masyarakat menggelar aksi bersih-bersih lingkungan di sejumlah titik pada Minggu, 20 September 2026, dalam rangka memperingati World Clean Up Day.

dengarinfo - Pemerintah Kota Makassar bersama masyarakat menggelar aksi bersih-bersih lingkungan di sejumlah titik pada Minggu, 20 September 2026, dalam rangka memperingati World Clean Up Day. Kegiatan berlangsung mulai dari kawasan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle di Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso, hingga kawasan perairan dan pesisir Pantai Losari dengan melibatkan unsur pemerintah, organisasi lingkungan, komunitas, serta masyarakat.

Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin bersama Ketua Dewan Lingkungan Kota Makassar Melinda Aksa turut mengikuti kegiatan tersebut. Pemerintah Kota Makassar melibatkan pemerintah kecamatan dan kelurahan, TP PKK, Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, komunitas lingkungan, para ketua RT dan RW, serta warga setempat dalam pembersihan kawasan daratan, pesisir, dan perairan.

Pelaksanaan kegiatan dimulai dengan penyisiran kawasan perairan Pantai Losari. Munafri menaiki kapal pembersih limbah laut dari Dermaga Tugu MNEK Pantai Losari menuju lokasi utama kegiatan di kawasan TPST3R Panambungan. Penyisiran dilakukan untuk mengangkat sampah dan limbah yang berada di perairan sebelum kegiatan dilanjutkan di kawasan daratan.

Aksi kemudian dipusatkan di TPST3R Kelurahan Panambungan, Kecamatan Mariso. Melinda Aksa bersama Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, pengurus TP PKK, komunitas lingkungan, serta ketua RT dan RW di wilayah Kecamatan Mariso melakukan pembersihan kawasan TPST3R dan Rumah Susun Warga Panambungan. Kegiatan tidak hanya dilakukan dengan mengumpulkan sampah, tetapi juga disertai pemilahan berdasarkan jenis sampah yang ditemukan.

Sampah yang dikumpulkan selama kegiatan dibagi menjadi sampah organik, anorganik, dan residu. Camat Mariso Syahril mencatat sebanyak 74 kilogram sampah berhasil dikumpulkan dari kawasan daratan selama pelaksanaan World Clean Up Day. Jumlah tersebut terdiri atas 26 kilogram sampah organik, 36 kilogram sampah anorganik, serta 12 kilogram sampah residu.

Selain sampah dari kawasan daratan, petugas dan peserta kegiatan juga mengangkat sekitar 11 kilogram limbah dari kawasan perairan. Dengan demikian, sampah dan limbah yang dikumpulkan dari kegiatan di darat dan perairan mencapai sekitar 85 kilogram. Sampah yang telah dikumpulkan kemudian dipilah berdasarkan kategorinya sebagai bagian dari pelaksanaan pengelolaan sampah dari sumber.

Pemerintah Kota Makassar juga mengarahkan agar kegiatan pembersihan lingkungan tidak hanya dilakukan pada saat peringatan World Clean Up Day. Munafri meminta pemerintah kecamatan tetap menjalankan kegiatan Jumat Bersih setiap pekan sehingga pembersihan lingkungan dilakukan secara rutin di wilayah masing-masing. Arahan tersebut disampaikan kepada jajaran kecamatan yang terlibat dalam kegiatan di Panambungan dan Pantai Losari.

Kegiatan World Clean Up Day tersebut berlangsung di tengah program Pemerintah Kota Makassar yang sedang menjalankan pembenahan sistem pengelolaan sampah. Pemerintah kota sebelumnya telah mendorong pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga, kelurahan, RT dan RW sebagai bagian dari pengelolaan sampah sebelum dibawa menuju tempat pemrosesan akhir.

Pada Agustus 2026, Pemerintah Kota Makassar juga telah menjalankan program Jelajah Sampah di sejumlah kecamatan. Program tersebut digunakan untuk mengajak masyarakat melakukan pemilahan dan pengelolaan sampah secara langsung di lingkungan tempat tinggal. Hingga pertengahan Agustus, kegiatan Jelajah Sampah telah dilaksanakan sedikitnya di 14 titik di Kota Makassar.

Pembenahan pengelolaan sampah juga dilakukan di Tempat Pemrosesan Akhir Tamangapa, Kecamatan Manggala. Sejak Agustus 2026, pemerintah kota melakukan penataan kawasan dan sistem pengelolaan sampah di lokasi tersebut, termasuk penataan sanitary landfill, akses kawasan, serta fasilitas pengolahan sampah.

Aksi pada 20 September 2026 di Pantai Losari dan Panambungan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan lingkungan tersebut. Pembersihan dilakukan dengan menyasar sampah di daratan, kawasan permukiman, pesisir, serta perairan, sementara sampah yang terkumpul dipisahkan menjadi organik, anorganik, dan residu sebelum menjalani proses pengelolaan selanjutnya.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda