Dengarinfo – Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia, Listyo Sigit Prabowo, bersama Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Hariyadi, melakukan kunjungan kerja ke hunian sementara korban banjir dan longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara, Minggu. Kunjungan tersebut dipusatkan di Asrama Haji Pinangsori yang saat ini difungsikan sebagai lokasi penampungan sementara bagi warga terdampak bencana.
Rombongan tiba dengan pengawalan aparat dan langsung disambut warga yang telah beberapa waktu terakhir tinggal di huntara. Di lorong-lorong asrama yang kini berubah fungsi menjadi ruang keluarga darurat, Kapolri dan Ketua Komisi IV menyapa warga, berdialog dengan para orang tua, serta mendengarkan langsung kebutuhan mendesak yang masih diperlukan. Sejumlah anak tampak mendekat dengan rasa ingin tahu, sementara para lansia menyampaikan harapan agar proses pemulihan segera membawa mereka kembali ke kehidupan normal.
Dalam keterangannya, Kapolri menegaskan bahwa kehadiran Polri di lokasi bencana merupakan bentuk komitmen untuk memastikan masyarakat tidak merasa sendiri menghadapi masa sulit. Ia menyampaikan bahwa jajaran kepolisian akan terus mendukung distribusi logistik, pengamanan wilayah terdampak, serta koordinasi lintas instansi agar penanganan pascabencana berjalan efektif dan tepat sasaran. Menurutnya, stabilitas keamanan dan ketersediaan kebutuhan dasar menjadi dua hal utama yang harus dijaga selama masa tanggap darurat dan pemulihan.
Ketua Komisi IV DPR RI juga menyampaikan apresiasi terhadap sinergi pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan aparat di lapangan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan, tidak hanya dalam penyaluran bantuan, tetapi juga dalam perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi. Ia berharap perhatian terhadap kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lansia menjadi prioritas dalam setiap tahap penanganan.
Dalam kunjungan tersebut, belasan truk bantuan kemanusiaan disalurkan kepada warga terdampak. Bantuan tersebut terdiri atas bahan pangan pokok, pakaian layak pakai, obat-obatan, perlengkapan sekolah, perlengkapan ibadah, serta kebutuhan sehari-hari lainnya. Selain bantuan logistik, dukungan teknis seperti penyediaan fasilitas air bersih turut menjadi perhatian guna mencegah munculnya persoalan kesehatan di lingkungan hunian sementara.
Bupati dan unsur pemerintah daerah setempat turut hadir mendampingi kunjungan tersebut. Koordinasi dilakukan untuk memastikan distribusi bantuan merata dan sesuai kebutuhan lapangan. Pemerintah daerah juga melaporkan perkembangan terkini terkait jumlah warga terdampak, kondisi infrastruktur, serta langkah-langkah yang tengah dilakukan untuk mempercepat proses pemulihan.
Bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Tapanuli Tengah sebelumnya menyebabkan kerusakan rumah warga dan fasilitas umum. Sebagian masyarakat masih belum dapat kembali ke rumah masing-masing karena kondisi yang belum memungkinkan. Oleh karena itu, keberadaan huntara menjadi solusi sementara sambil menunggu proses perbaikan dan penataan kembali wilayah terdampak.
Kunjungan ini menjadi bagian dari rangkaian upaya percepatan penanganan dampak bencana di wilayah pesisir Tapanuli Tengah. Selain sebagai bentuk empati dan dukungan moral, kehadiran pimpinan institusi negara tersebut diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas sektor serta memastikan bahwa seluruh bantuan yang disalurkan benar-benar menjawab kebutuhan warga di lapangan.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar Anda