dengarinfo- Jenazah Putri Andriani Juficha, pemegang gelar Miss Earth Indonesia 2025 sekaligus Runner-Up Miss Grand Indonesia 2025, telah dimakamkan di kampung halamannya, Manado, Sulawesi Utara. Prosesi pemakaman berlangsung pada Sabtu (15/8/2026) dan dihadiri keluarga serta kerabat yang mengantarkan Putri ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Jenazah Putri sebelumnya diterbangkan dari Jakarta menuju Manado. Setibanya di Bandara Internasional Sam Ratulangi, jenazah disambut oleh keluarga dan kerabat yang telah menunggu kedatangannya. Suasana duka terlihat sejak peti jenazah tiba di bandara hingga proses penghantaran menuju rumah duka.
Tangis keluarga dan kerabat mengiringi perjalanan jenazah Putri hingga ke rumah duka. Sejumlah sahabat juga hadir untuk memberikan penghormatan terakhir sebelum jenazah dimakamkan. Prosesi tersebut berlangsung dalam suasana penuh duka dengan keluarga dan orang-orang terdekat berada di sekitar rumah duka hingga pemakaman selesai.
Putri Andriani Juficha meninggal dunia pada Jumat (14/8/2026), tepat pada hari ulang tahunnya yang ke-26. Kabar kepergiannya sebelumnya disampaikan oleh pihak penyelenggara Miss Grand Indonesia melalui unggahan belasungkawa. Hingga saat ini, penyebab meninggalnya Putri belum disampaikan secara resmi kepada publik.
Putri dikenal melalui kiprahnya dalam dunia pageant Indonesia. Ia meraih posisi Runner-Up Miss Grand Indonesia 2025 setelah mewakili Sulawesi Utara. Pada tahun yang sama, Putri juga menyandang gelar Miss Earth Indonesia 2025.
Selain aktivitasnya di dunia pageant, Putri juga dikenal memiliki sejumlah kegiatan di luar ajang kecantikan. Ia tercatat sebagai mahasiswa hukum dan dikenal memiliki perhatian terhadap isu lingkungan, termasuk kegiatan yang berkaitan dengan daur ulang, perlindungan sungai dan pelestarian lingkungan. Putri juga memiliki aktivitas di bidang musik.
Kepergian Putri pada usia 26 tahun meninggalkan duka bagi keluarga, sahabat, serta lingkungan yang mengenalnya. Prosesi pemakaman di Manado menjadi kesempatan bagi keluarga dan kerabat untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Putri setelah jenazahnya tiba dari Jakarta.
Pemakaman Putri berlangsung di kampung halamannya di Manado pada Sabtu (15/8/2026), sehari setelah ia meninggal dunia. Setelah seluruh rangkaian pemakaman selesai, keluarga dan kerabat kembali berkumpul untuk mengantarkan Putri ke tempat peristirahatan terakhirnya.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar Anda