dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Kirab Budaya PSI di Kota Tegal, Kaesang: Politik Harus Sejalan dengan Identitas Lokal

Oleh: erick
15 February 2026
28 kali dibaca

Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar kirab budaya di Kota Tegal, Jawa Tengah, pada Minggu, 15 Februari 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, bersama jajaran pengurus pusat dan daerah, serta ratusan warga yang memadati jalur kirab sejak pagi hari.

DengarinfoPartai Solidaritas Indonesia (PSI) menggelar kirab budaya di Kota Tegal, Jawa Tengah, pada Minggu, 15 Februari 2026. Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Umum PSI, Kaesang Pangarep, bersama jajaran pengurus pusat dan daerah, serta ratusan warga yang memadati jalur kirab sejak pagi hari.

Kirab budaya itu berlangsung meriah dengan iring-iringan kesenian tradisional, penampilan kelompok tari, barisan komunitas lokal, serta partisipasi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah. Sepanjang rute, warga tampak antusias menyaksikan rombongan kirab yang memadukan atribut partai dengan sentuhan budaya khas Tegal. Warna-warni kostum tradisional, denting alat musik daerah, hingga sorak dukungan masyarakat membentuk suasana yang semarak.

Dalam sambutannya, Kaesang menegaskan bahwa politik tidak bisa dipisahkan dari nilai-nilai budaya yang hidup di tengah masyarakat. Ia menyampaikan bahwa pendekatan politik yang menghormati tradisi lokal akan lebih mudah diterima publik. Menurutnya, budaya merupakan identitas sekaligus fondasi yang membentuk karakter suatu daerah, sehingga aktivitas politik perlu berjalan selaras dengan kearifan setempat.

“Politik harus berjalan sejalan dengan budaya. Kita tidak boleh melupakan identitas lokal ketika berbicara soal masa depan,” ujar Kaesang di hadapan peserta kirab dan warga yang hadir.

Ia juga menambahkan bahwa kegiatan berbasis budaya dapat menjadi ruang dialog yang lebih cair antara partai politik dan masyarakat. Melalui pendekatan tersebut, PSI ingin menunjukkan bahwa aktivitas politik tidak selalu identik dengan forum formal, melainkan bisa hadir dalam bentuk perayaan tradisi dan kebersamaan.

Selain sebagai ajang sosialisasi, kirab budaya ini turut dirancang untuk memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar. Sejumlah pelaku UMKM diberi kesempatan membuka lapak dan mempromosikan produk mereka selama acara berlangsung. Panitia menyebut keterlibatan UMKM sebagai bentuk komitmen untuk menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi warga.

Dalam rangkaian agenda yang sama, PSI juga menyalurkan bantuan sosial kepada warga terdampak bencana tanah bergerak di wilayah Kabupaten Tegal. Bantuan tersebut diserahkan secara simbolis sebagai bentuk kepedulian sosial partai terhadap kondisi masyarakat di daerah.

Meski berlangsung meriah, kegiatan ini turut memunculkan dinamika di tingkat lokal. Sejumlah anggota DPRD mempertanyakan koordinasi antara panitia kegiatan dan pemerintah daerah, terutama terkait penggunaan ruang publik serta waktu pelaksanaan yang berdekatan dengan agenda budaya resmi kota. DPRD berencana meminta klarifikasi dari panitia guna memastikan kegiatan tersebut sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Terlepas dari dinamika tersebut, kirab budaya PSI di Kota Tegal menjadi momentum pertemuan antara aktivitas politik dan ekspresi kebudayaan. Kegiatan ini menunjukkan upaya partai untuk membangun kedekatan dengan masyarakat melalui pendekatan yang mengedepankan tradisi dan partisipasi warga. Di tengah arus kompetisi politik nasional, panggung budaya di Tegal menjadi ruang bagi PSI untuk menyampaikan pesan bahwa identitas lokal tetap memiliki tempat dalam percakapan tentang masa depan.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda