dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Sudaryono Resmi Pimpin Badan Gizi Nasional, Lepas Jabatan Wakil Menteri Pertanian

Oleh: erick
23 July 2026
8 kali dibaca

Sudaryono dipastikan tidak akan merangkap jabatan setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN).

dengarinfo – Sudaryono dipastikan tidak akan merangkap jabatan setelah ditunjuk Presiden Prabowo Subianto sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN). Pemerintah menegaskan bahwa Sudaryono akan melepaskan posisinya sebagai Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) agar dapat sepenuhnya fokus menjalankan tugas baru memimpin lembaga yang menjadi ujung tombak pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Kepastian tersebut disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Menurutnya, Presiden telah memutuskan Sudaryono sebagai pengganti Kepala BGN dan secara bersamaan memastikan tidak ada perangkapan jabatan di lingkungan pemerintahan. Dengan demikian, setelah resmi dilantik sebagai Kepala BGN, Sudaryono tidak lagi menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian.

Keputusan tersebut sekaligus menjawab berbagai spekulasi mengenai kemungkinan Sudaryono tetap menjalankan dua jabatan sekaligus. Pemerintah menilai beban tugas sebagai Kepala BGN sangat besar sehingga membutuhkan perhatian penuh. Badan Gizi Nasional saat ini memegang peranan strategis dalam mengoordinasikan salah satu program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo, yakni penyediaan makanan bergizi bagi jutaan penerima manfaat di seluruh Indonesia.

Program Makan Bergizi Gratis sendiri menjadi salah satu agenda unggulan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Sasaran program meliputi peserta didik dari jenjang PAUD hingga SMA, santri, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Pemerintah berharap melalui pemenuhan kebutuhan gizi sejak dini, angka stunting dapat ditekan, kualitas kesehatan masyarakat meningkat, dan produktivitas generasi mendatang semakin baik.

Penunjukan Sudaryono dinilai sejalan dengan pengalaman yang dimilikinya selama menjabat sebagai Wakil Menteri Pertanian. Selama berada di Kementerian Pertanian, ia banyak terlibat dalam kebijakan penguatan produksi pangan nasional, stabilisasi pasokan, serta pembangunan sektor pertanian. Pengalaman tersebut dipandang menjadi modal penting karena keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya bergantung pada aspek distribusi, tetapi juga pada ketersediaan bahan pangan yang berkelanjutan dan berkualitas.

Dalam keterangannya kepada awak media, Sudaryono membenarkan bahwa dirinya akan meninggalkan jabatan Wakil Menteri Pertanian setelah dipercaya memimpin Badan Gizi Nasional. Ia menegaskan aturan pemerintahan tidak memperkenankan dirinya memegang kedua jabatan tersebut secara bersamaan. Karena itu, seluruh perhatian dan energinya akan diarahkan untuk memastikan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai target pemerintah.

Sebagai Kepala BGN, Sudaryono menghadapi tantangan yang tidak ringan. Selain membangun sistem distribusi makanan bergizi secara nasional, ia juga harus memastikan kualitas menu, keamanan pangan, efektivitas penggunaan anggaran, hingga koordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait. Pelaksanaan program ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, pemerintah daerah, sekolah, pelaku usaha pangan, petani, peternak, hingga pelaku UMKM yang diharapkan menjadi bagian dari rantai pasok program.

Pemerintah menargetkan Program Makan Bergizi Gratis tidak hanya memberikan manfaat kesehatan bagi masyarakat, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah. Dengan melibatkan petani, nelayan, peternak, koperasi, dan pelaku UMKM sebagai pemasok bahan baku, program ini diharapkan mampu menciptakan efek berganda terhadap pertumbuhan ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Pergantian kepemimpinan di Badan Gizi Nasional juga menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat implementasi program prioritas nasional. Dalam beberapa kesempatan, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keberhasilan Program Makan Bergizi Gratis akan menjadi salah satu indikator utama keberhasilan pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Dengan tidak adanya rangkap jabatan, pemerintah berharap koordinasi antarlembaga menjadi lebih efektif dan pelaksanaan program dapat berlangsung lebih fokus. Publik kini menantikan langkah awal Sudaryono dalam memimpin Badan Gizi Nasional, terutama dalam memperluas cakupan layanan, menjaga kualitas pelaksanaan program, serta memastikan manfaat Program Makan Bergizi Gratis benar-benar dirasakan oleh masyarakat di seluruh Indonesia.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda