Dengarinfo– Pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) XI Partai Golkar Sumatera Utara yang digelar pada Minggu, 1 Februari 2026, diwarnai insiden kericuhan. Ketegangan terjadi di luar arena Musda yang berlangsung di JW Marriott Medan, hingga memaksa aparat kepolisian melakukan pengamanan ketat.
Kericuhan bermula ketika sekelompok massa yang mengenakan atribut Partai Golkar berupaya memasuki lokasi Musda. Namun, mereka tidak terdaftar sebagai peserta resmi sehingga dilarang masuk oleh panitia. Penolakan tersebut memicu adu mulut yang berujung saling dorong antarkelompok di sekitar pintu masuk hotel.
Situasi kemudian berkembang menjadi bentrokan terbuka. Sejumlah orang terlihat membawa kayu dan bambu, sementara beberapa petasan dinyalakan di tengah kerumunan. Suasana sempat mencekam dan menarik perhatian pengguna jalan karena insiden tersebut meluber hingga ke ruas jalan di sekitar lokasi kegiatan.
Aparat kepolisian dari Polrestabes Medan yang dibantu personel Polda Sumatera Utara, termasuk unsur Sabhara dan Brimob, langsung dikerahkan untuk mengendalikan keadaan. Ratusan personel keamanan ditempatkan di sekitar hotel guna memisahkan massa yang bertikai serta mencegah bentrokan susulan.
Pihak kepolisian menyatakan kericuhan berlangsung relatif singkat dan berhasil dikendalikan tanpa menimbulkan korban jiwa. Setelah area dinyatakan aman dan kondusif, rangkaian Musda XI Golkar Sumut kembali dilanjutkan secara tertutup sesuai agenda organisasi.
Panitia Musda menegaskan bahwa forum tersebut merupakan agenda internal partai yang sah dan hanya diikuti oleh peserta yang memiliki mandat resmi. Panitia juga mengimbau seluruh kader dan simpatisan untuk menghormati mekanisme partai serta menjaga ketertiban demi kelancaran jalannya Musda.
Musda XI Golkar Sumut sendiri menjadi momentum penting bagi partai berlambang beringin tersebut. Selain sebagai ajang konsolidasi organisasi, Musda ini juga membahas evaluasi kepengurusan, penyusunan strategi politik daerah, serta langkah-langkah pemenangan menghadapi agenda politik nasional dan daerah ke depan.
Hingga Minggu malam, aparat keamanan masih bersiaga di sekitar lokasi guna memastikan tidak terjadi gangguan lanjutan. Pihak kepolisian juga mengingatkan bahwa segala bentuk kekerasan dan tindakan anarkis akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Kericuhan ini menambah daftar dinamika internal partai politik menjelang konsolidasi besar menghadapi Pemilu mendatang, sekaligus menjadi catatan penting tentang perlunya pendewasaan demokrasi internal di tubuh partai politik.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar Anda