dengarinfo – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah terus mempercepat pembangunan jaringan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebagai salah satu program strategis untuk memperkuat ekonomi kerakyatan. Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 200 gerai Kopdes Merah Putih telah selesai dibangun dan kini memasuki tahap akhir persiapan operasional. Keberadaan gerai-gerai tersebut diharapkan menjadi motor baru pertumbuhan ekonomi desa sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap berbagai layanan kebutuhan dasar.
Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sulawesi Tengah, Sumarno, mengatakan pembangunan gerai koperasi terus mengalami kemajuan yang signifikan. Dari total 1.981 Koperasi Desa Merah Putih yang telah terbentuk dan berbadan hukum di seluruh kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah, sekitar 700 gerai masih berada dalam tahap pembangunan dengan tingkat progres yang berbeda-beda. Sementara itu, sekitar 200 gerai telah rampung sepenuhnya dan dipersiapkan untuk mulai melayani masyarakat dalam waktu dekat.
Menurut Sumarno, pembentukan koperasi bukan sekadar memenuhi target administratif, tetapi merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk membangun pusat-pusat kegiatan ekonomi baru di desa. Melalui koperasi tersebut, masyarakat diharapkan memperoleh akses yang lebih mudah terhadap kebutuhan pokok, pembiayaan usaha, pemasaran hasil pertanian, hingga berbagai layanan ekonomi lainnya yang selama ini sulit dijangkau di wilayah pedesaan.
Ia menjelaskan bahwa seluruh koperasi yang telah terbentuk kini juga didorong untuk memperkuat tata kelola kelembagaan. Sekitar 76 persen atau kurang lebih 1.500 koperasi telah melaksanakan Rapat Anggota Tahunan (RAT), sebagai salah satu indikator bahwa kelembagaan koperasi mulai berjalan sesuai prinsip-prinsip koperasi modern. Pemerintah daerah terus memberikan pendampingan agar seluruh koperasi memiliki manajemen yang sehat, transparan, dan mampu berkembang secara berkelanjutan.
Pembangunan Kopdes Merah Putih merupakan bagian dari program nasional yang digagas pemerintah untuk memperkuat ekonomi desa melalui koperasi sebagai pusat aktivitas masyarakat. Gerai-gerai tersebut dirancang tidak hanya sebagai tempat penjualan sembako, tetapi juga akan berkembang menjadi pusat distribusi hasil pertanian, perikanan, dan produk UMKM lokal, sehingga mampu memangkas rantai distribusi yang selama ini menyebabkan harga kebutuhan pokok menjadi lebih mahal di tingkat konsumen.
Selain fungsi perdagangan, koperasi juga diproyeksikan menjadi simpul berbagai layanan publik di desa. Ke depan, gerai Kopdes Merah Putih diharapkan dapat melayani distribusi pupuk bersubsidi, LPG, layanan logistik, pembayaran berbagai tagihan, hingga menjadi mitra pemerintah dalam penyaluran sejumlah program bantuan kepada masyarakat. Dengan konsep tersebut, koperasi tidak hanya berfungsi sebagai badan usaha, tetapi juga sebagai pusat pelayanan ekonomi terpadu di tingkat desa.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah menilai keberhasilan pembangunan koperasi akan memberikan dampak yang luas terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kehadiran koperasi diharapkan mampu memperluas kesempatan kerja, meningkatkan daya saing pelaku UMKM, memperkuat posisi tawar petani dan nelayan, serta mendorong tumbuhnya kewirausahaan baru di berbagai daerah. Program ini juga selaras dengan target pemerintah provinsi yang menyiapkan ribuan wirausaha baru sebagai bagian dari strategi menekan angka pengangguran dan kemiskinan.
Meski progres pembangunan cukup menggembirakan, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus diselesaikan. Di antaranya adalah percepatan pembangunan gerai di wilayah yang progresnya masih rendah, peningkatan kapasitas sumber daya manusia pengelola koperasi, penyediaan modal usaha, serta memastikan setiap koperasi memiliki unit usaha yang benar-benar produktif dan sesuai dengan potensi ekonomi daerah masing-masing. Karena itu, pendampingan terhadap pengurus koperasi akan terus dilakukan agar koperasi tidak hanya berdiri secara administratif, tetapi mampu berkembang menjadi badan usaha yang sehat dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.
Pemerintah optimistis keberadaan hampir dua ribu Kopdes Merah Putih di Sulawesi Tengah akan menjadi fondasi baru bagi penguatan ekonomi desa. Dengan semakin banyak gerai yang mulai beroperasi, masyarakat diharapkan memperoleh akses yang lebih mudah terhadap berbagai kebutuhan pokok dan layanan ekonomi, sementara hasil produksi petani, nelayan, dan pelaku UMKM dapat dipasarkan dengan lebih baik. Melalui langkah tersebut, koperasi diharapkan kembali menjadi pilar utama ekonomi kerakyatan yang mampu mendorong pemerataan pembangunan hingga ke pelosok desa.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar Anda