dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Prabowo optimistis Indonesia menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dalam 25 tahun

Oleh: Oskar
30 July 2026
9 kali dibaca

Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme bahwa Indonesia berpeluang menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia dalam kurun waktu sekitar 25 tahun mendatang.

Dengarinfo - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan optimisme bahwa Indonesia berpeluang menjadi negara dengan kekuatan ekonomi terbesar keempat di dunia dalam kurun waktu sekitar 25 tahun mendatang. Pernyataan tersebut disampaikan saat memberikan arahan pada pelantikan Pamong Praja Muda Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXIII di Kampus IPDN, Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Rabu, 29 Juli 2026. Dalam kesempatan itu, Presiden menyebut berbagai proyeksi para pakar internasional menunjukkan Indonesia berpotensi melampaui sejumlah negara maju di Eropa, seperti Jerman, Prancis, dan Inggris, apabila mampu menjaga pertumbuhan ekonomi secara berkelanjutan.

Dalam pidatonya, Presiden mengatakan bahwa berbagai proyeksi ekonomi global menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan prospek pertumbuhan paling besar dalam beberapa dekade mendatang. Menurutnya, apabila berbagai potensi nasional dapat dikelola secara optimal, Indonesia memiliki peluang untuk menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai motivasi kepada para lulusan IPDN yang dinilai akan menjadi bagian dari generasi pemimpin dan birokrat yang memegang peranan penting dalam perjalanan pembangunan nasional di masa depan.

Presiden menegaskan bahwa para pamong praja muda yang baru dilantik akan memasuki masa pengabdian ketika Indonesia berada pada fase penting pembangunan nasional. Ia menyampaikan bahwa dalam 25 tahun mendatang sebagian dari mereka diperkirakan akan menduduki jabatan strategis, mulai dari kepala daerah hingga posisi kepemimpinan nasional. Karena itu, mereka diharapkan memiliki integritas, kemampuan manajerial, serta komitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Dalam arahannya, Presiden juga menekankan pentingnya membangun birokrasi yang profesional, efektif, dan berorientasi pada pelayanan publik. Aparatur pemerintahan diminta bekerja secara jujur, disiplin, bersih, serta mampu mengambil keputusan yang cepat dan tepat demi kepentingan masyarakat. Menurutnya, kualitas birokrasi akan menjadi salah satu faktor utama yang menentukan keberhasilan Indonesia dalam memanfaatkan peluang pertumbuhan ekonomi pada masa mendatang.

Selain menyoroti potensi ekonomi, Presiden mengingatkan bahwa besarnya sumber daya alam dan jumlah penduduk Indonesia harus diimbangi dengan tata kelola pemerintahan yang baik. Ia menilai pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada investasi dan pembangunan infrastruktur, tetapi juga pada kemampuan aparatur negara dalam menciptakan pelayanan publik yang efisien, transparan, serta bebas dari praktik korupsi. Oleh sebab itu, lulusan IPDN diminta menjadi aparatur yang mampu menjaga kepercayaan masyarakat dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.

Optimisme mengenai prospek ekonomi Indonesia juga sejalan dengan sejumlah proyeksi lembaga internasional yang menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan pertumbuhan ekonomi jangka panjang yang kuat. Faktor-faktor seperti jumlah penduduk usia produktif yang besar, peningkatan konsumsi domestik, pembangunan industri bernilai tambah, hilirisasi sumber daya alam, serta transformasi ekonomi digital dinilai menjadi modal penting dalam memperkuat posisi Indonesia di tingkat global. Namun, realisasi berbagai proyeksi tersebut tetap bergantung pada kemampuan menjaga stabilitas ekonomi, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperkuat investasi, serta melanjutkan reformasi di berbagai sektor.

Pelantikan Pamong Praja Muda IPDN Angkatan XXXIII menjadi momentum bagi pemerintah untuk kembali menegaskan pentingnya peran aparatur sipil negara dalam mendukung pembangunan nasional. Para lulusan diharapkan mampu menjadi pelayan masyarakat yang profesional sekaligus penggerak pembangunan di daerah masing-masing. Pemerintah menilai keberhasilan pembangunan ekonomi nasional tidak hanya ditentukan oleh kebijakan pemerintah pusat, tetapi juga oleh kualitas penyelenggaraan pemerintahan di tingkat daerah yang menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda