dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Sekda Makassar Tinjau Kesiapan Lomba Kelurahan, Minta Seluruh Indikator Penilaian Dimaksimalkan

Oleh: erick
24 July 2026
6 kali dibaca

Pemerintah Kota Makassar terus mematangkan persiapan menghadapi penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026.

dengarinfo – Pemerintah Kota Makassar terus mematangkan persiapan menghadapi penilaian Lomba Kelurahan Tingkat Provinsi Sulawesi Selatan 2026. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Andi Zulkifly, turun langsung meninjau finalisasi kesiapan Kelurahan Gunung Sari, Kecamatan Rappocini, yang akan mewakili Kota Makassar pada ajang tersebut. Peninjauan dilakukan untuk memastikan seluruh indikator penilaian telah dipenuhi sebelum tim penilai provinsi melakukan verifikasi lapangan.

Dalam kunjungan itu, Sekda didampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Firman Pagarra bersama sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Mereka meninjau berbagai titik yang menjadi objek penilaian, mulai dari kawasan permukiman, fasilitas pelayanan masyarakat, bank sampah, kawasan urban farming, rumah sehat, hingga aktivitas Koperasi Merah Putih yang menjadi salah satu indikator penting dalam lomba.

Andi Zulkifly menjelaskan bahwa Lomba Kelurahan bukan sekadar ajang kompetisi antardaerah, melainkan sarana untuk mengukur kualitas tata kelola pemerintahan di tingkat kelurahan, efektivitas pelayanan publik, serta kemampuan masyarakat dalam membangun lingkungan yang mandiri, sehat, produktif, dan berkelanjutan.

Menurutnya, tema penilaian tahun ini menitikberatkan pada tiga aspek utama, yakni ketahanan pangan, ketahanan lingkungan, dan ketahanan ekonomi masyarakat melalui pemberdayaan UMKM. Karena itu, seluruh unsur masyarakat diminta terlibat aktif dalam menunjukkan berbagai program yang telah berjalan secara nyata, bukan hanya dipersiapkan menjelang penilaian semata.

"Kami ingin memastikan seluruh indikator benar-benar siap. Penilai tidak hanya melihat kondisi fisik lingkungan, tetapi juga bagaimana program-program tersebut dijalankan secara berkelanjutan oleh masyarakat," ujar Andi Zulkifly.

Dalam peninjauan tersebut, perhatian khusus diberikan kepada Koperasi Merah Putih, yang kini menjadi salah satu komponen utama dalam proses penilaian. Sekda menegaskan bahwa koperasi tidak cukup hanya memiliki struktur organisasi atau dokumen administrasi yang lengkap, tetapi harus menunjukkan aktivitas usaha yang nyata dan memberikan manfaat bagi masyarakat sekitar.

Di Kelurahan Gunung Sari, koperasi diketahui telah menjalankan berbagai kegiatan usaha, seperti penjualan beras, minyak goreng, LPG 3 kilogram, hingga kebutuhan pokok lainnya. Aktivitas tersebut dinilai menjadi bukti bahwa koperasi mampu berfungsi sebagai penggerak ekonomi masyarakat di tingkat kelurahan.

Selain sektor ekonomi, tim juga mengevaluasi kondisi lingkungan. Pengelolaan bank sampah, penghijauan kawasan permukiman, pemilahan sampah rumah tangga, hingga pemanfaatan lahan kosong untuk urban farming menjadi perhatian utama karena seluruh aspek tersebut berkaitan erat dengan konsep pembangunan berkelanjutan yang diusung dalam lomba tahun ini.

Meski secara umum persiapan Kelurahan Gunung Sari dinilai telah berjalan baik, Sekda mengungkapkan masih terdapat sejumlah catatan yang harus segera disempurnakan. Salah satunya adalah peningkatan aktivitas bank sampah serta memperluas partisipasi masyarakat sebagai nasabah bank sampah.

Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya diukur dari keberadaan fasilitas, tetapi juga dari tingkat keterlibatan masyarakat dalam memilah, mengumpulkan, dan mendaur ulang sampah secara berkelanjutan. Karena itu, ia meminta perangkat kelurahan bersama RT, RW, kader masyarakat, dan berbagai kelompok warga untuk semakin mengaktifkan kegiatan tersebut menjelang proses penilaian.

Andi Zulkifly juga menekankan bahwa keberhasilan Makassar dalam lomba ini merupakan hasil kerja bersama seluruh perangkat daerah. Sejak tahap persiapan, berbagai OPD telah dilibatkan untuk memastikan setiap indikator penilaian terpenuhi sesuai bidang tugas masing-masing, mulai dari pelayanan dasar, lingkungan hidup, pemberdayaan masyarakat, hingga penguatan ekonomi lokal.

Pemerintah Kota Makassar berharap Kelurahan Gunung Sari mampu memberikan penampilan terbaik dan meraih hasil maksimal pada tingkat Provinsi Sulawesi Selatan. Apabila berhasil menjadi juara, Makassar akan memperoleh kesempatan mewakili Sulawesi Selatan pada Lomba Kelurahan Tingkat Nasional, sekaligus memperkuat citra kota sebagai daerah yang berhasil membangun tata kelola pemerintahan berbasis partisipasi masyarakat dan inovasi pelayanan publik.

Bagi Pemerintah Kota Makassar, ajang ini bukan semata mengejar prestasi, melainkan menjadi momentum memperkuat budaya gotong royong, meningkatkan kualitas pelayanan publik, memperluas pemberdayaan ekonomi masyarakat, serta membangun lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan tangguh. Dengan sinergi antara pemerintah, perangkat wilayah, dan warga, Makassar optimistis mampu menunjukkan bahwa pembangunan di tingkat kelurahan dapat menjadi fondasi penting dalam mewujudkan kota yang maju, inklusif, dan berdaya saing tinggi.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda