dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Brigjen TNI Faridah Faisal Ukir Sejarah sebagai Kadilmiltama Perempuan Pertama

Oleh: erick
15 February 2026
66 kali dibaca

Brigjen TNI Faridah Faisal resmi menjabat sebagai Kepala Pengadilan Militer Utama (Kadilmiltama), menjadikannya perempuan pertama yang menduduki jabatan tertinggi dalam struktur peradilan militer Indonesia.

DengarinfoBrigjen TNI Faridah Faisal resmi menjabat sebagai Kepala Pengadilan Militer Utama (Kadilmiltama), menjadikannya perempuan pertama yang menduduki jabatan tertinggi dalam struktur peradilan militer Indonesia. Pengangkatan ini menjadi tonggak penting dalam sejarah panjang institusi hukum militer nasional, sekaligus mencerminkan dinamika perubahan dalam tubuh TNI yang semakin terbuka terhadap kepemimpinan perempuan di posisi strategis.

Pelantikan Brigjen Faridah berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh makna. Jabatan Kadilmiltama memiliki peran vital dalam sistem peradilan militer karena berfungsi sebagai pengadilan tingkat banding yang memeriksa dan memutus perkara pidana maupun sengketa hukum yang melibatkan prajurit TNI. Posisi ini bukan sekadar administratif, melainkan penentu arah penegakan hukum, konsistensi putusan, serta penjaga standar profesionalisme di lingkungan peradilan militer.

Lahir di Makassar pada 23 Juni 1968, Faridah Faisal menapaki karier militernya melalui pendidikan Sepamilwa pada 1992. Sejak awal pengabdiannya, ia meniti jalur hukum militer dengan konsisten, menggabungkan disiplin keprajuritan dengan ketelitian analisis hukum. Selain pendidikan militer, ia juga memperkuat fondasi akademiknya dengan meraih gelar Sarjana Hukum dan Magister Hukum, sebuah kombinasi yang membentuk kapasitasnya sebagai hakim militer yang matang secara teori maupun praktik.

Dalam perjalanan kariernya, Brigjen Faridah telah mengemban berbagai posisi penting di lingkungan pengadilan militer, mulai dari tingkat pertama hingga tingkat tinggi. Sebelum dipercaya memimpin Pengadilan Militer Utama, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Pengadilan Militer Utama. Pengalaman tersebut memberinya perspektif menyeluruh mengenai tata kelola perkara, manajemen kelembagaan, hingga dinamika hukum militer yang terus berkembang.

Pengangkatan Faridah sebagai Kadilmiltama tidak hanya dipandang sebagai pencapaian personal, tetapi juga simbol kemajuan representasi perempuan dalam struktur TNI. Selama ini, jabatan puncak di peradilan militer identik dengan dominasi laki-laki. Kehadiran Faridah di posisi tersebut menjadi pesan kuat bahwa profesionalisme, integritas, dan kompetensi menjadi faktor utama dalam penempatan jabatan, melampaui sekat gender.

Sejumlah kalangan menilai kepemimpinan Brigjen Faridah diharapkan mampu memperkuat independensi dan akuntabilitas peradilan militer. Di tengah tuntutan transparansi publik terhadap lembaga penegak hukum, Pengadilan Militer Utama memegang peranan strategis dalam menjaga kepercayaan terhadap proses hukum yang adil dan objektif. Tantangan tersebut mencakup konsistensi penerapan hukum, harmonisasi putusan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di lingkungan peradilan militer.

Dengan pengalaman panjang dan latar belakang pendidikan hukum yang solid, Brigjen TNI Faridah Faisal kini memikul tanggung jawab besar dalam menjaga marwah dan kredibilitas sistem peradilan militer Indonesia. Langkahnya menorehkan sejarah bukan hanya sebagai perempuan pertama yang memimpin Pengadilan Militer Utama, tetapi juga sebagai representasi transformasi institusi yang terus bergerak mengikuti denyut zaman.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda