dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Guru SMK Dikeroyok Lima Oknum TNI AL di Talaud, Warga Kepung Mako Lanal Melonguane

Oleh: dengarinfo
25 January 2026
44 kali dibaca

Peristiwa pengeroyokan terjadi pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 23.30 Wita. Saat itu, korban bersama beberapa rekannya sedang memancing di area pelabuhan.

DENGARINFO – Seorang guru Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) berinisial BS menjadi korban pengeroyokan yang diduga dilakukan oleh lima oknum anggota TNI Angkatan Laut di Pelabuhan Umum Melonguane, Kepulauan Talaud, Sulawesi Utara. Insiden tersebut memicu kemarahan warga dan berujung pada aksi demonstrasi di Mako Lanal Melonguane yang sempat berlangsung ricuh.

Peristiwa pengeroyokan terjadi pada Kamis (22/1/2026) sekitar pukul 23.30 Wita. Saat itu, korban bersama beberapa rekannya sedang memancing di area pelabuhan. Aktivitas mereka terganggu oleh sekelompok anggota Lanal Melonguane yang diduga berada dalam pengaruh minuman keras dan berteriak-teriak sambil melontarkan kata-kata kasar.

Tokoh adat Talaud, Godfried Timpua, menjelaskan bahwa korban sempat menegur para oknum tersebut agar menjaga ketertiban dan tidak mengganggu warga yang sedang beraktivitas. Namun, teguran itu justru memicu emosi para pelaku.

“Korban menegur karena merasa terganggu, tetapi teguran itu tidak diterima. Lima oknum anggota TNI AL kemudian bersama-sama mengeroyok korban hingga mengalami luka-luka serius,” ujar Godfried.

Tak hanya itu, menurut keterangan saksi, salah satu korban lain dalam peristiwa tersebut bahkan sempat dilempar ke laut, padahal diketahui tidak bisa berenang. Beruntung, warga yang berada di sekitar lokasi segera memberikan pertolongan sehingga korban dapat diselamatkan dan dievakuasi ke tempat aman.

Kabar pengeroyokan terhadap seorang guru tersebut dengan cepat menyebar di tengah masyarakat Talaud dan memicu kemarahan publik. Warga menilai tindakan para oknum aparat tersebut telah mencederai rasa keadilan serta merusak hubungan antara aparat keamanan dan masyarakat sipil.

Pada Jumat (23/1/2026), ratusan warga yang tergabung dalam aliansi masyarakat adat Talaud mendatangi Mako Lanal Melonguane. Mereka menuntut klarifikasi terbuka, penegakan hukum yang adil, serta sanksi tegas terhadap para pelaku pengeroyokan.

Aksi demonstrasi yang awalnya berlangsung damai tersebut sempat memanas dan berujung ricuh. Warga mendesak pihak Lanal untuk bertanggung jawab dan memastikan kasus ini tidak ditutupi atau diselesaikan secara internal semata.

Menanggapi insiden tersebut, pihak TNI Angkatan Laut membenarkan adanya kejadian yang melibatkan anggotanya. Dery Triesananto Suhendi menyatakan bahwa peristiwa tersebut merupakan kesalahpahaman antara lima oknum anggota TNI AL dan warga setempat.

Ia menegaskan bahwa pimpinan TNI AL tidak akan mentolerir tindakan kekerasan yang dilakukan oleh anggotanya dan memastikan proses pemeriksaan serta penanganan akan dilakukan sesuai dengan hukum yang berlaku dan aturan disiplin militer.

Hingga saat ini, warga Talaud masih menunggu langkah konkret dan transparan dari pihak berwenang terkait penanganan kasus tersebut. Masyarakat berharap kejadian ini menjadi perhatian serius agar tidak terulang kembali serta tidak mencederai kepercayaan publik terhadap institusi negara.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda