dengarinfo.com - Portal Berita Akurat & Terpercaya

Mayat pria tanpa kedua kaki ditemukan di Depok, polisi selidiki dugaan kasus mutilasi

Oleh: aris
05 August 2026
11 kali dibaca

Warga Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa kedua kaki di sebuah lahan kosong pada Selasa, 4 Agustus 2026.

Dengarinfo - Warga Kecamatan Pancoran Mas, Kota Depok, Jawa Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat pria tanpa kedua kaki di sebuah lahan kosong pada Selasa, 4 Agustus 2026. Kondisi jenazah yang ditemukan dalam keadaan mengenaskan membuat kepolisian menduga korban merupakan korban tindak pidana mutilasi. Hingga saat ini identitas korban maupun pelaku masih dalam proses penyelidikan oleh aparat kepolisian.

Penemuan mayat tersebut terjadi di kawasan Tanah Merah, Kapling Depkes, Kecamatan Pancoran Mas. Warga yang melintas di sekitar lokasi awalnya tidak langsung menyadari bahwa karung yang berada di lahan kosong tersebut berisi jasad manusia. Salah seorang warga bahkan mengaku telah melihat karung itu sejak Jumat, 24 Juli 2026 dan mengira isinya hanyalah tumpukan sampah sehingga tidak menaruh kecurigaan. Karung tersebut baru menjadi perhatian setelah muncul bau menyengat yang semakin kuat dari lokasi penemuan.

Informasi mengenai temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada aparat kepolisian. Personel Polsek Pancoran Mas bersama Tim Inafis Polres Metro Depok segera mendatangi lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara, memasang garis polisi, serta melakukan olah TKP. Proses evakuasi jenazah dilakukan dengan hati-hati mengingat kondisi korban yang sudah mengalami pembusukan dan diduga telah berada cukup lama di lokasi sebelum akhirnya ditemukan warga.

Hasil pemeriksaan awal menunjukkan korban berjenis kelamin laki-laki dan ditemukan dalam kondisi tanpa busana. Kedua tangan korban terikat menggunakan kain putih, sementara tubuhnya dibungkus menggunakan karung beras yang kemudian dilapisi plastik hitam. Polisi juga menemukan bahwa kedua kaki korban telah hilang hingga bagian pangkal paha serta terdapat luka sayatan pada bagian leher. Tidak ditemukan dokumen identitas maupun barang pribadi yang dapat langsung mengungkap identitas korban. Kondisi tersebut memperkuat dugaan bahwa korban meninggal akibat tindak pidana dan jasadnya sengaja dibuang di lokasi tersebut untuk menghilangkan jejak.

Kasat Reserse Kriminal Polres Metro Depok AKBP Made Gede Oka Utama menyatakan penyidik masih mendalami seluruh kemungkinan terkait penyebab kematian korban. Dugaan sementara mengarah pada kasus mutilasi, namun kepastian mengenai penyebab kematian maupun waktu terjadinya peristiwa masih menunggu hasil autopsi dan pemeriksaan forensik yang dilakukan di Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Jenazah telah dievakuasi ke rumah sakit tersebut untuk menjalani autopsi lengkap sebagai bagian dari proses penyidikan.

Selain melakukan olah tempat kejadian perkara, penyidik juga mulai memeriksa sejumlah saksi yang berada di sekitar lokasi penemuan. Polisi berupaya menyusun kronologi mengenai kapan karung tersebut pertama kali berada di lokasi, siapa saja yang sempat melihatnya, serta apakah terdapat aktivitas mencurigakan di sekitar kawasan tersebut dalam beberapa hari terakhir. Rekaman kamera pengawas di sejumlah titik yang mengarah ke lokasi juga akan ditelusuri apabila tersedia untuk membantu mengidentifikasi kendaraan maupun orang yang diduga membuang jasad korban.

Penyelidikan juga difokuskan pada upaya mengidentifikasi korban melalui pemeriksaan sidik jari, data forensik, serta pencocokan dengan laporan orang hilang yang masuk ke kepolisian. Identitas korban dinilai menjadi salah satu kunci utama dalam mengungkap motif maupun pelaku di balik peristiwa tersebut. Aparat kepolisian juga membuka kemungkinan bekerja sama dengan kepolisian dari wilayah lain apabila ditemukan adanya keterkaitan dengan laporan kehilangan orang di luar Kota Depok.

Peristiwa tersebut menarik perhatian warga sekitar karena lokasi penemuan berada di lahan kosong yang tidak jauh dari permukiman. Selama proses olah TKP berlangsung, puluhan warga memadati area sekitar garis polisi untuk menyaksikan proses evakuasi. Aparat kepolisian bersama personel TNI melakukan pengamanan agar proses identifikasi dan pengumpulan barang bukti dapat berlangsung tanpa gangguan. Setelah seluruh pemeriksaan awal selesai dilakukan, jenazah dibawa menggunakan ambulans menuju Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk kepentingan autopsi.

Hingga kini kepolisian belum menyimpulkan motif maupun pelaku di balik kematian korban. Seluruh dugaan masih didasarkan pada hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, sementara penyidik masih menunggu hasil autopsi, pemeriksaan laboratorium forensik, serta keterangan para saksi untuk memperoleh gambaran utuh mengenai rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban meninggal dunia. Polisi juga mengimbau masyarakat yang merasa kehilangan anggota keluarga atau memiliki informasi yang berkaitan dengan penemuan jasad tersebut agar segera menghubungi Polres Metro Depok. Dengan semakin banyaknya informasi yang diperoleh penyidik, diharapkan identitas korban dapat segera terungkap sehingga proses pengungkapan pelaku dan motif di balik dugaan kasus mutilasi tersebut dapat dilakukan secara menyeluruh sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

Komentar (0)

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!

Tulis Komentar Anda