dengarinfo - Dewan Ekonomi Indonesia Timur (DEIT) mendorong penguatan ekonomi kawasan Indonesia Timur agar mampu menjadi salah satu pusat pertumbuhan ekonomi baru Indonesia.
Gagasan tersebut diarahkan untuk mewujudkan Indonesia Timur yang mandiri, maju, berdaulat secara ekonomi, dan berkeadilan, dengan tetap berada dalam kerangka Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pengurus DEIT Pusat menilai Indonesia Timur memiliki potensi ekonomi yang besar dan strategis untuk dikembangkan menjadi kekuatan baru dalam perekonomian nasional. Potensi tersebut mencakup sumber daya alam, industri, pertanian, perikanan, perkebunan, energi, pariwisata hingga ekonomi digital.
Sejumlah sektor dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat perekonomian kawasan, antara lain industri hilirisasi, pertambangan dan mineral, perikanan, pertanian, perkebunan, pariwisata, pelabuhan dan logistik, energi, ekonomi digital, pendidikan, kesehatan, UMKM serta investasi internasional.
Penguatan sektor-sektor tersebut tidak hanya diarahkan pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penciptaan nilai tambah di daerah. Hilirisasi menjadi salah satu pendekatan penting agar sumber daya alam yang berasal dari Indonesia Timur dapat dikembangkan menjadi produk industri dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Perkembangan kawasan Morowali dan sekitarnya di Sulawesi Tengah menjadi salah satu gambaran nyata mengenai potensi tersebut. Kawasan tersebut berkembang sebagai pusat industri berbasis nikel, dengan kegiatan pengolahan dan pemurnian mineral serta pengembangan berbagai produk industri turunannya.
Perkembangan industri berbasis nikel di Morowali menunjukkan bagaimana sumber daya alam Indonesia Timur dapat menjadi fondasi pembangunan industri bernilai tambah ketika didukung investasi, teknologi, infrastruktur dan kawasan industri yang terintegrasi.
Namun, kekuatan ekonomi Indonesia Timur tidak hanya berada pada sektor pertambangan dan mineral. Kawasan ini juga memiliki kekayaan laut yang sangat besar dengan ekosistem perikanan yang dapat menjadi salah satu daya topang utama perekonomian Indonesia Timur.
Potensi perikanan tersebut mencakup sumber daya ikan laut, budidaya, hasil kelautan serta berbagai komoditas perikanan yang memiliki peluang untuk dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi regional dan komoditas ekspor.
Pengurus DEIT Pusat memandang sektor perikanan perlu dikembangkan secara lebih terintegrasi, mulai dari produksi, pengumpulan, penyimpanan, pengolahan, distribusi, perdagangan hingga akses pasar internasional.
Sebagai bagian dari langkah nyata tersebut, DEIT ke depan akan mendorong pembangunan Bursa Ikan Indonesia Timur sebagai wadah untuk memperkuat tata niaga dan ekosistem perdagangan komoditas perikanan di kawasan.
Bursa Ikan Indonesia Timur diharapkan dapat menjadi instrumen untuk mempertemukan nelayan, pembudidaya, pelaku usaha, industri pengolahan, pedagang, investor dan pasar, sehingga komoditas perikanan dari Indonesia Timur dapat memiliki akses pasar yang lebih luas dan sistem perdagangan yang lebih terorganisasi.
Langkah tersebut juga diarahkan untuk membuka peluang ekspor berbagai komoditas perikanan Indonesia Timur ke pasar internasional. Dengan penguatan rantai pasok, standar kualitas, pengolahan dan akses perdagangan, hasil laut Indonesia Timur diharapkan tidak hanya dipasarkan di dalam negeri, tetapi mampu menjadi komoditas ekspor yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian kawasan.
Pengembangan Bursa Ikan Indonesia Timur menjadi salah satu bentuk langkah konkret DEIT dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis potensi daerah sekaligus memperkuat posisi Indonesia Timur sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain sektor pertambangan dan perikanan, Indonesia Timur memiliki kekuatan besar pada sektor pertanian, perkebunan, energi, pariwisata, pelabuhan dan logistik. Pengembangan sektor-sektor tersebut secara terintegrasi dinilai dapat menciptakan rantai ekonomi yang lebih panjang dan memberikan nilai tambah lebih besar bagi masyarakat di daerah.
Dengan posisi geografis yang strategis, Indonesia Timur juga memiliki peluang untuk memainkan peran penting dalam hubungan ekonomi Indonesia dengan Australia, kawasan Pasifik dan Asia Timur.
Konektivitas menjadi salah satu faktor penting dalam mewujudkan peluang tersebut. Pengembangan pelabuhan, jaringan logistik, transportasi dan perdagangan antardaerah dapat memperkuat hubungan ekonomi antarwilayah sekaligus membuka akses yang lebih luas terhadap pasar nasional maupun internasional.
Pengurus DEIT Pusat juga mendorong penguatan kerja sama ekonomi antardaerah di Indonesia Timur. Setiap daerah memiliki karakteristik dan potensi yang berbeda sehingga dapat saling melengkapi dalam membangun ekosistem ekonomi kawasan.
Di sisi lain, pembangunan kualitas sumber daya manusia menjadi bagian penting dalam agenda penguatan ekonomi Indonesia Timur. Pendidikan, kesehatan, pengembangan keterampilan serta penguatan UMKM dipandang sebagai elemen yang tidak terpisahkan dari pertumbuhan ekonomi.
Penguatan ekonomi Indonesia Timur juga membutuhkan peningkatan peran masyarakat dan pelaku usaha lokal dalam rantai ekonomi yang terbentuk. Dengan demikian, pertumbuhan industri dan investasi di kawasan tidak hanya menghasilkan peningkatan produksi, tetapi juga memperluas kesempatan kerja, membuka peluang usaha dan memperkuat ekonomi masyarakat.
DEIT mendorong agar Indonesia Timur tidak hanya dipandang sebagai kawasan yang memiliki kekayaan sumber daya alam, tetapi juga sebagai wilayah yang mampu mengolah sumber daya tersebut, membangun industri, menciptakan nilai tambah dan mengambil peran lebih besar dalam rantai pasok ekonomi nasional maupun global.
Pengembangan Morowali sebagai kawasan industri berbasis nikel serta penguatan sektor perikanan melalui rencana Bursa Ikan Indonesia Timur menjadi bagian dari gambaran bagaimana potensi yang dimiliki kawasan dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi yang konkret.
Dengan penguatan hilirisasi, perdagangan, investasi, perikanan, konektivitas, sumber daya manusia dan kerja sama antardaerah, Indonesia Timur dinilai memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai salah satu kekuatan ekonomi utama Indonesia.
Komentar (0)
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama berkomentar!
Tulis Komentar Anda